This Author published in this journals
All Journal Semantik
Imam M. Shofi
Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta 15412

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN MODUL ”PENGELOLAAN PENGINAPAN” PADA ”SISTEM PENDIDIKAN DAN LATIHAN” DENGAN FRAMEWORK GOALSSKILLS- PREFERENCES (GSP) Imam M. Shofi; Dwi Wahyudi
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.832 KB)

Abstract

Ukuran keberhasilan suatu sistem software ditentukan seberapa besar sistem software itu memenuhi/sesuai dengan tujuannya. Requirement Engineering (RE) merupakan proses untuk menemukan tujuan tersebut, sedangkan Analisis Kebutuhan (Requirements Analysis) merupakan salah satu aktifitas yang harus dilakukan dalam RE tersebut. Salah satu pendekatan dalam RE yang saat ini berkembang sangat pesat adalah Goal Oriented Requirements Engineering (GORE), dimana Goals-Skills-Preferences (GSP ) merupakan salah satu framework dalam GORE yang mendukung kustomisasi pada saat merancang software (software design). Dengan kata lain, GSP mendukung variability dalam analisis dan perancangansoftware. Setidaknya terdapat 47 Aplikasi Kepemerintahan di Indonesia, diantaranya adalah Sistem Pendidikan danLatihan(SIMDIKLAT), dimana salah satu modul yang mendukung SIMDIKLAT adalah ”Pengelolaan Penginapan”. Karena banyaknya instansi/lembaga pemerintah yang memerlukan SIMDIKLAT, maka SIMDIKLAT yang dikembangkan terdapat bagian-bagian yang bersifat commonality (sama antara satu lembaga dengan yang lain) dan ada yang bersifat variability (beda/khusus untuk lembaga tertentu).Tulisan ini menjelaskan proses Analisis Kebutuhan dengan framework GSP pada modul ”Pengeloaan Penginapan” tersebut dengan studi kasus pada Pusat TIK Nasional (PUSTIKNAS) KEMKOMINFO. Dari hasil Analisis Kebutuhan ini, dapat memberikan beberapa alternatif perancangan softwarenya,sehingga dapat disesuikan perancangannya jika nantinya ingin diterapkan pada modul yang sejenis lainnya dengan tanpa/sedikit melakukan analisis kebutuhan lagi.Kata kunci : Requirement Engineering (RE), Goal Oriented Requirement Engineering (GORE), AplikasiKepemerintahan, Goals-Skills-Preferences (GSP) Framework, Sistem Pendidikan dan Latihan.
KLASIFIKASI METODE GOAL ORIENTED REQUIREMENT ENGINEERING (GORE) DAN KEMUNGKINANNYA UNTUK MENGEMBANGKAN APLIKASI KEPEMERINTAHAN Imam M. Shofi; Eko K. Budiardjo
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.238 KB)

Abstract

Ukuran keberhasilan suatu sistem software ditentukan seberapa besar sistem software itu memenuhi/sesuai dengan tujuannya. Requirement Engineering (RE) merupakan proses untuk menemukan tujuan tersebut. Salah satu pendekatan dalam RE yang saat ini berkembang sangat pesat adalah Goal OrientedRequirements Engineering (GORE), karena GORE melengkapi kekurangan pada pendekatan tradisional yang lebih menekankan pada pemodelan low-levelnya, dimana GORE pada high levelnya juga. Goal adalah kondisi/keadaan yang ingin dicapai oleh pemangku kepentingan (stakeholder) suatuperusahaan/organisasi/sistem. Terdapat 3 level/tingkatan dari goal, yaitu: highest level, high level, dan low level. Sedangkan cara/teknik mengidentifikasi goal ada beberapa, diantara yang disarankan adalah mengekstrak dari pernyataan-pernyataan resmi (intentional statements) berdasarkan: transkrip interview,kebijakan perusahaan (enterprise policies), visi dan misi perusahaan (enterprise mission statements), sasaran perusahaan (enterprise goals), diagram workflow, dan skenario yang ditulis stakeholder. Sedikitnya telah terdapat 17 metode dalam GORE, diantaranya juga ada metode yang merupakangabungan maupun pengembangan dari metode-metode yang lain. Dari hasil klasifikasi metode GORE yang telah dilakukan terhadap aktifitas REnya, terlihat bahwa masing-masing metode mempunyai kelebihan dan kekurangan serta titik berat tersendiri. Walaupun tidak dinyatakan secara implisitmendukung strategi e-Government, sebagian besar instansi pemerintah telah mempunyai dokumen resmi/peraturan baku (dalam bentuk peraturan pemerintah) yang berisi visi, misi, tugas pokok dan fungsi, maupun peraturan-peraturan lainnya yang lebih detil. Sehingga GORE sangat cocok untukmengembangkan Aplikasi Kemerintahan. Aplikasi kepemerintahan juga mempunyai karakteristik khususjika dibandingkan dengan aplikasi enterprise/bisnis pada umumnya, yaitu pada goal/sasaran/orientasinya. Kalau aplikasi bisnis lebih berorientasi pada profit/keuntungan sedangkan service/pelayanan merupakan pendukungnya, maka aplikasi kepemerintahan lebih berorientasi pada pelayanan sedangkan keuntungan hanya sebagai pendukung. Untuk itu, perlu dikembangkannya metode GORE untuk mengembangkanaplikasi kepemerintahan.Kata kunci : Requirement Engineering (RE), Goal Oriented Requirement Engineering (GORE), AplikasiKepemerintahan