SYARIF RIDHO HAZIKI B41106062
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI PROSES INVENTARISASI BARANG MILIK DAERAH PADA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT B41106062, SYARIF RIDHO HAZIKI
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan barang milik daerah merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari perencanaan kebutuhan dan penganggaran, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penilaian, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan, pembinaan, pengawasan dan pengendalian, pembiayaan, dan tuntutan ganti rugi. Rangkaian kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang saling terkait satu dengan yang lain. Dan yang merupakan salah satu alat untuk melaksanakan rangkaian kegiatan pengelolaan adalah kegiatan inventarisasi barang milik daerah buku inventaris barang milik daerah yang datanya benar, lengkap dan akurat merupakan sarana informasi yang tepat bagi pelaksanaan kegiatan pengelolaan barang milk daerah secara efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan atas inventarisasi barang daerah apabila dinilai dari sisi petugas pelaksana inventarisasi maupun dalam proses pelaksanaannya. Dan juga untuk mengetahui masalah yang ditimbulkan dari hasil inventarisasi barang milik daerah yang belum berjalan dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan objek penelitiannya adalah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian yang berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan penulis terhadap Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan masih ditemukan permasalahan yang diantaranya kurang kuatnya informasi yang dihasilkan oleh user dalam hal ini pengurus maupun penyimpan barang, masih belum matang dalam teknik pengelolaan barang milik daerah, serta sering terjadinya pergantian pengurus maupun penyimpan barang tidak disertai adanya transfer of knowledge, yang menyebabkan putusnya informasi antara pengguna baru dan pengguna sebelumnya. Akibat dari hal tersebut yakni informasi yang sudah jelas kurang valid untuk diolah, yang mempengaruhi Neraca Keuangan Daerah dimasa mendatang.   Kata kunci : inventarisasi, barang milik daerah, transfer of knowledge