Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Risiko Kegagalan Bendungan Paselloreng Dengan Metode Pohon Kejadian (Event Tree) Ricky Zefri; Dyah Ari Wulandari; Suripin
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v8i2.10574

Abstract

Selain pemeriksaan keamanan bendungan, penilaian risiko juga sangat diperlukan guna pengelolaan keamanan bendungan. Pada penelitian ini penilaian risiko menggunakan metode pohon kejadian serta menggunakan metode tradisional. Metode pohon kejadian memiliki keuntungan dalam memetakan potensi keruntuhan bendungan secara sistematis sejak awal dibandingkan dengan metode tradisional yang berkaitan dengan manfaat kriteria yang berlaku. Berdasarkan hasil analisis penilaian risiko, probabilitas kegagalan bendungan yang paling berpengaruh adalah pada komponen bangunan pengambilan dengan nilai 5,30x10-16 sementara probabilitas terjadinya risiko kegagalan Bendungan Paselloreng secara keseluruhan dengan metode pohon kejadian sebesar 15,30x10-20 dimana syarat dari batas yang dapat diterima untuk bendungan eksisting maksimum 1,00x10-5. Nilai probabilitas risiko Bendungan Paselloreng memenuhi syarat nilai risiko yang dapat diterima
Penelusuran Banjir di Waduk Greneng, Blora Dengan Model HEC-HMS Benson Limbong; Dyah Ari Wulandari
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v8i2.10717

Abstract

Reservoir routing (Penelusuran banjir) di waduk Greneng, Blora merupakan salah satu kegiatan dalam Project DOISP (Dam Operational Improvement Safety Project) di lingkungan BBWS Pemali Juwana tahun 2020-2022, yang bertujuan untuk mengembalikan tingkat keamanan, kinerja operasi dan umur ekonomis bendungan, termasuk pengurangan resiko bencana banjir terhadap masyarakat di hilir. Pembuatan model penelusuran banjir di waduk diperlukan sebagai tinjauan terhadap keandalan waduk dalam menghadapi debit banjir (inflow). Model dibuat dengan software HEC-HMS, dimana transformasi hujan menjadi aliran permukan dibuat dengan metode Soil Conservation Services - Curve Number (SCS-CN) dan model penelusuran banjir waduk dibuat dengan metode Outflow Structure. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui debit banjir (inflow) yang masuk ke waduk dan melakukan penelusuran banjir di waduk untuk tiap hujan rencana kala ulang 2,5,10,20,50, 100,200,500 dan 1000 tahun. Dari hasil penelusuran banjir, diperoleh nilai debit banjir tertinggi terjadi yang masuk ke Waduk Greneng pada hujan kala ulang 2,5,10,20,50,100,200,500 dan 1000 tahun berurutan: 10,9m3/det; 18,5m3/det; 23m3/det; 26,9m3/det; 31,4m3/det; 34,3m3/det; 37,3m3/det; 40,8 m3/det; dan 43,4m3/det. Debit banjir yang masuk mampu direduksi oleh waduk Greneng menjadi debit outflow maksimum berurutan : 3m3/det; 4,3m3/det; 5,1m3/det; 5,8m3/det; 6,6m3/det; 7,2m3/det; 7,7m3/det; 8,4m3/det; 8,9 m3/detik. Tidak terjadi kejadian overflow dam top pada simulasi banjir ini, dengan elevasi maksimum air di waduk saat debit banjir maksimum mencapai level +121,6 m, dan kapasitas tampungan waduk maksimum saat debit banjir sebesar 2172,5 x 103 m3. Waduk Greneng mampu menurunkan debit banjir sebesar rerata 22,03%.
Penerapan HEC-HMS Untuk Pendugaan Erosi Dan Sedimentasi Metode Musle Pada Waduk Paselloreng Di Kabupaten Wajo Ricky Zefri; Dyah Ari Wulandari; Suripin Suripin
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v1i2.2731

Abstract

The problem of soil erosion due to surface runoff entering the Paselloreng Reservoir. To study soil erosion, the HEC-HMS model was applied to simulate soil erosion and sediment yield. To estimate the sediment yield from the HEC-HMS model, a rainfall-runoff model is needed. Therefore, before simulating the erosion model, hydrological analysis was carried out and for the soil erodibility factor (K) of 0.212, the length and slope factor (LS) of 3.725, the vegetation cover factor (C) of 0.175 and the land conservation factor (P) of 1.00. From the calculation of the Universal Soil Loss Equation (USLE) method, the erosion rate is 79.25 tons/ha/yr and the sedimentation rate is 4.50 tons/ha/yr. The simulation results of the precipitation-runoff model obtained a peak discharge of 28.30 m3/s. To simulate the erosion and sediment model in HEC-HMS the Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE) equation was selected based on the land cover of the watertight study area. Manual calculation of the MUSLE method obtained a large erosion rate of 99.96 tons/ha/yr and a sedimentation rate of 5.59 tons/ha/yr, while with the HEC-HMS modeling, the total sediment load during 2021 was 89,688.10 tons with a rate value of 89,688.10 tons. erosion of 98.48 tons/ha/year and sedimentation rate of 5.59 tons/ha/year or 0.23 mm/year with the erosion hazard class is Class III (moderate).  
PREDIKSI UMUR WADUK GUNUNGROWO SETELAH PENGERUKAN Dyah Ari Wulandari
Rekayasa Sipil Vol. 16 No. 3 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.3
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2022.016.03.3

Abstract

In 2015 the Gunungrowo Reservoir was dredged to reduce sedimentation. After dredging, it is necessary to carry out sedimentation analysis to determine the reservoir life to be achieved. This analysis is intended to evaluate sediment deposition patterns that have occurred up to 2015 and calculate reservoir life that can be achieved after dredging in 2015. The reservoir life is analyzed based on how long the dead storage has been filled with sediment. Sediment entering the reservoir is calculated based on reservoir bathimetri and the suspended sediment entering reservoir. The result shows most of the sediment settles in the effective storage and  the reservoir life can reach up to 243 years after dredging.
Prediksi Pola Distribusi Sedimentasi Waduk Sepaku Semoi Lina Dwi Damayanti; Dyah Ari Wulandari; Sutarto Edhisono
AGREGAT Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ag.v7i2.14789

Abstract

Proses sedimentasi waduk yang diakibatkan erosi lahan Daerah Tangkapan Air (DTA) waduk maupun longsoran tebing di sekeliling area genangan merupakan permasalahan utama waduk karena dapat menganggu pengoperasian waduk dan mengurangi usia rencana waduk. Pembangunan Bendungan Sepaku Semoi di Kabupaten Penajam Paser Utara menghasilkan efek tampungan normal waduk dengan volume 10,06 juta m3 yang direncanakan sebagai sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara serta pengendalian banjir di DAS Sepaku. Waduk Sepaku Semoi yang direncanakan memiliki usia guna 50 tahun dengan tampungan mati 1,06 juta m3 tentu tidak terlepas dari permasalahan sedimentasi, sehingga diperlukan analisis untuk memprediksi besarnya volume sedimen menggunakan pendekatan erosi dan pola distribusi sedimen di seluruh permukaan waduk menggunakan metode empiris pengurangan luas (empirical area reduction method) dalam periode 50 tahun. Berdasarkan hasil analisis, selama periode 50 tahun diperoleh volume total sedimen yang masuk waduk adalah 7,69 juta m3, elevasi nol baru pada +15,78 m dengan kapasitas tampungan normal berkurang menjadi 3,77 juta m3. Hal ini mengindikasikan pengurangan volume yang signifikan sampai akhir usia guna waduk sehingga penanganan permasalahan sedimentasi di Waduk Sepaku Semoi perlu menjadi perhatian.
Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan Dan Tindakan Pengurangan Risiko Pada Bendungan Nglangon: Risk Assessment Of Dam Failure And Risk Reduction Measures At Nglangon Dam Bramantyo Herawanto; Suripin Suripin; Dyah Ari Wulandari
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2023): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v11i1.4071

Abstract

The dam failure that has been operating has a great potential to occur if the administrator does not carry out proper maintenance. Dams require proper and correct maintenance and operation which will greatly affect the safety of the dam itself. Especially for dams that have been operating for a long time, major maintenance activities including repairs and rehabilitation are urgently needed to avoid the worst conditions such as facing natural disasters. Because a dam can cause a large impact if it fails, it is necessary to have a risk assessment to analyze and evaluate the hazard of the dam. Risk research conducted at the Nglangon Dam uses the event tree method, traditional and modified ICOLD. Based on the results of individual and group extreme probability analysis, both traditional and event tree methods, the risk probability value is above the acceptable risk value threshold of 1.00E-05, which means that the Nglangon Dam requires further action. This is in line with the results of the ICOLD modified risk assessment method with classification III (high) which means that the Nglangon Dam is included in a dam that requires special attention and corrective actions to reduce the level of risk in the Nglangon Dam
Pemodelan Hujan Limpasan Menggunakan HEC-HMS pada Daerah Tangkapan Air Waduk Wonogiri Amir Hadziq Fahmi; Suripin Suripin; Dyah Ari Wulandari; Khoirul Murod
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.082 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i4.6687

Abstract

Ketersediaan data debit sangat penting dalam upaya pemanfaatan sumber daya air. Keterbatasan data menjadi kendala dalam menganalisis potensi air pada suatu wilayah sehingga perlu dilakukan pemodelan hujan limpasan. Salah satu perangkat lunak untuk memodelkan hujan limpasan adalah HEC-HMS. Model HEC-HMS dapat mensimulasikan proses hujan menjadi limpasan dengan memasukkan parameter sesuai dengan karakteristik dari suatu Daerah Tangkapan Air (DTA). Tujuan dari penelitian ini adalah membuat model hujan limpasan pada DTA Waduk Wonogiri sehingga diketahui debit yang masuk ke Waduk Wonogiri dari masing-masing subdas. Kinerja model dinilai berdasarkan parameter statistik Koefisien deterministik (R2), Nash-Sutcliff Efficiency (NSE) dan percent bias (PBIAS). Model hujan limpasan menggunakan HEC-HMS memiliki hasil yang bagus pada dua titik observasi (Ngadipiro dan Waduk Wonogiri). Pada titik observasi Ngadipiro menghasilkan nilai parameter R2 sebesar 0,793, NSE sebesar 0,721 dan PBIAS sebesar 8,721%. Sedangkan pada titik observasi Waduk Wonogiri menghasilkan nilai parameter R2 sebesar 0,803, NSE sebesar 0,792, dan PBIAS sebesar 0,122%. Sehingga model dapat digunakan untuk analisis berikutnya.