Ari Budiansyah B41108123
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA KEUANGAN PADA INDUSTRI PERTAMBANGAN B41108123, Ari Budiansyah
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini berjudul Analisis Laporan Keuangan Sebagai Alat Ukur Kinerja Keuangan Pada Industri Pertambangan. Bagi seorang investor, saham suatu perusahaan diminati atau tidak adalah berdasarkan pertimbangan beberapa hal seperti kinerja keuangan perusahaan. Kinerja Keuangan perusahaan merupakan hal yang sangat penting, karena bayak pihak yang memerlukan informasi terhadap kondisi keuangan perusahaan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja keuangan pada masing-masing perusahaan industri pertambangan yang diukur menggunakan rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio profitabilitas, dan rasio solvabilitas dimana sebagai pertimbangan investor untuk mengambil keputusan dalam berinvestasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan pertambangan yaitu PT Timah (Persero) Tbk, PT Antam (Persero) Tbk, PT International Nickel Indonesia Tbk, PT Indo Tambangraya Megah Tbk dan PT Petrosea Tbk periode 2009-2011. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari internet, literature, dan bacaan lainnya. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan pada kelima industri pertambangan untuk likuiditasnya cukup baik, untuk aktivitas perusahaan dalam perputaran aktiva perusahaan menunjukan nilai yang cukup rendah pada beberapa perusahaan. Begitu juga dengan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba cukup meningkat. Berdasarkan perbandingan antara total hutang dengan total aktiva menunjukan nilai yang cukup tinggi atau mengalami kenaikan, dan perusahaan dapat dikatakan solvabel karena total aktiva lebih besar daripada total hutangnya. Begitu juga dengan perbandingan total hutang terhadap total modal sendiri.