Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

A smart traffic light using a microcontroller based on the fuzzy logic Desmira Desmira; Mustofa Abi Hamid; Norazhar Abu Bakar; Muhammad Nurtanto; Sunardi Sunardi
IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) Vol 11, No 3: September 2022
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijai.v11.i3.pp809-818

Abstract

Traffic jam that is resulted from the buildup of vehicles on the road has become an important problem, which leads to an interference with drivers. The impacts it has on cost and time effectiveness may take the form of increased fuel consumption, traffic emissions, and noise. This paper offers a solution by creating a smart traffic light using a fuzzy-logic-based microcontroller for a greater adaptability of the traffic light to the dynamics of the vehicles that are to cross the intersection. The ATMega2560 microcontroller-based smart traffic light is designed to create a breakthrough in the breakdown of congestions at road junctions, thereby optimizing the real-time happenings in the road. Ultrasonic, infrared, and light sensors are used in this smart traffic light, resulting in the smart traffic light’s effectiveness in parsing jams. The four sets of sensors that are placed in four sections determine the traffic light timing process. When the length of vehicle queue reaches the sensor, a signal is sent as the microcontroller’s digital input. Ultrasonic and infrared sensors can reduce congestions at traffic lights by giving a green light time when one or all of the sensors are active so that the vehicle congestions can be relieved.
Pembuatan Sistem Grounding Axle Counter Berdasarkan Tahanan Jenis Tanah dan Kedalaman Grounding Ghalif Widi Setya Nugraha; Sunardi Sunardi; Teguh Arifianto
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 5 No 1 (2023): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v5i1.803

Abstract

Axle counter merupakan peralatan pendeteksi kereta api dengan memancarkan frekuensi gelombang untuk menghitung jumlah gandar pada sarana yang melewatinya. Pada Resort Sintel 4. 1 Tegal sering terjadi kerusakan axle counter karena imbas petir yang mengakibatkan kerusakan komponen pada axle counter. Pada prinsipnya arus berlebih tersebut dapat langsung dibumikan tanpa merusak komponen dengan sistem grounding yang baik. Dengan latar belakang tersebut peneliti merencanakan sistem grounding yang baik untuk mengantisipasi kejadian tersebut. Perencanaan yang dilakukan dengan memperhitungkan kebutuhan grounding dengan metode seri dan paralel, dengan parameter jenis tanah, kedalaman, dan diameter grounding sehingga dapat direncanakan nilai tahanan pentanahan yang sesuai. Peneliti juga mendesain sistem grounding menggunakan software Aspix yang dapat disimulasikan menyerupai kondisi yang sama pada lapangan. Pengukuran langsung nilai tahanan pentanahan diperlukan untuk memvalidasi hasil perhitungan perencanaan dan simulai desain grounding untuk mengetahui faktor kesalahan dari perencanaan yang dilakukan peneliti. Hasil dari penelitian ini adalah sistem grounding berpengaruh pada nilai tahanan pentanahan. Sistem paralel memiliki nilai tahanan pentanahan paling kecil terdapat pada tanah sawah dengan kedalamanan 2,5 meter dan diameter 25mm2. Jadi untuk menentukan nilai tahanan pentanahan yang sesuai, kedalaman penanaman berpengaruh terhadap sistem grounding yang digunakan karena semakin dalam penanaman maka akan semakin mendekati air tanah. Sistem grounding yang efektif untuk sistem seri pada kedalaman 1 meter dengan jenis tanah sawah.
IMPLEMENTASI ALAT ELEKTROLISA AIR MELALUI MODEL PELATIHAN PARTISIPATIF UNTUK PENINGKATAN KUALITAS AIR MINUM BAGI MASYARAKAT CEPU Erna Utami; Alfin Sahrin; Sunardi Sunardi; Eva Faza Rifàti
Madiun Spoor : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37367/ksq0ht70

Abstract

Ketersediaan air minum yang sehat dan layak masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat di wilayah Cepu dan sekitarnya. Banyak warga mengandalkan air dengan kualitas pH rendah yang dapat berdampak pada kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Melihat kondisi ini, tim pengabdian dari Politeknik Energi dan Mineral Akamigas menghadirkan solusi sederhana melalui teknologi elektrolisa air. Teknologi ini memungkinkan air biasa diolah menjadi air alkali yang memiliki pH lebih tinggi, dan diyakini memiliki manfaat bagi tubuh. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai bentuk transfer teknologi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat. Alat elektrolisa yang digunakan dibuat dari komponen yang mudah diperoleh, seperti elektroda stainless steel dan adaptor listrik rumahan, dengan biaya pembuatan yang sangat terjangkau. Pelatihan diberikan secara langsung melalui metode praktik, agar masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu merakit dan menggunakan alat secara mandiri. Hasil uji menunjukkan peningkatan pH air dari kisaran 6.2 – 6.5 menjadi 8.3 – 8.7 setelah melalui proses elektrolisa, tanpa peningkatan signifikan pada TDS. Air yang dihasilkan terasa lebih segar dan jernih, serta disambut positif oleh peserta. Lebih dari 70% peserta menyatakan mampu membuat ulang alat secara mandiri. Hal ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, masyarakat mampu mengadopsi teknologi sederhana yang berdampak nyata pada kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari gerakan kemandirian pengolahan air bersih di tingkat lokal.