Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKTUALISASI NILAI-NILAI MULTIKULTURAL MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA MATA KULIAH STUDI RESOLUSI KONFLIK DAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Aristhopan Firdaus
PAI RAFAH Vol 1 No 2 (2019): Jurnal PAI Raden Fatah
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.535 KB) | DOI: 10.19109/pairf.v1i2.3250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam mengaktualisasikan nilai-nilai multikultural, (2) mendeskripsikan aktualisasi nilai-nilai multikultural melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, (3) mendeskripsikan kendala penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam mengaktualisasikan nilai-nilai multikultural. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tiap siklus terdiri dari empat tahap kegiatan, yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan, dan tahap refleksi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi mereduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini antara lain: (1) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam mengaktualisasikan nilai-nilai multikultural dilakukan melalui langkah-langkah, antara lain: menentukan materi, membagi mahasiswa ke dalam kelompok asal, membagi mahasiswa ke dalam kelompok ahli, menentukan skor awal, mempelajari materi pembelajaran, diskusi dan presentasi kelompok, tes, dan penghargaan kelompok; (2) Aktualisasi nilai-nilai multikultural mahasiswa mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Pada siklus I aktualisasi nilai multikultural mahasiswa rata-rata 65 dengan kategori kurang, pada siklus II aktualisasi nilai multikultural mahasiswa meningkat menjadi 77 dengan kategori cukup, dan pada siklus III aktualisasi nilai multikultural mahasiswa juga meningkat menjadi 88 dengan kategori baik; (3) Kendala penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam mengaktualisasikan nilai-nilai multikultural adalah perlunya manajerial yang baik dalam hal: kerjasama antara dosen dan mahasiswa, manajemen materi pembelajaran, manajemen kelompok, manajemen waktu, dan manajemen kelas.
Etika Komunikasi Perspektif Al-Qur’an Dalam Menanggulangi Ujaran Kebencian Di Media Sosial Mawaliya Mawaliya; Kusnadi Kusnadi; Aristhopan Firdaus
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/631gvd52

Abstract

The rapid growth of social media in Indonesia has attracted widespread public interest across various segments of society. However, its use remains largely dominated by personal and entertainment-oriented activities, whereas digital technological advancements should be utilized in a more productive manner. At the same time, communication practices on Indonesian social media platforms face serious challenges in the form of moral and ethical decline, one of which is the increasing prevalence of hate speech. This study employs a qualitative method with a library research approach and applies the maudhu‘i method of Qur’anic interpretation to inventory verses related to the term qaulan in the Qur’an. The research aims to examine the concept of communication ethics in the Qur’an, relate it to the phenomenon of hate speech on social media, analyze the impacts of such communication practices, and propose solutions for addressing hate speech through the understanding and application of qaulan-based communication ethics. The findings reveal that the concept of qaulan in Islamic communication ethics encompasses qaulan sadidan (truthful speech), qaulan balighan (effective and impactful speech), qaulan ma‘rufan (appropriate and kind speech), qaulan kariman (honorable speech), qaulan layyinan (gentle speech), and qaulan maysuran (clear and easily understood speech). These principles emphasize that communication should be conducted politely, honestly, gently, and with respect for others. In the context of social media, communication ethics based on the concept of qaulan are highly relevant for addressing challenges such as hate speech, which has the potential to trigger conflict and undermine national unity.