Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL AGROHITA

PENGARUH KOMBINASI JENIS MEDIA TUMBUH DAN JENIS NUTRISI ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEAE) Rizfi Yusuf Assyafa; Ani Lestari; Rommy Andhika Laksono
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6022

Abstract

Jamur merang (Volvariella volvaceae) merupakan komoditas hasil pertanian yang bergizi serta bernilai ekonomis tinggi. Kandungan nutrisi pada media tumbuh merupakan faktor yang mempengaruhi produksi dan hasil jamur merang. Oleh karena itu, penggunaan media tumbuh yang tepat bisa menjadi alternatif solusi peningkatan produksi jamur merang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi media tumbuh dan nutrisi organik yang memberikan hasil tertinggi jamur merang. Percobaan dilaksanakan di kumbung jamur merang Desa Tamelang, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang pada bulan Juli sampai Agustus 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Terdapat 10 kombinasi perlakuan, yaitu A (kontrol), B (bekatul + ekstrak kulit kentang), C (Bekatul + air kelapa), D (Bekatul + air leri), E (ampas tahu + ekstrak kulit kentang), F (ampas tahu + air kelapa), G (ampas tahu + air leri), H (cocopeat + ekstrak kulit kentang), I (cocopeat + air kelapa), dan J (cocopeat + air leri). Pengaruh perlakuan dianalisis dengan analisis ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka untuk mengetahui perlakuan yang terbaik dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata kombinasi jenis media tumbuh dan nutrisi organik terhadap parameter bobot total per petak, tetapi tidak berbeda nyata pada parameter lainnya. Perlakuan I (cocopeat + air kelapa) memberikan hasil tertinggi pada bobot total per petak jamur merang yaitu 228,51 g.
PENGARUH INTERAKSI PENGGUNAAN BOBOT UMBI DAN PEMBERIAN JENIS PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BIBIT KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.) GENERASI SATU (G1) VARIETAS GRANOLA Cucu Santika; Rommy Andhika Laksono; Kasdi Pirngadi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6135

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan pengaruh interaksi antara penggunaan bobot umbi bibit dan jenis pupuk kandang pertumbuhan tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) generasi satu (G1) varietas Granola. Penelitian dilaksanakan di Pipe House UPTD Balai Benih Kentang, Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung pada bulan Juli sampai Oktober 2021. Metode penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 12 perlakuan dengan 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 36 unit perlakuan. Faktor pertama adalah bobot umbi yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : b1 = bobot S = < 5 gram, b2 = bobot M = 5 – 20 gram, b3 = bobot L = > 20 gram. Sedangkan faktor kedua adalah macam pupuk kandang yang terdiri dari 4 taraf, yaitu :  d0 = tanpa pupuk kandang (kontrol), d1 = pupuk kandang kotoran ayam dengan 15 ton/ha, d2 = pupuk kandang kotoran sapi dengan 15 ton/ha, d3 = pupuk kandang kambing dengan 15 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi anatar kedua perlakuan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan (diameter kanopi) kentang pada umur 63 hst namun tidak nyata terhadap tinggi tanaman, diameter kanopi pada umur (21 hst, 35 hst dan 49 hst), persentase tumbuh, bobot umbi per sampel, jumlah umbi per petak dan berat umbi per petak. Pada taraf pemberian pupuk kandang yang memberikan hasil tertinggi adalah perlakuan pupuk kandang ayam (D1) dengan hasil bobot umbi per sampel 2652,93 gram. Sementara pada taraf perlakuan penggunaan bobot umbi yang memberikan hasil tertinggi terhadap bobot umbi per petak adalah perlakuan B3 (Bobot L = > 20 gram) dengan nilai 11,53 kg setara dengan 115,53 ton.