VIVI DEVIYANTI B51110125
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Sistem Pengendalian Intern Pemberian Kredit Pada PT. Internusa Tribuana Citra Multi Finance Cabang Pontianak B51110125, VIVI DEVIYANTI
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini berjudul Analisis Sistem Pengendalian Intern Pemberian Kredit pada PT. Internusa Tribuana Citra Multi Finance Cabang Pontianak yang bertujuan untuk mengetahui apakah di dalam pengendalian intern yang dilakukan oleh perusahaan sudah efektif dilakukan dan dapat meningkatkan profit serta penjualan perusahaa dan faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya tunggakan. PT. ITC Finance cabang Pontianak merupakan perusahaan pembiayaan yang bergerak dibidang pembiayaan kendaraan yang dikhususkan kendaraan niaga dan pribadi, dengan motto Mitra Setia Anda Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang menggambarkan keadaan objek yang diteliti berdasarkan fakta dan data yang ada, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner, pengamatan, dan studi kepustakaan. Alat analisis data yang digunakan adalah struktur organisasi, internal control questionnaires (ICQ), flowchart, dan compliance test. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem pengendalian intern pada PT. ITC Finance cabang Pontianak cukup efektif. Hal ini dapat dilihat dari hasil internal control questionnaires (ICQ) dimana diperoleh diperole jawaban Ya sebanyak 73,33% dan jawaban Tidak sebanyak 26,67%. Adapun Adapun faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tunggakan berdasarkan ICQ yaitu prosedur administrasi tidak seluruhnya tersusun secara tertulis, sehingga dalam pelaksanaannya dapat saja menyimpang dari prosedur yang benar, serta adanya pemalsuan data debitur oleh surveyor dan tidak adanya verifikasi atas kebenaran dari data-data debitur yang diserahkan oleh surveyor dan dari hasil Compliance test ditemukan beberapa dokumen debitur yang tidak memenuhi persyaratan administrasi. Berdasarkan kelemahan-kelemahan yang ada dan faktor-faktor penyebabnya, maka saran yang dapat penulis berikan adalah Dalam melakukan survey kepada calon debitur, sebaiknya surveyor memverifikasi data-data debitur agar dikemudian hari apabila terdapat masalah maka pihak perusahaan dapat meminta pertanggung jawaban dari surveyor yang bersangkutan atas keaslian data tersebut, serta lebih memperhatikan kondisi calon debitur tersebut apakah sudah memenuhi persyaratan atau tidak sehingga layak diberikan pembiayaaan. Diharapkan dengan calon debitur yang berkualitas, maka jumlah piutang yang tidak tertagih akan semakin kecil.