Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Integrated System

Perencanaan Produksi Minyak Biji Kapuk di PT. Singa Mas Anugerah Berkah Christian Adi Wibowo; Teguh Oktiarso
Journal of Integrated System Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v1i2.1200

Abstract

Singa Mas Anugerah Berkah adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi minyak nabati berbahan dasar biji kapuk. Perencanaan produksi di perusahaan ini dinilai kurang karena proses produksi dan sumber daya yang ada belum terintegrasi dengan baik. Perencanaan produksi merupakan kegiatan untuk menentukan jumlah produk yang harus diproduksi untuk memenuhi permintaan pasar. Perencanaan produksi agregat dilakukan untuk mengetahui berapa banyak produk yang harus diproduksi dengan mempertimbangkan sumber daya yang ada. Peramalan permintaan dilakukan untuk mengetahui perkiraan permintaan pada periode yang akan datang. Metode yang terpilih adalah regresi linear karena permintaan cenderung menurun setiap tahunnya. Hasil dari penelitian ini adalah jadwal induk produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Kata kunci: perencanaan produksi, perencanaan agregat, jadwal induk produksi
Perancangan Tata Letak Lantai Produksi Baru dengan Metode Systematic Layout Planning Retty Chaterin Siahaan; Teguh Oktiarso
Journal of Integrated System Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v1i2.1201

Abstract

CV Ika Raya Sentausa adalah industri yang bergerak dalam bidang makanan. Produk yang dihasilkan yaitu saus sambal, saus manis, kecap, dan tepung tapioka. Area pabrik terdiri dari kantor utama, lantai produksi, dan packing tepung tapioka. Pemilik ingin memindahkan area lantai produksi ke area packing tepung tapioka dikarenakan jumlah produksi saus sambal, saus manis, dan kecap belum mencapai target penjualan perusahaan. Selain itu, luas packing lantai produksi saat ini masih belum dimaksimakanl. Berdasarkan masalah tersebut digunakan metode Systematic Layout Planning supaya dapat menghitung luas lantai produksi yang dibutuhkan pada area baru, membantu perusahaan dalam mengusulkan layout alternatif baru pada area packing tepung tapioka dan memilih jarak aliran material terkecil dari produksi saus sambal, manis, dan kecap. Pada layout lantai produksi saat ini, jarak aliran material pada saus sebesar 78,53 m dan kecap sebesar 108,45 m dengan luas sebesar 830 m². Setelah melakukan langkah-langkah dalam metode Systematic Layout, maka dibuat tiga alternatif layout usulan yang memiliki jarak aliran material lebih kecil dibanding awal. Diantara ketiga layout, terpilihlah layout alternatif III karena memiliki jarak aliran material yang lebih sesuai dibanding usulan lainnya dengan jarak aliran material saus sebesar 77,3689725 m dan kecap sebesar 62,08776 m dengan luas yang dibutuhkan sebesar 1.056,44255 m². Kata kunci: Jarak Aliran Material, Kebutuhan Luas Area, Systematic Layout Planning
Penjadwalan Produksi Dengan Algoritma Dannenbring dan Branch and Bound pada Produksi Atap Galvalum Di PT NS Bluescope Lysaght Indonesia Muhammad Irsyad; Teguh Oktiarso
Journal of Integrated System Vol. 3 No. 2 (2020): Journal of Integrated System Vol. 3 No. 2 (Desember 2020):
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v3i2.2773

Abstract

PT NS Bluescope Lysaght Indonesia memiliki permasalahan yaitu masih terjadi keterlambatan dalam menyelesaikan pemesanan untuk memenuhi permintaan konsumen. Maka dari itu, diperlukannya penjadwalan yang paling optimal digunakan sebagai urutan proses produksi, sehingga dapat mengurangi resiko keterlambatan penyelesaian produk pesanan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil terbaik dengan nilai makespan terkecil dari hasil urutan menggunakan metode Branch and Bound dan Dannenbring, sehingga dapat menentukan metode terbaik diantara kedua metode dan dapat diterapkan di PT NS Bluescope Lysaght Indonesia. Pengolahan berawal dari data yang telah diuji keseragaman dan uji kecukupan data serta performance rating untuk mendapatkan waktu standar sebagai dasar, yang selanjutnya dihitung menggunakan metode Branch and Bound dan Dannenbring. Berdasarkan penjadwalan yang telah dilakukan dengan metode Branch and Bound menghasilkan nilai makespan yang lebih kecil dari pada metode Dannenbring sebesar 639,580 detik dengan urutan proses 1-4-3-2. Metode ini, mampu mengurangi makespan 80,420 detik atau mampu mengurangi 11,169% dari kondisi awal. Dengan demikian metode ini dapat diterapkan oleh PT NS Bluescope Lysaght Indonesia untuk menyusun penjadwalan produksinya pada pembuatan galvalum jenis Krip-Lok, Trimdek Optima, Spandek, dan Smartdek dan dapat diterapkan juga menyusun penjadwalan produksi pada jenis produk yang lain untuk mengurangi waktu produksi. Kata kunci: branch and bound; dannenbring; flow shop; penjadwalan produksi