This Author published in this journals
All Journal VISIKES
Lily Kresnowati
Universitas Dian Nuswantoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BAYI DAN BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOYOSO SEMARANG Niken Puji Lestari; Lily Kresnowati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 1 (2014): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.319 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v13i1.1120

Abstract

Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, penderita ISPA khususnya pneumoniapada usia < 1 th pada tahun 2011 ini mengalami kenaikan 152 kasus dari 1.448 menjadi1.600 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jumlah penderita ISPA pada bayi dan balitadi Puskesmas Purwoyoso tahun 2012 (Januari – Oktober) mencapai 2088 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor risiko apa saja yang berhubungan dengan kejadianISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Purwoyoso tahun 2013.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dengan jenis penelitianexplanatory research dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 66responden. Teknik uji sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah consecutive sampling,uji chi square dan uji fisher exact.Hasil analisa univariat menunjukkan responden yang menderita ISPA 69,7%, dengan kategoriPneumonia 4,3%, status imunisasi lengkap 89,4%, status gizi sedang - lebih 63,7%,pemberian ASI eksklusif 12,1%. Analisa bivariat menunjukkan ada hubungan antara statusgizi (p=0,017) dan pemberian ASI eksklusif (p=0,0001) dengan kejadian ISPA pada bayi danbalita. Sedangkan faktor risiko yang tidak berhubungan dengan kejadian ISPA pada bayi danbalita yaitu status imunisasi (p=0,069).Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan ISPA padabayi dan balita yaitu status gizi dan pemberian ASI eksklusif. Saran bagi masyarakat adalahmemilih makanan yang memiliki nilai gizi tinggi untuk bayi dan balitanya, memberikan ASIeksklusif, pemberian makanan tambahan untuk anak > 6 bulan. Bagi Puskesmas diharapkanmeningkatkan penyuluhan tentang ASI eksklusif dan gizi pada bayi dan balita, memberikanmakanan tambahan kepada bayi dan balita untuk meningkat status gizi dan mencegahkejadian gizi buruk.Kata Kunci : ISPA, Bayi dan Balita