Matheus Purwatma
Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Eklesiologi Communio Dan Hukum Kanonik 1983 Matheus Purwatma
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 10, TAHUN 1997
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

----
Paradigma Kajian Keagamaan dalam Pluralitas Umat Matheus Purwatma
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 16, NOMOR 02, OKTOBER 2007
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religions in a pluralistic society meet two main challenges, namely religious pluralism and the crying of the oppressed. Religious studies have to take serious consideration of the presense of other religions as well as to engage in an interreligious dialogue and to participate in the struggle of the oppressed. This article proposes religious studies that is both interreligious and liberative.
Kebebasan Agama. Bapa-Bapa Gereja Memperjuangkan Kebebasannya Matheus Purwatma
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 09, TAHUN 1995
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

---
Fakultas Teologi Sebagai Gereja di Tengah Masyarakat Matheus Purwatma
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 14, TAHUN 2001
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari masa ke masa, tugas dan gaya teologi berubah; juga tempat orang belajar teologi berubah: entah di rumah uskup (seperti pada Augustinus) atau di biara (seperti pada Anselmus) atau di universitas (seperti pada Thomas dari Aquino atau pada John Henry Newman) atau di seminari pendidikan imam (seperti dari zaman Carolus Borromeus sampai saat ini). Gaya Studi dan penelitian berubah menurut tantangan zaman: mulai dengan mengenal dan menafsirkan Kitab Suci sampai perdebatan dengan ilmu sostal-politik dewasa ini. Manakah gaya studi teologi yang berarti bagi tugas Gereja dan hidup manusia dewasa ini? Pokoknya: dari suatu fakultas di universitas dituntut penelitian ilmiah.
Persekutuan Peguyuban-Peguuban. Menggereja dalam Konteks Masyarakat Majemuk Matheus Purwatma
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 13, TAHUN 2000
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iman menjadi plausibel dalam diskursus hidup yang berlangsung dalam paguyuban iman, sehingga iman terjalin dengan soal hidup. Oleh karena itu, pantas diperhatikan proses penegasan dalam Gereja setempat, pembawa warta kabar gembira di dunia, pada sisi mereka yang tersingkir dan miskin.Karangan ini memperkenalkan sekaligus merefleksikan suatu proses seperti itu. Dalam, rangkaian Temu-Pastoral keuskupan Agung Semarang, umat menegaskan Arah Dasar Keuskuan, sekaligus membentuk diri sebagai communion of communities, yakni persekutuan dari peguyuban basis gerejawi, yang menghayati iman secara inklusif-toleran dalam tanggung jawab sosial-politik sehari-hari. Proses ini mengandaikan bahwa wujud hidup umat telah berubah dari Gereja-pelayanan menjadi Gereja peguyuban-peguyuban yang berkumpul dalam tanggung jawab manusiawi (basic human communities), untuk menghayati iman dalam hidup pribadi dan sosial yang aktual. Peralihan itu menggeserkan pusat grafitasi Gereja pada jemaat basis, membuka dalam hidup jemaat setempat suatu sumber baru bagi inisiatif kristiani, menempatkan para pelayan pastoral sebagai penghubung antara inisiatif paguyuban manusiawi dan Gerejasemesta yang ingin mengabdi pada kabar gembira. Apakah dengan temu Pastoral seperti itu tercipta suatu kejalinan baru antara iman dan soal-soal hidup?
Studi Tradisi Dalam Rangka Mengajar Teologi Matheus Purwatma
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 08, TAHUN 1994
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

----
"Membenarkan Manusia" Mengangkat Martabat Manusia Matheus Purwatma
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 11, TAHUN 1998
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

---
Tantangan Gnostik bagi Hidup Beriman Masa Kini Matheus Purwatma
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 21, NOMOR 02, OKTOBER 2012
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Since the beginning of the Christianity, Gnosticism is a challenge to the Christian faith. The Churchs Fathers called gnostic a source of all heretics. Generally, gnostic has a dualistic system; good-evil, light-darkness, world of pleroma material world. The True God is completely transcendent. The universe is created by the lower God, and belongs to the material world. Human being is a composite nature, created by by the lower God but has a divine spark within. Through the achievement of gnosis human being can liberate the divine spark from the prison of the material world. In gnostic system Jesus Christ is a Messenger of Light who teaches gnosis to his disciple. His role is not other than a teacher who helps his disciple to know gnosis. Nowadays, gnostic system appears in some psychological practices, meditation and spiritual movement centered on the self-manifestation.