This Author published in this journals
All Journal Penamas
M Agus Noorbani
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

NON-CIVIL SERVANTS ISLAMIC ADVISING IMPLEMENTATIONAT DEPOK CITY M Agus Noorbani
Penamas Vol 29 No 1 (2016): Volume 29, Nomor 1, April-Juni 2016
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berusaha menggambarkan proses penyelenggaraan kepenyuluhan yang dilaksanakan oleh para Penyuluh Agama Islam non-PNS di Kota Depok. Penelitian ini menemukan, bahwa rekrutmen terhadap calon Penyuluh Agama Islam (PAI) non-PNS di Kota Depok dilakukan langsung oleh PAI PNS. Tugas dan kinerja PAI non-PNS masih mengacu kepada peraturan yang mengatur tugas dan kinerja PAI PNS. Selain melakukan kegiatan penyuluhan, para PAI non-PNS juga diikutkan dalam beberapa kegiatan keagamaan maupun kegiatan lainnya di tingkat kelurahan, kecamatan, bahkan hingga tingkat kotamadya. Para PAI non-PNS di Kota Depok mendapatkan pelatihan berbagai materi kepenyuluhan, selain pelatihan dasar mengenai kepenyuluhan. Tak jarang mereka mengikuti pelatihan lintas instansi kementerian. Selain mengikuti pelatihan, secara rutin para PAI non-PNS ini mendapatkan pembinaan yang dilakukan oleh PAI PNS. Dalam proses pembinaan ini, dilakukan juga evaluasi kinerja terhadap tugas yang telah mereka lakukan setiap selama satu bulan. Kata Kunci: Kepenyuluhan, penyuluh agama, pelayanan keagamaan, Depok
POLA KHUTBAH JUM'AT DI KOTA PALEMBANG: PATTERNS OF FRIDAY SERMONS IN PALEMBANG M Agus Noorbani
Penamas Vol 27 No 2 (2014): Volume 27, Nomor 2, Juli-September 2014
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Friday sermons (khutbah Jum'at) play a significant role in nurturing the values of faith (iman) and God-consciousness (takwa) among Muslims. This study seeks to explore features of Friday sermons in the City of Palembang, South Sumatera. For the purpose of data collection, researcher with his team attended Friday prayers in 37 mosques during two weeks. The researcher and his team were listening to and recording what Friday sermon preachers delivered. These recorded sermons were then transcribed and analyzed using the method of content analysis. This research found that Islamic faith, noble behavior, and Islamic law were the most popular themes delivered by Friday sermons preachers. However, Friday sermon preachers tended to discuss the themes of their sermons in terms of normative and literal Islamic teachings. Most sermon preachers provided no contextual elaboration of their sermons in order to cope with problems of the Islamic community. They paid less attention to political, economic, and justice issues, as well as science and technology. Key Words: Preaching (dakwah), Friday sermon, mosques, content analysis, Palembang. Khutbah Jum'at memiliki peran yang sangat strategis dalam menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan. Penelitian ini memeriksa pola- pola khutbah Jum'at di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Untuk mengumpulkan data, peneliti dengan timnya menghadiri salat Jum'at di 37 masjid selama dua minggu. Peneliti dengan timnya mendengarkan dan merekam pesan-pesan khutbah Jum'at yang disampaikan. Khutbah- khutbah tersebut ditranskripsi dan dianalisis dengan metode analisis isi. Penelitian ini menemukan, bahwa soal-soal keimanan Islam, akhlak terpuji, dan hukum-hukum Islam adalah tema-tema yang populer disampaikan oleh para khatib. Tetapi tema-tema tersebut disampaikan cenderung secara normatif dan lebih menitikberatkan pada penyampaian nilai- nilai Islam tekstual. Banyak khatib yang belum mampu mengelaborasi khutbah Jum'at dengan penjelasan yang kontekstual demi menjawab permasalahan umat. Para khatib kurang memperhatikan tema-tema politik, ekonomi, hukum, serta ilmu dan teknologi. Kata Kunci: Dakwah, khutbah Jum'at, masjid, analisis isi, Palembang.
PELAYANAN KURSUS PRA-NIKAH DI KUA KECAMATAN CICANTAYAN KABUPATEN SUKABUMI: PRE-MARITAL COURSE SERVICE IN STATE OFFICE OF RELIGIOUS AFFAIRS IN CICANTAYAN DISTRICT OF SUKABUMI REGENCY M Agus Noorbani
Penamas Vol 28 No 2 (2015): Volume 28, Nomor 2, Juli-September 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Government of Indonesia through the Ministry of Religious Affairs has issued a regulation regarding pre-marital course. The purpose of the issuance of this regulation is to raise the understanding and the knowledge about the life of the household/family in creating a family which is tranquility (sakinah), love (mawaddah) and mercy (rahmah) as well as reducing the number of disputes, divorces and domestic violences. Using observation and interview methods in data collection, this study aims to examine the process of implementation of pre-marital course referring to the Director General of Islamic Community Guidance (Dirjen Bimas Islam) Regulation No. DJ.II/542 in 2013. The study finds that pre-marital courses in Sukabumi regency has not been run in accordance with the regulations issued by Director General of Islamic Community Guidance (Dirjen Bimas Islam). Limited funding and lack of cross-ministerial cooperation have obstructed the implementation of pre-marriage courses programs. Keywords: Pre-marital courses, Weddings, Family, Islamic community guidance Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama telah mengeluarkan peraturan mengenai kursus pra-nikah. Tujuan dikeluarkannya peraturan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang kehidupan rumah tangga/keluarga dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah serta mengurangi angka perselisihan, perceraian, dan kekerasan dalam rumah tangga. Menggunakan metode pengamatan (observasi) langsung dan wawancara dalam pengumpulan data. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah proses pelaksanaan kursus pra-nikah yang mengacu pada Peraturan Dirjen Bimas Islam Nomor DJ.II/542 Tahun 2013. Penelitian ini mendapati, bahwa kursus pra- nikah di Kabupaten Sukabumi belum berjalan sesuai dengan peraturan yang diterbitkan Peraturan Dirjen Bimas Islam Nomor DJ.II/542 Tahun 2013. Pembiayaan yang terbatas dan belum adanya kerja sama lintas kementerian menjadi kendala terlaksananya program kursus pra-nikah ini. Kata Kunci: kursus pra-nikah, pernikahan, keluarga, Bimas Islam
PELAYANAN KURSUS PRA-NIKAH DI KUA KECAMATAN CICANTAYAN KABUPATEN SUKABUMI: PRE-MARITAL COURSE SERVICE IN STATE OFFICE OF RELIGIOUS AFFAIRS IN CICANTAYAN DISTRICT OF SUKABUMI REGENCY M Agus Noorbani
Penamas Vol 28 No 2 (2015): Volume 28, Nomor 2, Juli-September 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Government of Indonesia through the Ministry of Religious Affairs has issued a regulation regarding pre-marital course. The purpose of the issuance of this regulation is to raise the understanding and the knowledge about the life of the household/family in creating a family which is tranquility (sakinah), love (mawaddah) and mercy (rahmah) as well as reducing the number of disputes, divorces and domestic violences. Using observation and interview methods in data collection, this study aims to examine the process of implementation of pre-marital course referring to the Director General of Islamic Community Guidance (Dirjen Bimas Islam) Regulation No. DJ.II/542 in 2013. The study finds that pre-marital courses in Sukabumi regency has not been run in accordance with the regulations issued by Director General of Islamic Community Guidance (Dirjen Bimas Islam). Limited funding and lack of cross-ministerial cooperation have obstructed the implementation of pre-marriage courses programs. Keywords: Pre-marital courses, Weddings, Family, Islamic community guidance Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama telah mengeluarkan peraturan mengenai kursus pra-nikah. Tujuan dikeluarkannya peraturan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang kehidupan rumah tangga/keluarga dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah serta mengurangi angka perselisihan, perceraian, dan kekerasan dalam rumah tangga. Menggunakan metode pengamatan (observasi) langsung dan wawancara dalam pengumpulan data. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah proses pelaksanaan kursus pra-nikah yang mengacu pada Peraturan Dirjen Bimas Islam Nomor DJ.II/542 Tahun 2013. Penelitian ini mendapati, bahwa kursus pra- nikah di Kabupaten Sukabumi belum berjalan sesuai dengan peraturan yang diterbitkan Peraturan Dirjen Bimas Islam Nomor DJ.II/542 Tahun 2013. Pembiayaan yang terbatas dan belum adanya kerja sama lintas kementerian menjadi kendala terlaksananya program kursus pra-nikah ini. Kata Kunci: kursus pra-nikah, pernikahan, keluarga, Bimas Islam