Abu Muslim
Balai Litbang Agama Makassar

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

CURHAT DI BALIK LACI: EKSPRESI LITERASI SISWA DI MADRASAH ALIYAH PESRI KENDARI Abu Muslim
Al-Qalam Vol 25, No 1 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.381 KB) | DOI: 10.31969/alq.v25i1.728

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang pengembangan budaya literasi siswa melalui pengejawantahan petuah bijak yang diekspresikan dari berbagai media. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengungkap pemanfaatan petuah bijak dalam pengembangan budaya literasi siswa Madrasah Aliyah, dengan memilih secara purposif MA Pesantren Ummushabri Kota Kendari sebagai lokus pengamatan. data dikumpulkan dengan metode wawancara, dan observasi, serta melaksanakan FGD di Madrasah sasaran. Teori representasi dipilih sebagai pisau analisis untuk mengungkap makna dibalik karya siswa yang mengandung petuah-petuah bijaksana sebagai sarana motivasi diri, yang dituliskan pada media-media tertentu. Pengumpulan data dilakukan selama kurang lebih 18 hari (5 hari penjajakan + 13 hari pengumpulan data) di bulan Agustus 2016. Hasil kajian menemukan bahwa pengembangan budaya literasi siswa di MA PESRI dapat dilihat pada kreasi berbasis inisiatif yang dituliskan siswa pada berbagai media. Hasil kreasi tersebut mengandung keluh-kesah sebagai simbol beratnya beban yang harus diemban oleh siswa atas ketatnya aturan-aturan pesantren. Penelitian ini juga melihat transformasi pemaknaan dari siswa atas petuah bijak masa lalu, yang didesain ulang dengan tata bahasa yang dibuat sendiri sebagai simbol motivasi dan ekspresi bijaksana, yang bisa ditemui di balik laci, dan pintu-pintu lemari, serta tempat-tempat lainnya. Dalam aspek yang lebih luas, coretan-coretan itu menggambarkan semangat juang tinggi dari para anak-anak pesantren di kehidupan yang sangat dinamis dan penuh liku.
EKSPRESIKEBIJAKSANAAN MASYARAKAT BUGIS WAJO MEMELIHARA ANAK (ANALISIS SASTRA LISAN) Wisdom Expression of Bugineese Wajo Community in Caring Children (Oral Litelature Analysis) Abu Muslim
Al-Qalam Vol 17, No 1 (2011)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.942 KB) | DOI: 10.31969/alq.v17i1.105

Abstract

Penelitian ini membahas hasil sastra lisan dalam siklus pemeliharaan anak sebagai media pendidikanpada komunitas Bugis di Kabupaten Wajo. Makalah ini menggunakan metode deskriptif kualitatif denganpendekatan semiotika menggunakan analisis isi. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi denganpengumpulan data menggunakanpola penentuan informan teknik bola salju. sastra lisan dalam masyarakatyang memiliki peranan penting dalam kehidupan, serta sarat akan nilai-nilai pendidikan. Tradisi lisan dimasyarakat perlu dipertahankan sebagai wujud nyata manifestasi dari pelestarian budaya bangsa.
Simbol pada Makam Syekh Bil Ma’ruf dan Sosio-Religi Pulau Tangnga Sulawesi Barat Abu Muslim
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 14 No 2 (2016)
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.874 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v14i2.501

Abstract

This research concentrates on the actual religion surrounding the famed tomb-archeology of Sulawesi. This study, which focusses in particular on the Muslim religious leaders in Polewali Mandar, must first consider the first ancient tombs in Polman. In particular, we focus on the tomb at the Tangnga Island District of Binuang Polewali Mandar. Our selection of the tomb of Sheikh Bil Ma’ruf is motivated by that man’s key role and his remarkable persona given a society in which the veneration of tombs was central to people’s beliefs, and given that tomb archaeology can shed light on the sociology of a past society. It seems that the degree of veneration of a tomb corresponds to the honour in which a certain character’s memory is held. It seems that the veneration of Sheikh bil Ma’ruf’s tomb is directly proportional to the public celebration of this man’s deeds in his lifetime and the example that he gave to the flourishing local Islamic community in Sulawesi that came to be. Keywords: Sheikh Bil Ma’ruf, tomb,Sociology of Religy,Archeology Penelitian ini adalah studi tentang arkeologi-religi dengan makam sebagai objek kajiannya. Penelitian ini, menghendaki sebuah penelusuran arkeologis terhadap makam tokoh agama Islam di Polewali Mandar dengan terlebih dahulu melakukan inventarisasi makam-makam kuno di Polman. Objek kajian arkeologi religi dilakukan pada makam syekh Bil Ma’ruf di Pulau Tangnga Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar. Pemilihan objek makam sangat ditentukan oleh peran tokoh tersebut semasa hidupnya yang mempunyai peran keagamaan serta ketokohan kuat di tengah-tengah masyarakat. analisis sosial dilakukan untuk melihat lakon masyarakat terhadap makam. Hal ini sebagai pengejewantahan dari Archeology is sociology for the past. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan tokoh yang dimakamkan berbanding lurus dengan perilaku masyarakat terhadap makam dengan melakukan lakuan-lakuan bernuansa keagamaan yang terangkum dalam hajatan-hajatan yang dilakukannya serta pola keberislaman masyarakat setempat. Kata Kunci: Syekh Bil Ma’ruf, Makam, Sosiologi Religi, Arkeologi
MEMBACA EKSISTENSI ‘PUSAT LITERASI’ DARI PELOSOK NEGERI: IRONI PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN MADRASAH ALIYAH KONAWE SELATAN: READING THE EXISTENCE OF A REMOTE LITERACY CENTER: AN IRONY OF LIBRARY MANAGEMENT IN MADRASAH ALIYAH (ISLAMIC SENIOR HIGH SCHOOLS) SOUTH KONAWE Abu Muslim
Penamas Vol 28 No 1 (2015): Volume 28, Nomor 1, April-Juni 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study invites us to see the real condition of libraries in South Konawe. Using the qualitative descriptive research methods, this study aims to know library management in Islamic Senior High School education level. The research targets were purposively selected for three private or public Islamic Senior High Schools, which represent levels of accreditation. They are MAN Konda (accreditation B), MA Al-Amin Mataiwoi (accreditation C), MA DDI Nurul Qalby Ranomeeto (has not accredited yet). The results showed that the conditions of library management in three Madrasah Aliyah are very limited and not professional. They are limitted in terms of infrastructure and books collection. Also, they are not professional regarding to the implementation of library services, since there no guidelines or specific system running the libraries. The role of stakeholders in the library development needs to be improved on intensification of technical assistance and coordination aspects based on madrasa needs. This study also found that in Madrasah Aliyah level, library development is not a priority, since other madrasah infrastructure remains inadequate. Keywords: Management, Library, South Konawe, MA, Irony Penelitian ini mengajak kita melihat kondisi riil perpustakaan di Konawe Selatan dengan mengoperasionalkan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk memperoleh gambaran pengelolaan perpustakaan di tingkat satuan pendidikan Madrasah Aliyah. Sasaran penelitian dipilih secara purposive 3 Madrasah Aliyah negeri/swasta, yang masing-masing mewakili tingkatan akreditasi, yakni: MAN Konda (akreditasi B), MA Al- Amin Mataiwoi (akreditasi C), dan MA DDI Nurul Qalby Ranomeeto (tidak/belum terakreditasi). Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kondisi pengelolaan perpustakaan Madrasah Aliyah di ketiga madrasah sasaran dikelola dengan serba terbatas dan serba otodidak. Terbatas dari segi sarana prasarana dan koleksi buku serta otodidak dari segi pelaksanaan pelayanan yang semuanya dilakukan tanpa pedoman dan/atau sistem khusus yang dipegangi. Peran stakeholder dalam pengembangan perpustakaan dinilai masih perlu peningkatan dari aspek intensifikasi bantuan teknis serta aspek koordinasi berbasis kebutuhan madrasah. Penelitian ini juga menemukan, bahwa sesungguhnya di tingkat satuan pendidikan Madrasah Aliyah, pengembangan perpustakaan bukan menjadi prioritas utama, sebab sarana prasarana madrasah lainnya pada kenyataannya juga masih belum memadai. Kata Kunci: Pengelolaan, Perpustakaan, Konawe Selatan, MA, ironi
Problematika Pemanfaatan Buku Paket Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar di Kota Balikpapan Abu Muslim
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan EDUKASI | Volume 14, Nomor 2, Agustus 2016
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v14i2.21

Abstract

This research is aimed at acknowledging the effectiveness of utilizing elementary school Islamic Religion Education Textbooks in Balikpapan City. The focus of this research in the availability and utilization of as well as the problems faced in relation to the books. This research uses descriptive qualitative method. Data Collection was performed though interviews and observations. The collected data were then sorted based on research focus category for further in-depth analysis. The research results show that in Balikpapan city, the optimization of the utilization of Islamic Religion Education Books in Elementary Schools highly depends on the availability of compulsory and auxiliary books as the manifestation of the policies issued by the entire education apparatus, starting from stakeholders, education components, as well as public support. Curriculum selection also greatly affects the book utilization process. Because, in fact, the 2013 curriculum book distribution is not yet maximum. There is even a school deciding to return to the Education Unit Level Curriculum due to textbook availability, whereas the schools concerned is one of the pilot schools for the implementation of the 2013 curriculum in Balikpapan City. The aspect of supervision on distribution also becomes important in the context of supporting the achievement of the Islam religion education objective through the requirement-based book availability. However, in general, teachers and parents’ initiatives greatly support the maximization of the utilization of books as learning sources in Balikpapan City.