Hartono Budi
Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kesaksian Hidup Kristiani. Semakin Menjadi "Kabar Gembira" Karena Menerima Kabar Gembira Joannes Hartono budi
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini merupakan sebuah pendasaran kristotogi sebagai refleksi ,atas praksis mengikuti Kristus; adapun acuan bagi tulisan ini adalah ketiga karya besar tentang kristologi oleh Jon Sobrino, yakni Christology at the Crossroads (1976), Jesus in Latin America (1982) dan Jesus the liberator (1991). Oleh penderitaan seluas dunia, pewartaan dan teologi kristiani ditantang supaya meniadi realistis-real.Teologi yang berlaku nyata itu mempertanggungjawabkan iman bukan hanya dalam rangka kesadaran kritis melainkan dalam rangka praksis pembebasan. Teologi merupakan refleksi atas praksis teologi kristiani merupakan refleksi atas praksis mengikuti Kristus. Maka perjumpaan dengan Yesus, dengan hidup dan ajaran-Nya, dengan relasi dan wafat-Nya dalam sejarah manusia, menjadi andalan pokok bagi teologi. Sebab peristiwa Yesus itu merupakan awal dari peristiwa-peristwa sejarah lainnya; kalo tidak demikian, Yesus-kendati segala gelar keagungan yang dikenakan kepada Dia-hanya merupakan sebuah kenyataan masa lampau.Kristus yang hidup adalah perintis iman para pengikutNya; dalam dunia yang penuh egoisme struktural dan sarat dengan kematian, usaha untuk mengikuti Kristus menjadi kesaksia pengharapan; refleksi mengenai praksis mengikuti Kristus- semoga!- membebaskan.Tulisan ini dimaksudkan"sebagai sebuah pendasaran teologis-kistologis terhadap komitmen kristiani di tengah kenyataan penderitaan karena kemiskinan dan marginalisasi dalam segala bentuknya. Konteks demikian ini mengemukakan urgensi tindakan untuk memilih "jalan" Yesus Kristus. Tulisan ini secara khusus akan didasarkan pada tiga buku Jon Sobrino: Christology at tne Crossroads, Jesus in Latin America, dan Jesus the Liberator yang secara khusus menggali tema tersebut; serta diuraikan menurut pembagian subjudul: kristologi dan kemuridan, praksis mendahului teori, semakin mengenal Yesus Kristus setelah mengikutiNya, mulai dengan Yesus dari Nazaret, dan kesaksian hidup kristiani dalam masyarakat yang miskin.
Teologi Dengan Motivasi Religius Seperlunya? Teologi yang Jauh dari Kerahiman Allah Joannes Hartono Budi
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 14, TAHUN 2001
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang mengatakan bahwa "membaca tanda-tanda zaman" merupakan salah satu keunggulan pada teologi pembebasan. Bukankah saatnya bahwa teologi pembebasan membaca tanda-tanda zaman dan mengaku bahwa telah kedaluwarsa? Sebab dipertanyakan (apalagi dalam ketidakpastian politik dewasa ini): Apakoh teologi pembebasan de facto menyumbang sesuatu demi pembebasan manusia? Di tengah-tengah kerinduan rohani yang baru dipertanyakan juga: Bukankah teologi pembebasan tak lain daripada politik dengan motivasi religius seperlunya? Apakah, dalam kenyataan hidup manusia yang pribadi dan sosial, penghayatan iman dapat menyumbang lebih daripada itu?
A Bruised Church for the Poor? Hartono Budi
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 23, NOMOR 02, OKTOBER 2014
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Visi Gereja bagi kaum miskin, lemah dan tersingkir dinyatakan secara istimewa oleh paus Fransiskus. Gereja diajak untuk instrospeksi sampai menyadari keberdosaannya dan sekaligus kembali pada akar iman dan harapannya, yaitu Yesus Kristus sebagai perwujudan belas kasih Allah bagi kita. Kenyataan ketimpangan sosial sekarang ini telah menjadi sumber penyakit sosial baru. Gereja di Asia terus ditantang untuk mewartakan Kabar Gembira Yesus Kristus melalui dialog kehidupan dan analisa sosial-budaya serta keagamaan yang berujung pada strategi serta tindakan pastoral demi kesejahteraan umum. Demikianlah cara menggereja dan beriman Kristiani selalu mengandaikan pengalaman pribadi dengan Yesus Kristus yang membawa kabar gembira dan berkat kehidupan.
BARTOLOM DE LAS CASAS AND THE QUESTION OF EVANGELIZATION Hartono Budi
Jurnal Teologi (Journal of Theology) Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : P3TK, Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jt.v2i1.435

Abstract

Dalam peringatan tentang penemuan benua Amerika Latin oleh Christopher Columbus, suara para korban kerap tidak cukup diperdengarkan dan didengarkan. Bartolom de las Casas (1484-1566) sebagai nabiyang menyuarakan nasib mereka juga sering hanya dianggap sebagai tokoh yang melebih-lebihkan penderitaan mereka karena dia dikenal sebagai pembela mereka. Tulisan berikut ini bermaksud menuturkan aneka upaya Las Casas, sosial-ekklesial, politik-teologis dan akademik-apologetik dalam bingkai kisah hidupnya yang panjang, termasuk proses pertobatan-nya yang bertahap dan visi imannya. Bahan-bahan yang digunakan dalam tulisan ini, kumpulan tulisan Las Casas, diperkaya dengan temuan manuskrip baru dan interpretasi keseluruhan yang lebih seimbang. Gagasan-gagasan Las Casas sangat penting untuk mengritisi isyu penyebaran iman (evangelisasi), hak asasi dan kebebasan hidup-beragama.