This Author published in this journals
All Journal Penamas
Anik Farida
Balai Litbang Agama Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RESPON ORGANISASI MASSA ISLAM TERHADAP SYIAH DI BANDUNG JAWA BARAT: ISLAMIC MASS ORGANIZATIONS’ RESPONSES TO SHI’A MUSLIMS IN BANDUNG, WEST JAVA Anik Farida
Penamas Vol 27 No 2 (2014): Volume 27, Nomor 2, Juli-September 2014
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article presents the results of a research on the responses of Islamic mass organizations towards Shi’a Muslims in Bandung City, West Java. Data collection methods used for this study include interviews, observation and document study. The author found that there are opposing responses toward Shia Muslims in Bandung, as represented by two Islamic organizations: FUUI (Forum Ulama Umat Indonesia) and MUHSIN (Majelis Ukhuwah Sunni-Syiah Indonesia). FUUI takes stand against Shia on the basis of theological purification arguments. On the other side, MUHSIN, while does not necessarily agree with interpretations of Islamic teachings held by Shia Muslims, is ready to accept their presence because MUHSIN’s activists recognize the need to protect universal values, such as pluralism, tolerance, and civil rights. Key Words: Shia Muslims, pluralism, FUUI, MUHSIN, Bandung. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang respon organisasi kemasyarakatan Islam (Ormas) terhadap Syiah di Bandung, Jawa Barat. Penelitian dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan studi dokumen. Penelitian ini menyimpulkan, bahwa respon terhadap eksistensi Syiah di Jawa Barat dapat dikelompokkan menjadi dua yang direspresentasikan oleh dua Ormas, yakni Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) dan Majelis Ukhuwah Sunni-Syiah Indonesia (Muhsin). FUUI menolak Syiah dengan argumen pemurnian teologis. Sedangkan Muhsin menerima keberadaan Syiah, tanpa harus menerima interpretasi ajaran Islam dari Muslim Syiah. Hal ini didasari oleh argumen untuk menjaga nilai-nilai universal, seperti pluralisme, toleransi, dan hak-hak kewarganegaraan. Kata Kunci: Muslim Syiah, pluralisme, FUUI, MUHSIN, Bandung.
MEMAHAMI ALIRAN QURANIYAH DI KABUPATEN BANDUNG BARAT JAWA BARAT: DARI PROBLEM TEOLOGIS HINGGA EKONOMI: UNDERSTANDING QURANIYAH STREAM IN WEST BANDUNG DISTRICT OF WEST JAVA: FROM THEOLOGY TO ECONOMY PROBLEMS Anik Farida
Penamas Vol 28 No 1 (2015): Volume 28, Nomor 1, April-Juni 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper presents the results of a research on the Quraniyah stream in Bandung Java as one of the cases of a religious sreams appeared in Indonesia. After the end of the New Order regime, Indonesian religious life was colored by the emergence of groups, steams, understanding and new religious movements. The study uses qualitative approach, and in-depth interviews and observations to the key figures of this stream and some poeple who close to these figures, and the parties involved to handling this stream, as a data collection. This study shows that Quraniyah stream is theologically different from Islamic doctrine mainstream. The phenomenon of the rise of the stream was motivated by local political changes, and brings sociological and economic problem of this society. Failure to socio- economic aspects have brought people to psychological problems. The emergence of Quraniyah stream is caused by psychological problems with psychiatric delusions symptoms, hallucinations and bizarre dreams. Keywords: Quraniyah, deviant group, psychology of religion, sociology of religion, Bandung. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang aliran Quraniyah di Bandung Jawa sebagai salah satu kasus kemunculan aliran keagamaan di Indonesia. Setelah berakhirnya pemerintahan Orde Baru, kehidupan keagamaan di tanah air diwarnai dengan bermunculannya kelompok, aliran, paham, dan gerakan keagamaan baru. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yang pengumpulan datanya dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi terhadap tokoh kunci aliran ini dan beberapa masyarakat yang dekat dengan tokoh ini serta pihak-pihak yang terlibat menangani aliran ini. Penelitian ini menunjukkan, bahwa memang secara teologis berbeda dengan doktrin Islam arus utama. Fenomena munculnya aliran Quraniyah dilatari perubahan politik lokal, yang menyeret pada problem sosiologis dan ekonomi masyarakat. Kegagalan pada wilayah sosial-ekonomi menyeret individu pada masalah psikologis. Kasus aliran Quraniyah menunjukkan adanya problem psikologis dengan gejala psikiatrik delusi, halusinasi, dan mimpi aneh menjadi yang menjadi awal munculnya aliran ini. Kata Kunci: Quraniyah, aliran sesat, psikologi agama, sosiologi agama, Bandung.