Dian Mayasari
Purwosari senior high school

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS METAKOGNISI SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN HIPOCRATES Dian Mayasari
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika
Publisher : FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.166 KB) | DOI: 10.17977/um076v3i12019p34-39

Abstract

Salah satu aspek yang harus dikuasai siswa agar bisa menyelesaikan suatu masalah matematika adalah metakognisi. Metakognisi adalah pengetahuan dan kesadaran seseorang tentang proses berpikir serta kemampuannya dalam mengontrol proses berpikirnya tersebut. Beberapa penelitian menunjukkan tipe kepribadian yang berbeda maka menunjukkan kesulitan metakognisi yang berbeda. Hipocrates mengelompokkan kepribadian manusia menjadi empat golongan, yaitu koleris, sanguinis, plegmatis, dan melankolis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis metakognisi siswa dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari tipe kepribadian koleri, sanguinis, plegmatis, dan melankolis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Adapun instrumen yang digunakan yaitu tes penggolongan tipe kepribadian, tes tertulis, dan wawancara. Hasil analisis data tes tertulis dan analisis data hasil wawancara dibandingkan atau ditriangulasi untuk mendapatkan data yang valid. Prosedur penelitian di awali dengan tes penggolongan tipe kepribadian untuk mendapatkan masing-masing dua siswa yang bertipe koleris dominan, sanguinis dominan, plegmatis dominan, dan melankolis dominan. Setelah itu siswa mengerjakan soal yang diberikan dan siswa diwawancara agar didapatkan data yang sesuai. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu siswa bertipe koleris melakukan metakognisi pada ketiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Namun sifat siswa yang merasa selalu benar ditemukan siswa yang salah dalam menjawab soal yang diberikan. Siswa bertipe sangunis melakukan metakognisi pada tahap perencanaan saja. Siswa tidak mengetahui langkah apa yang harus diambil dan siswa tidak bisa mengontrol sifatnya yang tidak cermat dengan tidak meneliti kembali setiap langkah penyelesaian dan jawaban yang diperoleh. Siswa bertipe plegmatis dapat menyelesaikan masalah yang diberikan dengan selesaian yang singkat. Siswa melakukan metakognisi pada tahap perencanaan namun kurang baik pada tahap pelaksaanan dan evaluasi. Siswa menyelesaikan soal dengan waktu yang lama dan malas untuk memeriksa kembali jawaban. Siswa bertipe melankolis melakukan metakognisi baik pada tahap perencanaa, pelaksanaan, dan evaluasi karena sifatnya yang cermat, teliti, dan perfeksionis. Kata Kunci: Metakognisi, Pemecahan Masalah, Tipe Kepribadian