Desy Indah Wulandari
pascasarjana Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemerolehan Bahasa Indonesia Anak Usia 3-5 Tahun di PAUD LESTARI Desa Blimbing Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Desy Indah Wulandari
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.57 KB) | DOI: 10.30651/lf.v2i1.1346

Abstract

Perkembangan bahasa anak dimulai sejak lahir sampai usia 5 tahun secara khusus telah memperoleh beribu-ribu kosakata, sistem fonologi dan gramatika serta aturan kompleks yang sama untuk menggunakan bahasa mereka dengan sewajarnya dalam banyak latar sosial. Berdasarkan pernyataan tersebut penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemerolehan bahasa Indonesia anak-anak usia dini yang berumur 3 hingga 5 tahun di PAUD Lestari desa Blimbing, kecamatan Paciran, Lamongan di lingkungan Sekolah pada tataran fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik. Pusat dari penelitian ini adalah pemerolehan bahasa Indonesia pada anak-anak usia dini di Desa Blimbing Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan pada tataran fonologi, morfologi dan sintaksis serta semantik di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan model analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Anak usia 3 tahun mengalami perubahan bunyi /r/ diucapkan /l/, /s/ diucapkan /c/ dan bunyi sedangkan pada anak yang berusia 4 - 5 tahun sudah memperoleh semua bunyi vocal dan bunyi konsonan, tidak ada perubahan bunyi /r/ yang berubah /l/. (2) Anak usia tiga tahun dalam pemerolehan morfologi belum memperoleh kata yang mendapatkan proses afiksasi serta muncul morfem yang tidak utuh sedangkan pada anak yang berusia 4 tahun sudah muncul morfem yang utuh dan prefiks {meN-} dan usia 5 tahun lebih banyak muncul pemerolehan afiksasi. (3) Pada tataran sintaksis, anak yang berusia 3 tahun hanya memperoleh ujaran dua kata, sedangkan anak yang berumur 4-5 tahun sudah memperoleh ujaran beberapa kata (4) Pada tataran semantik hampir semua ujaran anak mengandung makna denotatif, ada pula kalimat yang muncul dengan makna konotatif.