JATININGRUM JATININGRUM
Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERATAAN PENGHASILAN BERSIH/LABA PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEJ JATININGRUM JATININGRUM
Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol 2 No 2 (2000): Jurnal Akuntansi dan Bisnis
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.145 KB) | DOI: 10.34208/jba.v2i2.384

Abstract

Perataan penghasilan bersih/laba (income smoothing) merupakan praktik yang umum dilakukan manajer untuk mengurangi perubahan naik turunnya (fluktuasi) laba, yang diharapkan mempunyai) pengaruh yang bermanfaat bagi evaluasi kinerja manajemen. Penelitian ini dilakukandengan tujuan untuk menganalisis/menguji faktor-faktor yang berhubungan dengan timbulnya perataan penghasilan bersih/laba pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Tiga faktor yang diuji dalam penelitian ini yang tertuang dalam hipotesa yang berhubungan dengan praktek perataan penghasilan bersih/laba ini adalah ukuran perusahaan, profitabilitas, dan sektor industri. Sampel terdiri dari 75 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta selama 5 tahun dari tahun 1994 - 1998, dengan total subsampel 375. Untuk mengidentifikasi perusahaan yang melakukan tindakan perataan penghasilan bersih/laba dengan menggunakan indeks Eckel. Hasil dari indeks Eckel ini menunjukkan bahwa praktek perataan penghasilan bersih/laba juga dipraktekkan oleh beberapa perusahaan yang terdaftardi Bursa Efek Jakarta. Metode statistik yang digunakan adalah statistik inference, meliputi pertama, pengujian univariate, seperti t-test, chi square. Pengujian ini dilakukan untuk melihat perbedaan sistematik yang signifikan antara perusahaan yang melakukan perataan penghasilan bersih/laba dan perusahaan yang tidak, dan yang kedua, pengujian multivariate berupa regresi logistik, yang hasilnya menunjukkan hanya profitabilitas yang merupakan faktor pendorong dilakukannya praktik perataan penghasilan bersih/laba.