This Author published in this journals
All Journal Penamas
Daniel Rabitha
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENYELENGGARAAN KURSUS PRA NIKAH DI KABUPATEN PURWAKARTA: KASUS KUA PURWAKARTA, CIBATU, DAN BABAKAN CIKAO: IMPLEMENTATION OF PRE-MARRIAGE COURSE IN PURWAKARTA: A CASE STUDY OF RELIGIOUS AFFAIRS OFFICES (KUA) PURWAKARTA, CIBATU, AND BABAKAN CIKAO Daniel Rabitha
Penamas Vol 28 No 3 (2015): Volume 28, Nomor 3, Oktober-Desember 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper presents the results of research on the implementation of pre-marriage course in Purwakarta. There are three Religious Affairs Offices (KUA) that are used as research subjects, namely Religious Affairs Office district of Purwakarta, Cibatu, and Babakan Cikao. Data are generated from interviews with key informants and field observation. Implementation of pre-marriage course on three Religious Affairs Offices broadly refers to Directorat General Rules No. DJ.II/491/2009. The implementation of pre-marriage course is generally carried out according to the capability of Religious Affairs Offices. The effectuation models for either groups or individuals are carried out in accordance with the wedding process and the willingness of the bride and groom. The speakers of the course frequently come from the Religious Affairs Office, while the material presented is concerning with the issues of government regulations related to marriage, marriage law, and reminding offer and acceptance-ijab kabul process, which will be carried out during wedding procession, and duration of the implementation as a group approximately 3 hours and an individual approximately 1 hour. Broadly speaking, the implementation of pre-marriage course has embraced the principles of public service (UU No. 25/2009). However, it has not been done professionally because funding owned by Religious Affairs Office is lacking.Keywords: Pre-marriage courses, public services, Religious Affairs Offices, Purwakarta. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang penyelenggaraan Kursus Pra Nikah pada Kabupaten Purwakarta. Ada tiga Kantor Urusan Agama (KUA) yang dijadikan subjek penelitian, yakni KUA Kecamatan Purwakarta, Cibatu, dan Babakan Cikao. Pengumpulan data penelitian ini dihasilkan dari wawancara dengan informan kunci dan observasi lapangan. Penyelenggaraan Kursus Pra Nikah pada ketiga KUA secara garis besar mengacu pada Perdirjen No. DJ.II/491/2009. Penyelenggaraan Kursus Pra Nikah secara umum dilakukan sesuai kemampuan dari KUA. Model penyelenggaraan, baik secara kelompok maupun dengan perorangan dilakukan sesuai dengan peristiwa nikah dan kesediaan calon pengantin. Narasumber lebih sering berasal dari pihak KUA, materi yang disampaikan menyangkut masalah peraturan pemerintah terkait perkawinan, hukum pernikahan, perihal berumah tangga, dan pengingatan kembali proses ijab qabul yang nanti akan dilakukan catin saat melakukan prosesi pernikahan, dan durasi penyelenggaraan secara kelompok kurang lebih 3 jam dan perorangan 1 jam. Secara garis besar, penyelenggaraan Kursus Pra Nikah sudah menganut asas pelayanan publik (UU No. 25/2009), hanya saja pada asas profesional belum bisa dipenuhi karena berbenturan dengan pendanaan yang dimiliki KUA.Kata Kunci: Kursus Pra Nikah, pelayanan publik, Kantor Urusan Agama, Purwakarta.
PENGELOLAAN KONFLIK RUMAH IBADAH MELALUI PENDEKATAN STRUKTURAL DAN KULTURAL: KASUS PENDIRIAN VIHARA TRI DHARMA DI KEDAMAIAN KOTA BANDAR LAMPUNG: CONFLICT MANAGEMENT ON HOUSES OF WORSHIP WITH STRUCTURAL AND CULTURAL APPROACH: THE CASE OF TRI DHARMA VIHARA ESTABLISHMENT AT KEDAMAIAN BANDAR LAMPUNG Daniel Rabitha
Penamas Vol 27 No 3 (2014): Volume 27, Nomor 3, Oktober-Desember 2014
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The houses of worship establishment is frequently being the cause of conflicts among religious communities. Hence, it is important to know the management of the houses of worship establisment to avoid conflict. This research is a case study of setting up Tri Dharma Vihara in Kelurahan Kedamaian, Kota Bandar Lampung. The study concluded that, the case is one example in understanding the conflict management mechanisms of houses of worship establishment in Bandar Lampung city. It is shown that the government interfere through PBM Number 9 and 8 of 2006 is a planning step to constructively manage conflict of houses of worship establishment. This conflict resolution through PBM is done structurally and culturally. In structural context, the resolution can be seen from organizing effort of the parties related to conflict resolution. In cultural context, the parties related to conflict resolution have done facilitating efforts to resolve the conflict.Keywords: Conflict management, the houses of worship establishment, vihara, monastery, Lampung.Pendirian rumah ibadah sering menjadi faktor penyebab munculnya konflik antar umat beragama, karena itu penting diketahui pengelolaan pendirian rumah ibadah agar tidak menimbulkan konflik. Penelitian ini merupakan studi kasus pendirian Vihara Tri Dharma di Kelurahan Kedamaian, Kota Bandar Lampung. Penelitian menyimpulkan, bahwa kasus pendirian Vihara Tri Dharma menjadi salah satu contoh dalam memahami mekanisme pengelolaan konflik pendirian rumah ibadah di Kota Bandar Lampung. Hal itu ditunjukkan oleh andil pemerintah melalui PBM Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 yang merupakan langkah perencanaan dalam mengelola konflik pendirian rumah ibadah secara konstuktif. Dalam pengelolaan konflik tersebut, penanganan konflik melalui PBM dilakukan secara struktural dan kultural. Secara strukural jelas terlihat pada pengorganisasian dari pihak-pihak terkait dalam penyelesaian konflik. Secara kultural terlihat pada upaya fasilitatif dari pihak-pihak terkait melalui musyarawah dalam penyelesaian konflik.Kata Kunci: Manajemen konflik, pendirian rumah ibadah, vihara, Lampung.
ANALISIS TEORI AROUSAL DAN PERTIMBANGAN SOSIAL (SOCIAL JUDGEMENT) TERHADAP MANTAN ANGGOTA GAFATAR DI KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN Daniel Rabitha
Penamas Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i2.271

Abstract

Penelitian ini dilakukan terhadap mantan anngota Gafatar di kabupaten Lebak provinsi Banten, pada 2016. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan mengambil subjek penelitian sebagai kasus yang dikaji dari keluarga yang cukup menarik perhatian publik di kabupaten tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa, bergabungnya subjek penelitian dengan Gafatar didasari oleh sebuah keinginan (visi) mengubah hidup (tergeraknya; arousal neurotransmiter dopamine pada sistem limbik otak). Ini menjadi dasar kerangka kognisi subjek penelitian dalam mencapai keseimbangan ideal. Keputusan untuk membuktikan kebenaranya dengan mendukung program yang diusung Gafatar. Dan semakin menguat sebagai akibat dari intensitas komunikasi yang dibangun pengurus Gafatar terhadap subjek penelitian. Peneliti menyarankan agar pihak-pihak yang peduli, utamanya pemerintah untuk mewujudkan sebuah kerja sosial yang nyata sebagai percontohan yang baik bagi masyarakat. Dan pemerintah daerah (misalnya RT dan RW) senantiasa menjalankan dialog terhadap warganya di masing-masing daerah sebagai ruang pengumpulan informasi dari sejumlah persoalan yang tengah dirasakan masyarakatnya.