Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Surau Sebagai Ruang Publik Permukiman Dengan Pendekatan Tanggap Covid-19 Studi Kasus: Surau Nurul Jannah, Purnama, Pontianak, Kalimantan Barat Achmad Eko Yanuar; Mochamad Hilmy; Muhammad Subhansyah Ikram; Caesar Destria
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol 5 No 1 (2021): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v5i1.2493

Abstract

Kegiatan Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk memberikan usulan konsep desain renovasi Surau Nurul Jannah sebagai ruang publik permukiman yang mampu tanggap terhadap kondisi wabah pandemi Covid-19 yang sedang dialami masyarakat dunia. Kondisi surau yang telah banyak mengalami kerusakan secara fisik dan tuntutan kebutuhan terhadap ruang publik sebagai tempat interaksi sosial warga permukiman diharapkan mampu teratasi dengan adanya kegiatan PPM ini. Adapun metode yang dilakukan dalam PPM ini ialah dengan pengumpulan data dan referensi terkait ruang publik yang tanggap Covid-19, analisis data dan perumusan konsep desain (bangunan dan ruang luar) serta pengembangan rancangan. Hasil akhir yang diharapkan dari PPM ini ialah menghasilkan produk desain renovasi bangunan dan ruang luar Surau Nurul Jannah sebagai ruang publik yang tidak hanya memperhatikan aspek-aspek perancangan arsitektur dan ruang luar namun juga aspek-aspek kebersihan dan kesehatan sehingga mampu tanggap terhadap wabah Covid-19. Manfaat lain dari PPM ini ialah Surau Nurul Jannah mampu menjadi purwarupa bangunan dan ruang publik lainnya, khususnya surau / mushalla ataupun masjid di tempat lain
PENGARUH SETTING RUANG TERBUKA TERHADAP POLA SEBARAN OJEK ONLINE DI KOTA PONTIANAK Fery Kurniadi; Estar Putra Akbar; Caesar Destria
Jurnal Arsitektur GRID Vol 2, No 1 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v2i1.375

Abstract

Perkembangan Kota tidak luput dari segala aktivitasnya yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat.Berkembangnya teknologi memungkinkan kemudahan dalam segala hal dan lintas sektoral sosialpolitik dan ekonomi. Masuknya Ojek Online di Kota Pontianak membuat suatu wajah baru sistemtransaksi ekonomi dan memberi kemudahan masyarakat dalam aktivitasnya. Dan hal inimemunculkan perilaku baru yaitu munculnya ruang-ruang terbuka yang digunakan sebagai tempatmangkal atau aktivitas menunggu para Ojek online. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktorsetting ruang apa saja yang mempengaruhi sebaran para Ojek Online diruang-ruang terbuka KotaPontianak. Metode yang digunakan adalah Behavior Mapping , untuk melihat keterkaitan antaravariabel Setting Ruang dengan setting perilaku terhadap pola sebaran Ojek online di Kota Pontianak.Hasil penelitian ini adalah secara setting makro terdapat lima pola sebaran Ojek Online yaitu : 1)Dekat dengan fasilitas umum seperti masjid, sekolah, 2) Dekat dengan fasilitas tempat makan/restoran,3) Dekat dengan pusat perbelanjaan dan kantor, 4) Berada di ruang terbuka yang tidak teridentifikasiaktivitasnya, 5) menyatu dengan kegiatan informal. Faktor yang mempengaruhi secara SettingMikrodipengaruhi elemen fix seperti ketersediaan parkir dan peneduh, semi fix tidak menjadi pertimbangandalam menentukan tempat pemesanan, dan non- fix muncul ruangberkumpul baru dia area yang tidakterdapat aktivitas atau masuk dalam bagian setting yang sudah ada.
POLA SEBARAN TERITORI PKL DI RUANG TERBUKA UNIVERSITAS TANJUNGPURA Estar Putra Akbar; Caesar Destria; Dewi Ria Indriana
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 10, No 1 (2023): April
Publisher : Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v10i1.60806

Abstract

Kawasan Universitas Tanjungpura menjadi bagian dari ruang terbuka Kota Pontianak saat ini mulai ramai dikunjungi masyarakat, peningkatan jumlah kunjungan ini terlihat jelas sejak mulai ditatanya taman-taman yang berbatasan langsung dengan ruang terbuka Untan yaitu Taman Sepeda. Disisi lain ini memberikan dampak positif yaitu warga dan masyarakat kota Pontianak memiliki area ruang terbuka yang nyaman dikunjungi, namun disisi lain keberadaan ruang terbuka ini juga mendatangkan sektor informal seperti PKL. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola sebaran ruang yang dibentuk oleh PKL di sepanjang kawasan Untan khususnya koridor jalan Auditorium Untan (Jln Moh Isja), dan faktor seting apa saja yang berperan di dalamnya, dan hasil penelitian ini dapat menjadi bagian rekomendasi awal dalam penataan PKL di Kawasan Untan. Metode pengamatan yang digunakan yaitu Behavior Mapping, place centered Mapping, dengan menggunakan variabel  bebas yaitu bentuk ruang dan variabel terikat yaitu elemen seting dan teritori sebagai amatan penelitian. Hasil penelitian ditemukan bawah pola sebaran teritori PKL adalah di sepanjang Streets atau jalan di depan Auditorium Untan (Jln Moh Isja) yang sebelumnya relatif rendah tingkat lalu lintas kendarannya atau merupakan jalur alternatif masuk kawasan untan, dan penanda ruang PKL yang digunakan yaitu seting yang sifatnya semi-fix seperti gerobak, payung dan tenda. TERRITORY DISTRIBUTION PATTERNS OF STREET VENDORS IN UNIVERSITAS TANJUNGPURA OPEN SPACE Universitas Tanjungpura/Tanjungpura University (Untan) area, which is part of the open space of Pontianak City, is currently starting to get crowded with people. The increase in the number of visits has been evident since the arrangement of parks directly adjacent to Untan's open space, namely the Bicycle Park. On the other hand, this has a positive impact, namely, the residents and people of Pontianak have an open space area that is comfortable to visit. Still, on the other hand, this open space also invites the informal sector, such as street vendors. This study aims to identify the spatial distribution pattern formed by street vendors along the Untan area, especially the Untan Auditorium road corridor (Jln Moh Isja). What setting factors play a role in it, and the results of this study can be part of the initial recommendations in structuring street vendors in Untan area. The observation method used is Behavior Mapping, place-centered Mapping, using the independent variables, namely the form of space, and the dependent variable, namely the elements of the setting and territory, as research observations. The results of the study found that the street vendors' territorial distribution pattern was along Streets or the road in front of the Untan Auditorium (Jln Moh Isja), which previously had a relatively low level of vehicle traffic or was an alternative route to enter the camel area, and the street vendor space markers used were semi-dark settings. -fixes such as carts, umbrellas, and tents.
Ecopark Berbasis Keberlanjutan pada Hutan Albasia di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya Andhika Putra Noer Virgiawan; Muhammad Hidayat; Caesar Destria
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 9 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v9i2.16297

Abstract

The decline in the environmental quality of tourism locations in the development and management system is one of the main factors that make tourist destinations no longer attractive to the public. This study aims to design a transition from a forest tourism that is experiencing environmental degradation to an Ecopark through a tourism and sustainability concept. This way, the current environmental content can have alternative solutions. The implementation of the research in this case uses several methods including case studies, surveys, data processing, analysis, spatial program analysis and concepts in the form of design visualization. The research location is in the Albasia Forest in Kuala Dua Village, Kubu Raya Regency, which is a productive forest from an industry that was converted into a village tourism location. This study focuses on an environmental issue that is raised in order to encourage aspects of sustainability in the Albasia Forest itself and its surrounding environment. The conclusion of this design is to create a public space with an Ecopark basis as an effort to restore the identity of a public tourism space that is oriented towards improving the environment to activity spaces and can be a reference for local governments or local figures for subsequent designs.
Studi Pengembangan Kawasan Terbuka Publik Tepian Air pada Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Sintang Ragil Faza Erando; Caesar Destria; Ridho Fajar Abuyahman
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 9 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v9i2.16311

Abstract

Space is a place that includes land space, sea space, air space, which is an area where humans and other living creatures carry out activities and maintain survival (UU No. 26 of 2007 concerning spatial planning). Open spaces are spaces in the city that are wider in the form of areas or elongated areas/lanes and in their use are open without buildings (Dinas Pekerjaan Umum, 2008). Public space itself is an important element that must exist in every city/district, which can be in the form of parks, sports venues, plazas and recreation parks. Sintang Regency is one of the regencies in West Kalimantan. Sintang Regency has great potential in terms of culture, tourism, and also the need for public open space. The people of Sintang Regency certainly need a place or space to carry out various activities ranging from sports, space for recreation or relaxing. One of the public open spaces in Sintang Regency is Bungur Beach Kapuas Sintang Park, which is a public open space area located on the water's edge and in the middle of the government center of Sintang Regency. And purpose of this research was to find solutions to problems related to the need for Waterfront public space in the central government area of ​​Sintang Regency.
Pengaruh Setting Ruang Terbuka Terhadap Pola Sebaran Ojek Online di Kota Pontianak Fery Kurniadi; Estar Putra Akbar; Caesar Destria
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 2, Nomor 1 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v2i1.16

Abstract

Perkembangan Kota tidak luput dari segala aktivitasnya yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat. Berkembangnya teknologi memungkinkan kemudahan dalam segala hal dan lintas sektoral sosial politik dan ekonomi. Masuknya Ojek Online di Kota Pontianak membuat suatu wajah baru sistem transaksi ekonomi dan memberi kemudahan masyarakat dalam aktivitasnya. Dan hal ini memunculkan perilaku baru yaitu munculnya ruang-ruang terbuka yang digunakan sebagai tempat mangkal atau aktivitas menunggu para Ojek online. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor setting ruang apa saja yang mempengaruhi sebaran para Ojek Online diruang-ruang terbuka Kota Pontianak. Metode yang digunakan adalah Behavior Mapping , untuk melihat keterkaitan antara variabel Setting Ruang dengan setting perilaku terhadap pola sebaran Ojek online di Kota Pontianak. Hasil penelitian ini adalah secara setting makro terdapat lima pola sebaran Ojek Online yaitu : 1) Dekat dengan fasilitas umum seperti masjid, sekolah, 2) Dekat dengan fasilitas tempat makan/restoran, 3) Dekat dengan pusat perbelanjaan dan kantor, 4) Berada di ruang terbuka yang tidak teridentifikasi aktivitasnya, 5) menyatu dengan kegiatan informal. Faktor yang mempengaruhi secara Setting Mikro dipengaruhi elemen fix seperti ketersediaan parkir dan peneduh, semi fix tidak menjadi pertimbangan dalam menentukan tempat pemesanan, dan non- fix muncul ruangberkumpul baru dia area yang tidak terdapat aktivitas atau masuk dalam bagian setting yang sudah ada.