Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMASI SIMPANG BERSINYAL JALAN MERDEKA KOTA LHOKSEUMAWE Mulizar Mulizar
TERAS JURNAL Vol 5, No 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1173.843 KB) | DOI: 10.29103/tj.v5i1.5

Abstract

Optimasi simpang bersinyal dimaksudkan untuk mengoptimalkan kinerja suatu jaringan jalan khususnya pada persimpangan bersinyal. Salah satu bentuk optimasi adalah melakukan sinkronisasi simpang bersinyal sehingga diperoleh suatu sistem koordinasi antar simpang bersinyal. Sistem ini bertujuan untuk mengurangi waktu tunda dan waktu berhenti kendaraan. Setelah melakukan antrian waktu merah pada salah satu persimpangan, kendaraan diharapkan akan memperoleh waktu hijau pada persimpangan berikutnya. Sistem demikian belum diterapkan di Jalan Merdeka Kota Lhokseumawe. Sebagai jalan utama pada pada lintasan tersebut ada tiga persimpangan bersinyal yaitu, Simpang BI (simpang I), Simpang Empat (simpang II) dan Simpang BPD (simpang III). Akibat belum adanya koordinasi antar ketiga persimpangan tersebut, sering kendaraan yang baru lolos dari simpang I harus berhenti dan menunggu fase hijau lagi pada simpang II dan sebaliknya. Hal yang sama juga terjadi antara simpang II dan simpang III sehingga antrian, waktu tundaan dan waktu berhenti yang panjang terutama pada jam puncak tidak dapat dihindari. Berdasarkan kondisi tersebut maka dilakukan studi untuk memperbaiki kinerja simpang tersebut dengan cara melakukan optimasi lampu lalulintas persimpangan. Ada dua metode yang digunakan pada optimasi ini, yaitu Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) untuk pengolahan data lalulintas, sementara untuk optimasi menggunakan bantuan perangkat lunak Transyt 14 berpedoman pada metode yang dikembangkan oleh TRRL (Transport and Road Research Laboratory) Inggris. Transyt 14 digunakan untuk mengevaluasi kinerja persimpangan pada kondisi eksisting dan sebagai alat bantu proses optimasi untuk koordinasi persimpangan dengan panjang antrian, waktu tunda, jumlah henti sebagai parameter utama. Hasil optimasi dibandingkan kondisi eksisting diperoleh waktu siklus 81 detik, antrian berkurang 14,15%, waktu tunda berkurang 44,60%, jumlah henti turun 36,23% dan tingkat pelayanan dapat ditingkatkan dari D menjadi C.Kata kunci: Optimasi, Simpang Bersinyal, Transyt 14
N M E M O R I A M KONSEP DAKWAH DAN PEMIKIRAN PAKAR HADIS; PROF. DR. KH. ALI MUSTAFA YAQUB, MA Mulizar Mulizar
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 8 No 1 (2017): Volume 8 Nomor 1, Januari-Juni 2017
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v8i1.399

Abstract

Pemikiran dakwah Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA (AMY) ternyata sagatlah sejalan dengan teori yang tertera dalam ilmu dakwah, dalil Alquran, dan Sunah. Dalam ilmu dakwah penjelasan mengenai unsur-unsur dakwah, AMY telah menjelaskan hampir semua komponen unsur-unsur dakwah terutama mengenai metode yang paling banyak ia kemukakan, setelah itu beliau juga mengemukakan tentang dai, mad‘ū, objek dakwah, materi dakwah, tujuan dakwah serta hal-hal yang berkaitan dengan dakwah. Pemikiran dakwah AMY juga sesuai dengan ayat-ayat suci Alquran dan Hadis Rasul. Dari data yang didapati, setelah yang dikaitkan dengan apa yang tertera dalam Alquran dan Hadis serta perbuatan dakwah Nabi Muhammad saw., adalah sejalan dengan apa yang dilakukan oleh AMY. Dengan demikian pemikiran dakwah AMY sesuai dengan metode dakwah yang dilakukan Rasulullah Saw. yang sesuai dengan Alquran dan Hadis.
HERMENEUTIKA SEBAGAI METODE BARU DALAM MENAFSIRKAN ALQURAN Mulizar Mulizar
Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur'an dan Tafsir Vol 2 No 2 (2017): Volume 2 No. 2, Desember 2017
Publisher : The Department of the Qur'anic Studies, Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah, State Institute of Islamic Studies (IAIN) Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at-tibyan.v2i2.386

Abstract

This article will discuss hermeneutics as a new method of interpreting the Qur'an.The use of hermeneutics is a new thingin the world of interpretation. Some support and some reject it.The results of this study show that the use of hermeneutics in interpreting the Qur’an must be careful.In addition, This science should be placed as a complement, not as a subdivision of the science of interpretation. On the other hand, hermeneutics paves the way to contextualize the scriptures, so that they can dialogue in different spaces and times, as apologically desirable and held by many religious groups to their respective scriptures.