Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Positive Mental Health Literacy in Adolescent and Young Adult Estherita Estherita; Anita Novianty
Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA Vol 13, No 2 (2021): ANALITIKA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/analitika.v13i2.5053

Abstract

Pengetahuan mengenai cara mendapatkan dan memelihara kesehatan mental yang baik dianggap lebih efektif untuk dapat mengatasi tekanan psikologis, bahkan untuk mencegah gangguan mental. Hal ini dapat dicapai dengan memiliki literasi kesehatan mental positif. Literasi kesehatan mental positif adalah pengetahuan dan keyakinan untuk mendapatkan dan menjaga kesehatan mental yang baik atau positif. Tujuan penelitian ini adalah meninjau literasi kesehatan mental positif pada remaja dan dewasa awal. Jumlah partisipan adalah 362 orang berusia 13-33 tahun. Hasilnya menunjukkan nilai yang tinggi pada literasi kesehatan mental positif (M = 49.7 SD = 7.31). Hal ini berarti remaja dan dewasa awal memiliki pengetahuan mengenai cara mendapatkan dan menjaga kesehatan mental yang baik. Hasil t-test dan analisis ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada literasi kesehatan mental positif berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin, tempat lahir, pendidikan, dan status tinggal bersama orang tua. Perbedaan literasi kesehatan mental positif berdasarkan keadaan keuangan ditemukan dalam penelitian ini.
Motivasi Mengatur Perilaku Makan dan Kecenderungan Gangguan Makan pada Remaja yang Diet Oktavia Kristantia Maranatha; Anita Novianty
JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/insight.v6i2.62849

Abstract

Diet merupakan usaha menurunkan berat badan yang banyak dilakukan oleh remaja dengan berbagai alasan. Akan tetapi, alasan diet tertentu dapat membuat remaja mengatur perilaku makannya secara berlebihan, sehingga mengarah menjadi kecenderungan gangguan makan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara motivasi mengatur perilaku makan dengan kecenderungan gangguan makan pada remaja yang melakukan diet. Hipotesis pada penelitian ini terdapat hubungan positif yang signifikan antara motivasi yang tidak ditentukan sendiri dengan kecenderungan gangguan makan, dan hasil sebaliknya pada motivasi yang ditentukan sendiri. Penelitian ini menggunakan kuesioner online kepada 47 remaja (11 laki-laki, 36 perempuan), dengan kisaran usia 12-22 tahun yang sedang diet. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi mengatur perilaku makan yang ditentukan sendiri dan tidak ditentukan sendiri dengan kecenderungan gangguan makan. Akan tetapi, ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara bentuk pengaturan terintrojeksi dan teridentifikasi dengan kecenderungan gangguan makan.
IMPLEMENTASI MODUL LITERASI DASAR KESEHATAN MENTAL REMAJA MELALUI PENELITIAN TINDAKAN: Implementation of Adolescent's Mental Health Literacy Module: An Action Research Kathleen Rachel; Anita Novianty
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 7 No 1 (2023): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v7i1.3726

Abstract

Mental disorders are still a serious problem in Indonesia, particularly among adolescents. Until today, there’s an increase in psychological issues, i.e., anxiety, depression, trauma, and suicide. This community service project intended to identify the changes in the participants’ knowledge criteria before and after the implementation stage of the mental health literacy module. The module components that are implemented are stress identification, emotion perceptions, introduction to mental health issues, mental health diagram, mental health diagnosis, and the concept of mental health literacy. The participants in this community service project are students of a private middle school (n=12) and high school students (n=281) in DKI Jakarta. The design of the community service project is based on participatory action research. Data analysis uses the descriptive quantitative approach. It was found that the main cause of stress was academics for 58,36%, Stress labeling in the form of negative feelings for 23.39%, and 36.13% of the participants were able to correctly write down idioms of mental health states. The data indicate a common problem in adolescents’ management of academic responsibilities as it is a major stress source. With the low percentage of participants understanding the use of mental health states’ idioms, it is necessary for a thorough assessment of mental health literacy modules implementation techniques. Even though improvements must be made to the process of labeling abnormal situations, the participants showed the capability to acknowledge abnormal situations they experienced in their daily lives.
HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL BERLEBIH DAN GEJALA GANGGUAN MENTAL PADA USIA DEWASA AWAL Sheyla Julliezsa Elya; Anita Novianty; Johana E Prawitasari
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v8i1.20715

Abstract

Penggunaan media sosial berlebih berfokus pada kondisi individu yang menghabiskan sebagian waktunya untuk membuka media sosial. Hal itu disebabkan oleh pikiran serta keinginan tidak terkontrol sehingga, menyebabkan terganggunya aspek kehidupan. Dampak negatif  yang timbul seperti, perubahan raut wajah, emosional hingga timbulnya gejala depresi serta kecemasan yang dinamakan sebagai gejala gangguan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial berlebih    dengan gejala  gangguan mental pada kelompok usia dewasa awal. Penelitian ini melibatkan pengguna media sosial dengan rentang usia 20-30 tahun. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner online yang berisi item Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21) untuk mengukur gejala gangguan mental dan Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS) yang digunakan untuk mengukur penggunaan media sosial berlebih. Analisis data dalam penelitian menggunakan pearson product moment untuk data yang berkontibusi normal dan spearman untuk data yang tidak berkontribusi normal. Menghasilkan adanya hubungan positif antar depresi dengan penggunaan media sosial berlebih (r = 0.427, p 0.05), kecemasan dengan penggunaan media sosial berlebih (r = 0.238, p 0.05) dan stres dengan penggunaan media sosial berlebih (r = 0.295, p 0.05. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin individu menggunakan media sosial berlebih maka semakin meningkat gejala  gangguan mental.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DAN GEJALA GANGGUAN MENTAL Laura Airin Davita; Anita Novianty; Johana E Prawitasari
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v8i1.20713

Abstract

Abstrak Kesehatan mental menjadi perhatian bagi berbagai pihak. Namun, gejala gangguan mental seperti depresi dan kecemasan rentan dialami oleh mahasiswa karena adanya stres yang tidak ditangani dengan tepat. Kualitas tidur memiliki efek terhadap kesehatan mental mahasiswa, yang tidak berkualitas dapat meningkatkan kecenderungan mengalami gejala gangguan mental. Studi ini berfokus pada hubungan kualitas tidur dan gejala gangguan mental pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Penelitian ini menggunakan analisis korelasional pearson dan spearman. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan depresi, kecemasan, dan stres. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan intervensi yang lebih efektif dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa. Penelitian ini diharapkan dapat menyadarkan kembali mahasiswa bahwa kualitas tidur merupakan hal yang penting untuk mengurangi kecenderungan mengalami gejala gangguan mental.  Kata Kunci: Kualitas Tidur, Depresi, Kecemasan, Stres, Mahasiswa  AbstractMental health is a concern for many parties. However, symptoms of mental disorders such as depression and anxiety are prone to be experienced by students due to stress that is not handled properly. Sleep quality affects students' mental health, which can increase the tendency to experience symptoms of mental disorders. This study focuses on the relationship between sleep quality and symptoms of mental disorders in students. This study uses a quantitative approach with a correlational research design. This study uses Pearson and Spearman correlational analysis. The findings of this study indicate a significant relationship between sleep quality and depression, anxiety, and stress. This study is expected to be the basis for developing more effective interventions supporting students' mental health. This study is expected to re-awaken students to the fact that sleep quality is important to reduce the tendency to experience symptoms of mental disorders. Keywords: Sleep Quality, Depression, Anxiety, Stress, University Students