Robi'ah Ummi Kulsum
Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Internalisasi Nilai-nilai Akhlak dalam Perencanaan Pembelajaran Tematik Terpadu Kurikulum 2013 di Madrasah Ibtidaiyah Robi'ah Ummi Kulsum
Al-Ma‘rifah Vol 14 No 1 (2017): Al-Ma'rifah: Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Arab
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.141 KB)

Abstract

Dewasa ini pembelajaran tematik terpadu kurikulum 2013 menjadi sebuah kebijakan yang memiliki banyak implikasi, di antaranya adalah implikasi terhadap persiapan dan hasil pembelajaran. Pembelajaran tematik terpadu 2013 merupakan salah satu pendekatan pembelajaran pada Madrasah Ibtidaiyah yang berbasis aktifitas (meaningfull learning). Beberapa penelitian membuktikan bahwa pembelajaran tematik mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Seolah memberi sinyal positif, di balik persiapan, proses dan evaluasinya yang nampak rumit, pembelajaran tematik terpadu ditengarai sebagai pendekatan yang strategis untuk menginternalisasikan nilai-nilai akhlak. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penulis hendak memaparkan gambaran secara sistematis, faktual dan akurat tentang strategi menginternalisasikan nilai-nilai akhlak dalam perencanaan pembelajaran tematik terpadu di madrasah ibtidaiyah. Hasil yang diperoleh adalah bahwa guna menginternalisasikan nilai-nilai akhlak dalam pembelajaran tematik terpadu memerlukan persiapan. Terdapat dua macam perencanaan bagi guru Madrasah, yaitu perencanaan umum dan perencanaan khusus. Perencanaan umum dilakukan oleh segenap pihak civitas madrasah, sedangkan perencanaan khusus dilakukan oleh pihak guru kelas sebagai fasilitator pembelajaran tematik terpadu. Proses internalisasi nilai-nilai akhlak dalam pembelajaran tematik terpadu melewati tiga tahapan, yaitu transformasi nilai, transaksi nilai dan transinternalisasi nilai. Terdapat faktor penting dalam pelaksanaan pendidikan nilai akhlak, antara lain: guru sebagai teladan, situasi dan kegiatan yang terprogram, dan desain program pendidikan nilai akhlak. Sebagai pengembangan upaya internalisasi nilai-nilai akhlak dalam pembelajaran tematik terpadu diperlukan desain program pendidikan nilai akhlak di madrasah, yaitu desain pendidikan akhlak berbasis kelas, berbasis kultur madrasah, dan berbasis komunitas.
FACEBOOK SOLUSI KREATIF MEDIA PARENTING JARAK JAUH DI RAUDHATUL ATHFAL Robi'ah Ummi Kulsum
Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta Vol. 2 No. 2 (2021): WAWASAN: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53800/wawasan.v2i2.116

Abstract

 Abstract In Raudhatul Athfal the role of the family is still very dominant. In this context, there is an interaction between the family and the teachers. Parenting is a method to build the interaction between them. The purpose of this study was to determine the impact Facebook as a parenting media in Raudhatul Athfal (RA). The research is descriptive qualitative. The results showed that Facebook had not been used effectively as a parenting media at the Raudhatul Athfal. It is recommended to improve quality of activity, utilizing features more properly, improving content and follow-up activities with offline activity.   Abstrak Pada proses pendidikan di Raudhatul Athfal peran keluarga masih sangat dominan disbanding dengan tingkat pendidikan berikutnya. Pada konteks ini terjadi interaksi antara keluarga dengan guru. Parenting adalah upaya yang dapat menjembatani interaksi keduanya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak pemanfaatan Facebook sebagai media parenting di Raudhatul Athfal (RA). Penelitian bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Facebook belum dimanfaatkan sebagai media parenting di lembaga Raudhatul Athfal lakasi penelitian. Direkomendasikan agar optimalisasi pemanfaatan Facebook sebagai media parenting di bisa dilakukan melalui perbaikan pola kegiatan, pemanfaatan fitur, perbaikan konten dan tindak ditambahkan kegiatan tindak lanjut berupa parenting offline.