This Author published in this journals
All Journal Penamas
Sitti Arafah
Balai Penelitiandan Pengembangan Agama Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELAYANAN KEMENTERIAN AGAMA TERHADAP UMAT MINORITAS DI KOTA PALU Sitti Arafah
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.191

Abstract

Penelitian ini akan mendiskripsikan terkait Pelayanan Kementerian Agama terhadap umat minoritas di kota Palu, meliputi pelayanan pendirian rumah ibadat dan pelayanan pendidikan keagamaan. Penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelayanan Kementerian Agama dilakukan berdasarkan tipologi dan struktur yang ada, sehingga pelayanan masih dilakukan pada tingkat kanwil dan tingkat Kemenag Kota. Pelayanan yang diberikan dinilai belum maksimal, namun berupaya memberikan pelayanan secara proporsional berdasarkan kebutuhan dan jumlah umat. Pelayanan dalam pendirian rumah ibadat belum tampak persoalan yang sangat serius dalam pemberian izin mendirikan rumah ibadat, dan secara materi bantuan untuk rumah ibadat sangat minim dan terbatas, demikian hal pada pelayanan pendidikan keagamaan masih sangat jauh dari pelayanan masksimal, utamanya pemenuhan guru-guru pada satuan pendidikan umum.
RELIGIOUS UNDERSTANDING IN GROUP MUKJIZAT SALAT IN BOALEMO REGENCY, GORONTALO Sitti Arafah
Penamas Vol 33 No 2 (2020): Volume 33, Nomor 2, Juli-Desember 2020
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v33i2.426

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keberadaan kelompok Ilmu Mukjizat Salat di Desa Wonggahu Kecamatan Paguyaman Kabupaten. Boalemo terkait pemahaman dan praktik keagamaan yang dilakukan selama ini. Metode pengumpulan data melalui observasi terhadap pengamalan kelompok ilmu mukjizat salat, pendalaman melalui wawancara terhadap kemunculan serta pemahaman dan pengamalan keagamaan yang dilakukan serta penelusuran terhadap dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pemahaman Ilmu Mukjizat Salat. Hasil penelitian menujukkan bahwa Ilmu Mukjizat Salat adalah kelompok yang mendalami tentang kekuatan salat yang dianggap telah lama terputus, sehingga pada tahun 1994 Muhammad Nasir (penerima pertama) memperoleh kekuataan gaib yang secara tiba-tiba melalui mukjizat atau hidayah, sehingga dapat berkomunikasi dengan sesuatu yang gaib. Dalam Ilmu Mukjizat Salat terdapat beberapa amalan yang harus dilaksanakan oleh setiap anggotanya, di samping terdapat pula beberapa pemahaman keagamaan yang diajarkan kepada setiap anggota atau calon anggota. Penelitian ini merekomendasikan perlunya melakukan pembinaan dan peningkatan pemahaman keagamaan masyarakat agar tidak mudah memasuki sebuah aliran atau kelompok keagamaan yang berbeda dengan pemahaman dan praktik keagamaan yang mainstream.
PELAYANAN KEMENTERIAN AGAMA TERHADAP UMAT MINORITAS DI KOTA PALU Sitti Arafah
Penamas Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i1.191

Abstract

Penelitian ini akan mendiskripsikan terkait Pelayanan Kementerian Agama terhadap umat minoritas di kota Palu, meliputi pelayanan pendirian rumah ibadat dan pelayanan pendidikan keagamaan. Penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelayanan Kementerian Agama dilakukan berdasarkan tipologi dan struktur yang ada, sehingga pelayanan masih dilakukan pada tingkat kanwil dan tingkat Kemenag Kota. Pelayanan yang diberikan dinilai belum maksimal, namun berupaya memberikan pelayanan secara proporsional berdasarkan kebutuhan dan jumlah umat. Pelayanan dalam pendirian rumah ibadat belum tampak persoalan yang sangat serius dalam pemberian izin mendirikan rumah ibadat, dan secara materi bantuan untuk rumah ibadat sangat minim dan terbatas, demikian hal pada pelayanan pendidikan keagamaan masih sangat jauh dari pelayanan masksimal, utamanya pemenuhan guru-guru pada satuan pendidikan umum.