Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Formulasi Nanoemulsi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk) Nina Jusnita; Khairunnisa Nasution
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.938 KB) | DOI: 10.21776/ub.industria.2019.008.03.1

Abstract

AbstrakDaun Kelor (Moringa oleifera Lamk) diketahui memiliki aktivitas antioksidan karena mengandung flavonoid. Pembuatan dalam bentuk nanoemulsi ekstrak dapat mempercepat proses penyerapan dalam tubuh. Pemilihan Tween 80 sebagai surfaktan karena bersifat larut dalam air dan biasa digunakan dalam pembuatan emulsi dengan tipe W/O. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh konsentrasi ekstrak daun kelor terhadap karakteristik nanoemulsi yang dihasilkan. Penelitian ini diawali pembuatan ekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol, dilanjutkan dengan pembuatan nanoemulsi dengan metode homogenisasi. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 20% dan 30%. Nanoemulsi diperoleh menggunakan metode homogenisasi menggunakan homogenizer. Pengadukan fase minyak dan fase air selama 20 menit dengan kecepatan 30.000 rpm. Nanoemulsi dengan konsentrasi ekstrak daun kelor sebanyak 20% menghasilkan nanoemulsi yang lebih baik daripada konsentrasi 30% pada perlakuan kombinasi antara kecepatan 30.000 rpm, suhu ruang (27-30 oC) dan lama pengadukan 20 menit. Nanoemulsi yang dihasilkan memiliki rata-rata ukuran partikel 7,9 nm, viskositas 13,17 cP, pH 7,10, larut sempurna dalam etanol, metanol dan air.Kata kunci: daun kelor, homogenizer, nanoemulsi Abstract Moringa oleifera Lamk leaves are used as antioxidant plants that contain lots of flavonoids. Nanoemulsion can increase the absorption of active ingredients in the body. Tween 80 is used as a surfactant because it is commonly used for oil-in-water emulsions. This study aims to obtain the best conditions in making Moringa leaf extract nanoemulsion using the homogenization method based on the effect of extract concentration. This research method includes extraction by maceration with ethanol 96% then followed by making nanoemulsion. Nanoemulsion consists of extract as an oil phase with a concentration of 20% and 30% mixed with the water phase. Homogenizer with 30,000 rpm is used in this research. In combination treatment of 30,000 rpm speed, room temperature (27-30 oC), and stirring time of 20 minutes, nanoemulsion with 20% moringa leaf extract concentration produced nanoemulsion better than 30% concentration. The result showed that 20% moringa leaf extract concentration nanoemulsions had an average particle size of 7.9 nm, a viscosity of 13.17 cP, pH of 7.10,and  completely dissolved in ethanol, methanol, and water.Keywords: homogenizer, Moringa oleifera Lamk, nanoemulsion
Karakterisasi Nanoemulsi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.) Nina Jusnita; Wan Syurya Tridharma
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 6, No 1 (2019): J Sains Farm Klin 6(1), April 2019
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.428 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.6.1.16-24.2019

Abstract

Kelor dikenal di seluruh dunia sebagai tanaman bergizi dan WHO telah memperkenalkan kelor sebagai salah satu pangan alternatif untuk mengatasi masalah gizi (malnutrisi) (Broin, 2010). Di Afrika dan Asia daun kelor direkomendasikan sebagai suplemen yang kaya zat gizi untuk ibu menyusui dan anak pada masa pertumbuhan. Semua bagian dari tanaman kelor memiliki nilai gizi, berkhasiat untuk kesehatan dan manfaat dibidang industri. Kelor (Moringa oliefera Lamk) merupakan tanaman perdu  yang mengandung flavonoid, saponin sitokinin, asam-caffeolylquinat dan mengandung asam lemak tak jenuh seperti linoleat (omega 6) dan alfalinolenat (omega 3). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis karakterisasi nanoemulsi ekstrakdaun kelor dan menguji efektivitas sediaan nanoemulsi ekstrak daun kelor (Moringa oleifera LAMK.) yang mengandung konsentrasi ekstrak daun kelor. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap, yaitu pembuatan ekstrak, pembuatan nanoemulsi dengan menggunakan metode homogenisasi dengan kecepatan 24.000 rpm selama 20 menit dan karakterisasi nanoemulsi yang dihasilkan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah konsentrasi ekstrak daun kelor dengan dua taraf yaitu 20 dan 30%. Hasil dari penelitian adalah nanoemulsi dengan rata-rata ukuran butiran 44 dan 28.5 nm dengan viskositas 2 cP dan 2,5 cP. Nanoemulsi ekstrak daun kelor memiliki kelarutan yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak daun kelor. Nanoemulsi memiliki bioavailabilitas yang lebih tinggi (61.33 %) dibandingkan dengan emulsi ekstrak daun kelor (15.83 %).
PENGAWETAN IKAN SECARA ALAMI Nina Jusnita
BERDIKARI Vol 1, No 1 (2018): BERDIKARI
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.124 KB) | DOI: 10.52447/berdikari.v1i1.1179

Abstract

Ikan merupakan produk yang cepat dan mudah membusuk, sehingga membutuhkan penanganan yang cepat, bersih dan cermat. Kerusakan tersebut antara lain disebabkan karena kandungan air yang tinggi, pH yang tidak sesuai dan tekstur yang lunak. Penyebab-penyebab tersebut menjadi medium yang sangat baik untuk pertumbuhan jasad renik, khususnya bakteri. Pengawetan ikan secara tradisional berupa pengasinan, pemindangan, pembuatan terasi, peda, petis dan lain-lainya. Pembuatan ikan asin merupakan yang paling sederhana dengan biaya yang murah. Kegiatan ini melibatkan kelompok usaha ikan asin di Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Kegiatan ini berupa penyuluhan pengawetan ikan secara alami yaitu menggunakan biji picung dan daun jambu biji. Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan  dan mengubah sikap nelayan ikan asin dalam pemanfaatan biji picung dan daun jambu biji sebagai bahan pengawet alami ikan. Biji buah picung (Pangium edule Reinw) secara tradisional sudah lama digunakan sebagai bahan pengawet ikan segar. Ikan merupakan bahan pangan yang sangat mudah rusak.