Pengukuran kinerja merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perusahaan. Dengan adanya pengukuran kinerja, akan diketahui dimana posisi perusahaan dan dapat digunakan untuk mengevaluasi serta melakukan perbaikan. Pengukuran kinerja yang baik adalah pengukuran kinerja yang dapat mewakili kinerja dari keseluruhan perusahaan, maka dari itu digunakan Balanced Scorecard sebagai metode pengukuran kinerja yang dapat mengevaluasi keseluruhan kinerja dari perusahaan. Dalam Balanced Scorecard terdapat 4 perspektif yang digunakan sebagai tolak ukur pengukuran kinerja, yaitu perspektif finansial, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan karyawan. Pengukuran Balance Scorecard dilakukan berdasarkan visi, misi, strategi dan KPI dari perusahaan BCD dan departemen Moldmaker . Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan, didapat beberapa poin yang menjadi tolak ukur kinerja berdasarkan setiap perspektif yang ada, antara lain : ( 1 ) Perspektif finansial : Profit Loss per Project, Back Log Project, Order Intake, Sales ; ( 2 ) Perspektif pelanggan : OTD T0 & OTD Sales ; ( 3 ) Perspektif proses bisnis internal : Utilization, Non Quality Cost, Overtime ; ( 4 ) Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan karyawan : Training Employee ( Technical ), Training Employee ( Non Technical ), Turn Over Rate, Head Count Personnel.