This Author published in this journals
All Journal Penamas
Muhamad Rosadi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SENI RUDAT SURUROL FAQIR: SEJARAH DAN FUNGSINYA PADA MASYARAKAT DESA KILASAH, KECAMATAN KASEMEN, KOTA SERANG, BANTEN: THE ART OF RUDAT SURUROL FAQIR: ITS HISTORY AND FUNCTION FOR THE KILASAH VILLAGE COMMUNITY, BANTEN Muhamad Rosadi
Penamas Vol 29 No 3 (2016): Volume 29, Nomor 3, Oktober-Desember 2016
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper discusses Rudat Sururol Faqir, particularly focuses on one of the art group of Rudat Sururol Faqir at the Kilasah village, Kasemen subdistrict, Serang, Banten. Rudat is one type of art clump tambourine which has special way in playing/hitting the tambourine and share special characteristic of the three pieces of cymbals attached to the frame. This study uses a qualitative descriptive method. The data collection techniques include in-depth interviews, observation, and review of the literature. This study reveals that Rudat Sururol Faqir has unique characteristics compared to the other Rudat groups when playing the cymbalsand tambourine. The Rudat Sururol Faqir also do not involve dance when performing the rudat show. This has connections with the history and the development of rudat art in the village of Kilasah. Keywords: Rudat arts, tambourine art, religious art, Banten. Tulisan ini membahas rudat Sururol Faqir, yang terfokus salah satu kelompok seni rudat yang ada dan berkembang di Desa Kilasah, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Rudat merupakan salah satu jenis seni rumpun rebana namun mempunyai karakteristik dalam teknik memukulnya dan genjring rudat mempunyai ciri khas adanya 3 buah simbal yang terpasang. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah wawancara mendalam, pengamatan, dan telaah literatur. Penelitian ini mengungkapkan rudat Sururol Faqir mempunyai perbedaan dengan kelompok rudat lain dalam memainkan genjringnya dan tidak menggunakan tarian ketika dipentaskan. Hal ini diketahui dari sejarah keberadaan seni rudat di Desa Kilasah. Kata Kunci: Seni Rudat, seni rebana, seni keagamaan, Banten
SHAIKH KEMAS MUḤAMMAD AZHARI (1856-1932): KARYA-KARYA DAN PEMIKIRAN ULAMA PALEMBANG: SHAIKH KEMAS MUHAMMAD AZHARI (1856-1932): WORKS AND THOUGHTS OF PALEMBANG SCHOLARS Muhamad Rosadi
Penamas Vol 28 No 3 (2015): Volume 28, Nomor 3, Oktober-Desember 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper presents the works and thoughts of a scholar from Palembang, namely Shaikh Kemas Muhammad Azhari with particular focus on one of his works in the field of reckoning. In addition to his reputation as an outstanding scholar in 18th century, Shaikh Muhammad Azhari is also famous as Palembang scholar in the late 19th and early 20th centuries, because of his works. This study uses documents from library and interviews with Shaikh Azhari’relatives. This study found that Shaikh Azhari is one of the prominent scholars writers Palembang who continue kitab writing tradition as well as' Abd al-Ṣamad alFalimbani. There are about 14 pieces of Shaikh Azhari works, covering a variety of disciplines such as Islamic beliefs, monotheism, jurisprudence, sufism and astronomy. Regarding his religious thought, Shaikh Azhari revealed the balance on the use of rukyah and reckoning methods in determining the beginning of the month of hijriyah as it is described in one of his works entitled Taqwīm alQiyām. Keywords: Islamic thought, ulama, Shaikh Azhari, Palembang. Tulisan ini menyajikan tentang karya-karya dan pemikiran seorang ulama asal Palembang, yakni Shaikh Kemas Muhammad Azhari, dengan fokus pada satu karyanya di bidang hisab. Selain ulama Palembang abad ke-18 yang cukup terkenal, Shaikh Kemas Muhammad Azhari adalah juga seorang ulama Palembang yang cukup terkenal di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, karena karya-karya tulisanya. Penelitian ini bersumber pada data-data kepustakaan dan wawancara dengan kerabat Shaikh Azhari. Penelitian ini menemukan, bahwa Shaikh Azhari merupakan salah satu tokoh ulama penulis Palembang yang melanjutkan tradisi penulisan kitab sebagaimana halnya ‘Abd al-Ṣamad al-Falimbani. Tercatat ada sekitar 14 buah karya Shaikh Azhari yang mencakup berbagai disiplin ilmu keislaman seperti aqidah, tauhid, fikih, tasawuf, dan falak. Adapun pemikiran keagamaan Shaikh Azhari yang terungkap antara lain mengenai keseimbangan penggunaan metode rukyah dan hisab dalam menentukan awal bulan hijriyah sebagaimana dijabarkan dalam salah satu karyanya yang berjudul Taqwīm al-Qiyām.Kata Kunci: Pemikiran Islam, ulama, Shaikh Azhari, Palembang