Mutiara Nur Shafira Aryandhini
Universitas Sebelas Maret

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pergeseran Makna Sumpah dalam Bahasa Indonesia Anisa Wakidah; Dian Puspitasari; Mutiara Nur Shafira Aryandhini; Kristina Wulandari
TRANSFORMATIKA Vol 3, No 2 (2019): Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.49 KB) | DOI: 10.31002/transformatika.v3i2.2044

Abstract

Oath is an official statement or a word used to prove the truth, and someone who takes an oath can make a curse for himself if it violates the pledge. But, in its use in the present era, the word oath no longer shows its sacredness but also indicates its use as slang in affirming something among young people. This research is focused on shifting the meaning of the word oath. This research is qualitative—research data in the form of sentences that contain the word oath. The data was obtained from social media, Twitter, and Facebook. Data collection methods used in the form of refer to the method of note-taking. Data analysis methods used in the form of a method of distribution with substitution techniques or dressing techniques. From this research, the result is that the word oath has a shift in meaning, expanding, or generalizing. The word oath, which was originally used as a sacred word, in the millennial era, is used as a word to convince others and express feelings.
ANALISIS WACANA KRITIS DALAM KOLOM OPINI IDNTIMES “KESEHATAN MENTAL: STIGMA, GLORIFIKASI, SELF DIAGNOSIS” Mutiara Nur Shafira Aryandhini
Nuansa Indonesia Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v24i1.71380

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis wacana kritis dari opini “Kesehatan Mental: Stigma, Glorifikasi, Self Diagnosis” yang dipublikasikan di laman IDN Times. Permasalahan yang dibahas yakni struktur teks yang mengandung tiga bentuk, dimulai dari struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Metode penyediaan data menggunakan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode penelitian yang digunakan ialah metode padan dengan alat penentu referensial. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa struktur teks wacana “Kesehatan Mental: Stigma, Glorifikasi, Self Diagnosis” dapat dikonstruksikan dengan teori Teun A. van Dijk berupa segi tematik, skematik, semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris. Tematik atau topik utama yang ditemukan dalam wacana tersebut ialah mengenai kesehatan mental. Dari bentuk skematik, wacana yang diteliti memiliki skema yang runtut, dimulai dari pendahuluan, inti, dan penutup. Semantik yakni makna yang dikonstruksikan dengan menggunakan latar, detil, maksud, dan praanggapan. Dari segi sintaksis teks wacana tersebut memiliki bentuk kalimat, koherensi, dan kata ganti yang disesuaikan dengan konteks penulis. Sementara stilistik, penulis menunjukkan pilihan kata yang dapat memperlihatkan ideologinya. Terakhir, untuk retoris, penulis memberikan penekanan-penekanan yang bersifat penting bagi teks tersebut. Kata kunci: analisis wacana kritis, Teun A. van Dijk, kesehatan mental