Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Integrated Lab Journal

PENGEMBANGAN ALAT KONVERTOR AMMONIUM DARI LIMBAH BAGI PENGELOLAAN LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT RAMAH LINGKUNGAN Karmanto Karmanto
Integrated Lab Journal Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.785 KB) | DOI: 10.14421/ilj.2017.%x

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan desain alat konverter limbah bagi pengelolaan limbah cair rumah sakit yang ramah lingkungan. Pengembangan alat konverter limbah cair difokuskan bagi kajian penanganan polutan ammonium dalam limbah cair rumah sakit. Sampel limbah cair yang digunakan adalah sampel limbah cair salah satu rumah sakit di DIY. Rangkaian alat konverter limbah tersusun atas tiga rangkaian yakni rangakaian pengubah arus, selektor, dan elektroda yang terpasang pada elektrode holder. Konversi ammonium menjadi gas nitrogen bebas dilakukan dengan metode elektrolisis. Berdasarkan data hasil penelitian rancangan alat konverter limbah cair yang dikembangkan, layak secara teknis dan ekonomi, di mana alat konverter limbah cair memiliki kapabilitas konversi ammonium menjadi gas nitrogen sebesar 16,66 gram ammonium per kWh dengan biaya sekitar Rp.71,25,- per gram ammonium.
RANCANG BANGUN INSTRUMEN URINE ANALYZER SYSTEM BERBASIS RESISTANSI BAGI ANALISIS GANGGUAN FUNGSI GINJAL Frida Agung Rakhmadi; Karmanto Karmanto; Ika Nugraheni Ari Martiwi
Integrated Lab Journal Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.579 KB) | DOI: 10.14421/ilj.2017.%x

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronik merupakan keadaan klinis kerusakan ginjal yang progresif dan irreversibel yang berasal dari berbagai penyebab penyakit. Penyakit gagal ginjal kronik di Indonesia memiliki angka prevalensi yang sangat tinggi. Monitoring fungsi ginjal secara teratur  penting untuk pencegahan dan deteksi dini penyakit gagal ginjal kronik. Monitoring fungsi ginjal dapat dilakukan dengan metode urinalisis. Metode urinalisis yang umum digunakan saat ini adalah metode urinalisis secara kimiawi dan biologi. Penggunaan sensor sebagai instrument analisis urin untuk mendeteksi kesehatan ginjal memiliki potensi besar untuk diteliti dan dikembangkan mengingat keterbatasan-keterbatasan metode urinalisis secara kimiawi dan biologi yang ada saat ini, oleh karenanya penelitian ini difokuskan pada design atau rancang bangun sensor pembagi tegangan berbasis resitansi serta kajian sensitifitas dan presisi sensor. Secara garis besar penelitian rancang bangun instrumen urine analyzer system berbasis resistansi bagi keperluan analisis gangguan fungsi ginjal dilakukan dalam dua tahapan yakni tahap pembuatan sensor dan uji karakteristik sensor. Uji karakteristik sensor yang dilakukan berupa uji karakteristik statis yang meliputi fungsi transfer besarta faktor korelasinya, sensitifitas, akurasi, dan presisi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa fungsi transfer dari sensor yang telah dibuat adalah eksponensial  dengan faktor korelasi (r) sebesar -0,942. Uji sensitifitas sensor menunjukan bahwa sensor memiliki sensitifitas sebesar -2,58 x 10-7 V/Ω dengan kategori baik, sedangkan uji presisi sensor menunjukan angka presisi 92,01%.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK KUNYIT PADA EDIBLE FILM UMBI GANYONG DAN LIDAH BUAYA (Aloe vera L) TERHADAP KUALITAS BUAH TOMAT Mariyana Kusumawati; Endaruji Sedyadi; Irwan Nugraha; Karmanto Karmanto
Integrated Lab Journal Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.868 KB) | DOI: 10.14421/ilj.2018.%x

Abstract

Penelitian tentang pembuatan edible film dan karakteristik edible film telah dilakukan dengan mencampurkan umbi ganyong, lidah buaya, gliserol dan ekstrak kunyit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak kunyit terhadap sifat mekanik edible film dan pengaruhnya terhadap masa simpan dari buah tomat. Tahapan yang dilakukan untuk mengetahui sifat mekanik edible film yaitu dengan uji ketebalan, kuat tarik, elongasi, modulus young, dan laju transmisi uap air (WVTR) sedangkan untuk mengetahui masa simpan dari buah tomat dilakukan uji susut bobot dan uji tekstur. Variasi ekstrak kunyit yang ditambahkan ke dalam larutan edible film yaitu 0,5; 0,75; dan 1% (b/b total). Hasil sifat mekanik edible film terbaik kemudian diaplikasikan terhadap buah tomat. Penambahan ekstrak kunyit dengan hasil uji sifat mekanik terbaik yaitu 0,75% (b/b). Penambahan ekstrak kunyit mempengaruhi sifat mekanik dari edible film yaitu ketebalan edible film meningkat dari 0,03 menjadi 0,067mm, kuat tarik menurun dari 11,89 menjadi 8,19 Mpa, penurunan nilai elongasi dari 12,71 menjadi 7,95%, modulus young meningkat dari 0,94 menjadi 1,03 Mpa dan nilai WVTR mengalami kenaikan dari 7,45 menjadi 9 g/m2jam. Pemanjangan masa simpan buah tomat dapat ditinjau dari 50% penyusutan bobot buah tomat, perubahan masa simpan buah tomat yang tidak dilapisi edible film (kontrol) yaitu 45 hari menjadi 48 hari (buah tomat  dilapisi edible film tanpa ekstrak) dan buah tomat yang dilapisi edible film dengan penambahan ekstrak yaitu 60 hari. Sedangkan apabila ditinjau dari  prosentase penurunan tekstur 63%, masa simpan buah tomat dari 7 hari menjadi 7,5 hari (pelapisan edible film tanpa ekstrak) dan 186 hari (pelapisan edible film dengan penambahan ekstrak).