Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

The Reception Of Islamic Religious Activists (Rohis) On Religious Reading Materials In Sman 48 East Jakarta And Sma Labschool East Jakarta Mahmudah Nur
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 22, No 1 (2015): Analisa Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/analisa.v22i1.146

Abstract

This paper is motivated by some studies that suggest that the majority of students in Jakarta have a narrow and exclusive religious understanding, and tend to agree in a violent action to resolve the problem of religion and morals. This research is a descriptive research that more emphasis on qualitative data analysis and using reception approach. Reception analysis is used in order to describe a religious reading material within religious extra-organization activists, and describes the reception of student activists on the reading material that focuses on interpretation and the motivation of students in selection of reading materials. This research suggests that ROHIS activist in SMAN 48 East Jakarta And SMA Labschool East Jakarta prefers to read some books that the genre were Islamic novels and the books about women, which had simple language, easily understanding, and communicative. Student motivation in choosing reading material is more to support their worship activities, either obligatory or sunnah, that relate to their daily activities.
The Reception Of Islamic Religious Activists (Rohis) On Religious Reading Materials In Sman 48 East Jakarta And Sma Labschool East Jakarta Mahmudah Nur
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 22, No 1 (2015): Analisa Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.3 KB) | DOI: 10.18784/analisa.v22i1.146

Abstract

This paper is motivated by some studies that suggest that the majority of students in Jakarta have a narrow and exclusive religious understanding, and tend to agree in a violent action to resolve the problem of religion and morals. This research is a descriptive research that more emphasis on qualitative data analysis and using reception approach. Reception analysis is used in order to describe a religious reading material within religious extra-organization activists, and describes the reception of student activists on the reading material that focuses on interpretation and the motivation of students in selection of reading materials. This research suggests that ROHIS activist in SMAN 48 East Jakarta And SMA Labschool East Jakarta prefers to read some books that the genre were Islamic novels and the books about women, which had simple language, easily understanding, and communicative. Student motivation in choosing reading material is more to support their worship activities, either obligatory or sunnah, that relate to their daily activities.
BAHAN BACAAN KEAGAMAAN AKTIVIS KAMPUS DI UNIVERSITAS PADJADJARAN (UNPAD) BANDUNG: THE CAMPUS ACTIVISTS’RELIGIOUS READING MATERIALS AT PADJADJARAN UNIVERSITY (UNPAD) BANDUNG Mahmudah Nur
Penamas Vol 29 No 2 (2016): Volume 29, Nomor 2, Juli-September 2016
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research presented the research results of the campus activists’ Islamic readings at Padjadjaran University (UNPAD) Bandung. In particular, the active students who became a member and commite of the students’ religious organization at UNPAD campus.This was a qualitative research with descriptive-analysis design to describe Islamic activists’ reading materials at UNPAD. This research used the opened interview and literature study in collecting data. The data were analyzed based on the field data as the results of opened interview and literature study. The content analysis were used to analyze the content of campus activists’ reading namely the title, author, subject matter, and language categories. Whereas, the discourse analysis were used to analyze the substance of research literatures. All literatures would be identified, be inventoried, and be analyzed to know its characteristics, tendencies, purposes, and discourses. The results of research showed that the religious reading materials that its had been read and studied by UNPAD Islamic activists’ were many variations. Not only they used from printed resources but also from soft resources. From this writing context point of view, based on their religious reading literatures, the campus activists could be divided into three typologies. First, the activist students at university level; second, the activist students at faculty level, and third, the activist students at religious external organization. Keywords: Religious reading, campus activist, reading behavior, student Tulisan ini menyajikan hasil penelitian mengenai bacaan keagamaan aktivis kampus di Universitas Padjadjaran Bandung, Khususnya mahasiswa yang aktif, baik sebagai anggota maupun pengurus dalam organisasi keagamaan di kampus UNPAD. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan rancangan deskriptif- analitis, yang ingin mendeskripsikan bahan bacaan aktivis keagamaan Islam di kampus UNPAD. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara terbuka dan studi pustaka. Analisis data dilakukan berdasarkan bahan-bahan dari lapangan, berupa hasil wawancara terbuka dan studi pustaka. Analisis isi digunakan untuk menganalisis ‘isi’ literatur bacaan aktivis kampus, yaitu: judul, pengarang, bidang kajian, dan kategori bahasanya. Sedangkan analisis wacana digunakan untuk menganalisis substansi literatur kajian. Literatur-literatur yang ada diidentifikasi, diinventarisasi, dan dianalisis untuk mengetahui karakteristik, kecenderungan, arah, dan wacananya. Penelitian ini menunjukkan, bahwa bahan bacaan keagamaan yang dibaca dan dikaji oleh aktivis keagamaan Islam UNPAD, baik dilihat dari tema maupun perilakunya sangat bervariasi, selain mengandalkan sumber cetak juga menggunakan sumber Jaringan Internet (daring). Di samping itu, aktivis kampus dalam konteks tulisan ini dilihat dari literatur bacaan keagamaan terbagi menjadi 3 (tiga) tipologi, yaitu: pertama, mahasiswa yang aktif di tingkat universitas; kedua, mahasiswa yang aktif di tingkat fakultas, dan ketiga, mahasiswa yang aktif di tingkat organisasi lembaga eksternal keagamaan. Kata Kunci: Bacaan keagamaan, aktivis kampus, perilaku membaca, mahasiswa
HIKAYAT MARTALAYA: BUDAYA LOKAL, AGAMA, DAN AKULTURASI DI PALEMBANG: HIKAYAT MARTALAYA: LOCAL CULTURE, RELIGION, AND ACCULTURATION IN PALEMBANG Mahmudah Nur
Penamas Vol 27 No 1 (2014): Volume 27, Nomor 1, April-Juni 2014
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Palembang is one of the most important areas for the development of Malay literature. The features of Malay literature in Palembang are of great variety compared to those developed in other areas. This article examines Hikayat Martalaya (Tale of Martalaya), a Malay literary work written by Sultan Mahmud Badaruddin II of Palembang. The manuscript is a collection of the National Library of the Republic of Indonesia (code MI 005). Using an inter- textual approach, the author of this article analyzes the manuscript from the perspective of literary sociology. The manuscript uses many Javanese words in describing the historical origins of Palembang. The author argues that the manuscript clearly shows the process of acculturation in which local culture and religion meet. Although not saliently narrated, the Islamic elements in the manuscript obviously relate to the process of Islamization taking place in Palembang, while the Javanese elements are found in their relations with the legitimacy of the rule of the king who established good relationship with the kingdom of Majapahit and Demak in Java. The influences of other languages, such as Persian and Indian, are also obvious. Key Words: Hikayat Martalaya, local culture, religion, acculturation. Palembang merupakan salah satu wilayah yang sangat penting bagi perkembangan kesusasteraan Melayu. Corak kesusasteraan di Palembang lebih beraneka ragam dibandingkan dengan kesusasteraan Melayu di daerah lainnya, sebagaimana yang terlihat pada teks Hikayat Martalaya karangan Sultan Mahmud Badaruddin II. Asal usul Palembang diceritakan dengan banyak menggunakan kata-kata Jawa. Data penelitian ini adalah naskah Hikayat Martalaya (Kode Ml 005) koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) di Jakarta, dan dianalisis dengan pendekatan intertekstual dan sosiologi sastra. Penelitian ini menunjukkan, bahwa proses akulturasi antara budaya lokal dan agama di Palembang tergambar jelas melalui teks-teks dalam naskah tersebut. Walaupun unsur Islam tidak mendominasi, namun mempunyai kaitan yang sangat erat dengan proses Islamisasi. Adapun unsur Jawa dalam teks ini berkaitan dengan legitimasi kekuasaan raja yang melakukan hubungan baik dengan kerajaan besar di Jawa, seperti Majapahit dan Demak. Beberapa pengaruh bahasa lain seperti Persia dan India terlihat jelas. Kata Kunci: Hikayat Martalaya, akulturasi, budaya lokal, agama.
PERTUNJUKAN SENI REBANA BIANG DI JAKARTA SEBAGAI SENI BERNUANSA KEAGAMAAN: PERFORMING REBANA BIANG IN JAKARTA AS A RELIGIOUS NUANCE ART Mahmudah Nur
Penamas Vol 28 No 2 (2015): Volume 28, Nomor 2, Juli-September 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper reviews meaning, function and preservation of Rebana Biang art in Jakarta. Rebana Biang is an extraordinary Betawi Rebana because of its unique musical instruments, its socio-cultural background, its area of dissemination, its other local arts influences, its usage and its theatrical process. This research is a descriptive study that emphasis more on qualitative data. Data were collected through observation, in-depth interviews and document analysis. This study shows that Rebana Biang is one of the performing arts which has religious nuances in Jakarta region. In its early development, Rebana Biang art is taught in religious lesson through a natural inheriting process. It then developed into a performance art that accompanied dance Blenggo and Blantek through an unnatural process. Keywords: Religious art, Rebana, Betawi, Preservation Tulisan ini mengulas makna, fungsi, dan kelestarian Seni Rebana Biang di Jakarta. Rebana Biang merupakan Rebana Betawi yang sangat istimewa, antara lain dalam hal keunikan alat musik, latar belakang sosial budaya, wilayah penyebaran, pengaruh kesenian daerah lain, cara membawakan maupun proses teaterisasinya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang lebih menekankan pada data-data kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi (pengamatan), wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Penelitian ini menunjukkan, bahwa Rebana Biang merupakan salah satu seni pertunjukan yang bernuansa keagamaan di wilayah Jakarta. Awal perkembangan Rebana Biang merupakan kesenian yang diajarkan dalam sebuah pengajian dengan proses pewarisan alami, kemudian berkembang menjadi sebuah seni pertunjukan yang mengiringi tari Blenggo dan Blantek melalui proses rekayasa. Kata Kunci: seni keagamaan, rebana, Betawi, pelestarian
BAHAN BACAAN KEAGAMAAN AKTIVIS KAMPUS DI UNIVERSITAS PADJADJARAN (UNPAD) BANDUNG: THE CAMPUS ACTIVISTS’RELIGIOUS READING MATERIALS AT PADJADJARAN UNIVERSITY (UNPAD) BANDUNG Mahmudah Nur
Penamas Vol 29 No 2 (2016): Volume 29, Nomor 2, Juli-September 2016
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research presented the research results of the campus activists’ Islamic readings at Padjadjaran University (UNPAD) Bandung. In particular, the active students who became a member and commite of the students’ religious organization at UNPAD campus.This was a qualitative research with descriptive-analysis design to describe Islamic activists’ reading materials at UNPAD. This research used the opened interview and literature study in collecting data. The data were analyzed based on the field data as the results of opened interview and literature study. The content analysis were used to analyze the content of campus activists’ reading namely the title, author, subject matter, and language categories. Whereas, the discourse analysis were used to analyze the substance of research literatures. All literatures would be identified, be inventoried, and be analyzed to know its characteristics, tendencies, purposes, and discourses. The results of research showed that the religious reading materials that its had been read and studied by UNPAD Islamic activists’ were many variations. Not only they used from printed resources but also from soft resources. From this writing context point of view, based on their religious reading literatures, the campus activists could be divided into three typologies. First, the activist students at university level; second, the activist students at faculty level, and third, the activist students at religious external organization. Keywords: Religious reading, campus activist, reading behavior, student Tulisan ini menyajikan hasil penelitian mengenai bacaan keagamaan aktivis kampus di Universitas Padjadjaran Bandung, Khususnya mahasiswa yang aktif, baik sebagai anggota maupun pengurus dalam organisasi keagamaan di kampus UNPAD. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan rancangan deskriptif- analitis, yang ingin mendeskripsikan bahan bacaan aktivis keagamaan Islam di kampus UNPAD. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara terbuka dan studi pustaka. Analisis data dilakukan berdasarkan bahan-bahan dari lapangan, berupa hasil wawancara terbuka dan studi pustaka. Analisis isi digunakan untuk menganalisis ‘isi’ literatur bacaan aktivis kampus, yaitu: judul, pengarang, bidang kajian, dan kategori bahasanya. Sedangkan analisis wacana digunakan untuk menganalisis substansi literatur kajian. Literatur-literatur yang ada diidentifikasi, diinventarisasi, dan dianalisis untuk mengetahui karakteristik, kecenderungan, arah, dan wacananya. Penelitian ini menunjukkan, bahwa bahan bacaan keagamaan yang dibaca dan dikaji oleh aktivis keagamaan Islam UNPAD, baik dilihat dari tema maupun perilakunya sangat bervariasi, selain mengandalkan sumber cetak juga menggunakan sumber Jaringan Internet (daring). Di samping itu, aktivis kampus dalam konteks tulisan ini dilihat dari literatur bacaan keagamaan terbagi menjadi 3 (tiga) tipologi, yaitu: pertama, mahasiswa yang aktif di tingkat universitas; kedua, mahasiswa yang aktif di tingkat fakultas, dan ketiga, mahasiswa yang aktif di tingkat organisasi lembaga eksternal keagamaan. Kata Kunci: Bacaan keagamaan, aktivis kampus, perilaku membaca, mahasiswa
PERTUNJUKAN SENI REBANA BIANG DI JAKARTA SEBAGAI SENI BERNUANSA KEAGAMAAN: PERFORMING REBANA BIANG IN JAKARTA AS A RELIGIOUS NUANCE ART Mahmudah Nur
Penamas Vol 28 No 2 (2015): Volume 28, Nomor 2, Juli-September 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper reviews meaning, function and preservation of Rebana Biang art in Jakarta. Rebana Biang is an extraordinary Betawi Rebana because of its unique musical instruments, its socio-cultural background, its area of dissemination, its other local arts influences, its usage and its theatrical process. This research is a descriptive study that emphasis more on qualitative data. Data were collected through observation, in-depth interviews and document analysis. This study shows that Rebana Biang is one of the performing arts which has religious nuances in Jakarta region. In its early development, Rebana Biang art is taught in religious lesson through a natural inheriting process. It then developed into a performance art that accompanied dance Blenggo and Blantek through an unnatural process. Keywords: Religious art, Rebana, Betawi, Preservation Tulisan ini mengulas makna, fungsi, dan kelestarian Seni Rebana Biang di Jakarta. Rebana Biang merupakan Rebana Betawi yang sangat istimewa, antara lain dalam hal keunikan alat musik, latar belakang sosial budaya, wilayah penyebaran, pengaruh kesenian daerah lain, cara membawakan maupun proses teaterisasinya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang lebih menekankan pada data-data kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi (pengamatan), wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Penelitian ini menunjukkan, bahwa Rebana Biang merupakan salah satu seni pertunjukan yang bernuansa keagamaan di wilayah Jakarta. Awal perkembangan Rebana Biang merupakan kesenian yang diajarkan dalam sebuah pengajian dengan proses pewarisan alami, kemudian berkembang menjadi sebuah seni pertunjukan yang mengiringi tari Blenggo dan Blantek melalui proses rekayasa. Kata Kunci: seni keagamaan, rebana, Betawi, pelestarian