Rezky Amaliah Usman
Itkes Wiyata Husada Samarinda

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Korset Lumbal Terhadap Penurunan Nyeri Pada Penderita Nyeri Pinggang Rezky Amaliah Usman
Jurnal Sport Science Vol 11, No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um057v11i1p46-50

Abstract

ABSTRAKKorset lumbal merupakan penyangga pinggang yang bertujuan menjaga stabilitas struktur pada pinggang dan diharapkan mampu menjadi alternatif dalam menangani nyeri pinggang bawah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan korset lumbal terhadap perubahan nyeri pada penderita nyeri pinggang bawah. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin. Penelitian ini menggunakan quasy experimental dengan desain one group pretest and posttest. Sampel yang digunakan adalah total sampling dengan keluhan nyeri pinggang bawah yang datang berobat di Poli Fisioterapi Rumah Sakit pendidikan Unhas Makassar selama penelitian berlangsung. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan cara pengambilan data primer menggunakan VAS (Visual Analog Scale) berupa pengukuran tingkat nyeri sebelum dan sesudah pengguanan korset lumbal. Analisis data dilakukan dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan tingkat nyeri terbanyak pada pre-test adalah kategori Kurang Nyeri (3,0 – 4,9Cm) dan Nyeri (5,0 – 5,9Cm) yakni 11 responden (44.0%) dan tingkat nyeri paling sedikit adalah kategori sangat nyeri (9,0-10,0) yakni 0 (tidak ada). Sedangkan tingkat nyeri terbanyak pada post-test adalah kategori Kurang Nyeri (3,0 – 4,9Cm)  yakni sebanyak 16 responden (64.0%) sedangkan paling sedikit yakni kategori Lebih Nyeri dan Sangat Nyeri yakni(9,0-10,0) yakni 0 (tidak ada) responden. Hasil Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001 atau nilai p<0,05.Terdapat pengaruh lumbal korset terhadap perubahan nyeri pinggang pada penderita nyeri pinggang bawahKata Kunci : nyeri, nyeri pinggang bawah, korset lumbal. 
SOSIALISASI HIDUP SEHAT DI TENGAH WABAH VIRUS CORONA Rezky Amaliah Usman
Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Abdimas Medika
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.287 KB)

Abstract

Masuknya virus tersebut sangat mungkin terjadi melalui pintu-pintu gerbang di beberapa wilayah Indonesia. Langkah-langkah telah dilakukan oleh pemerintah untuk dapat menyelesaikan kasus yang luar biasa ini, salah satunya adalah dengan mensosialisasikan gerakan Social Distancing. Konsep ini menjelaskan bahwa untuk dapat mengurangi bahkan memutus mata rantai infeksi covid -19, seseorang harus menjaga jarak aman dengan manusia lainnya minimal 2 meter, dan tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain, serta menghindari pertemuan massal.Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan dalam mengantisipasi penyebaran covid-19. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi hidup bersih untuk mengantisipasi pencegahan penyebaran virus. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah warga Kelurahan Air Hitam memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 serta lebih waspada dan tenang dalam menghadapi pandemi yang sedang berlangsung.
Validitas Reliabilitas Kuesioner BCTQ Indonesia pada Dokter Gigi CTS: Studi Cross-Sectional Samarinda Wahyuni Dwi Cahya; Sulfandi Sulfandi; Rezky Amaliah Usman; Ashifa Quamila
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v5i2.7671

Abstract

The Boston Carpal Tunnel Questionnaire (BCTQ) is a leading instrument for assessing symptom severity and functional status in Carpal Tunnel Syndrome (CTS), yet evidence of its validity among dentists in Indonesia remains limited. This cross-sectional study involved 55 dentists with confirmed CTS (positive Phalen and Tinel tests) in Samarinda who self-administered the Indonesian version of the BCTQ (11-item Symptom Severity Scale and 8-item Functional Status Scale). Construct validity was tested using Pearson correlation and internal reliability using Cronbach’s alpha. Subjects comprised 44 females (80.0%) and 11 males (20.0%) with a mean age of 44.7 years. All 11 Symptom Severity Scale items had correlation coefficients of 0.486–0.789 (p<0.01) and the 8 Functional Status Scale items 0.492–0.827 (p<0.01), all exceeding the critical r table value (0.266). Cronbach’s alpha was 0.884 for the Symptom Severity Scale and 0.870 for the Functional Status Scale, both classified as excellent. Therefore, the Indonesian version of the BCTQ is valid and reliable for use among dentists with CTS and is recommended as a screening and treatment outcome evaluation tool in this high-risk population.