Made Fitri Padmi
Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Redifining Gender Role During Wartime: Power Relations, Disparities and Impacts Made Fitri Padmi
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v6i1.4438

Abstract

AbstrakKarya tulis ini mencoba untuk membuat suatu hubungan antara manusia dan peperangan, dan menganalisa peran dari suatu gender dalam masa perang. Perspektif gender memiliki peran yang signifikan, tidak hanya dalam membentuk dan menjalankan perang, tetapi juga terhadap dampak dari perang. Di berbagai budaya, masyarakat menentukan perannya berdasarkan perbedaan gender, termasuk di dalamnya peran masyarakat pada masa perang. Perang dan militarisasi dipandang sebagai produk maskulin, dan juga bagaimana “memaskulinkan” masyarakat. Sedangkan, Feminisme membawa perspektif yang berbeda untuk memahami peperangan. Pasifis atau karakter damai dari perempuan digunakan untuk menganalisa perdamaian pasca perang. Sebagai hasil, tulisan ini berpendapat bawah suatu hal yang penting untuk memberikan pemahaman yang lebih baik bahwa peperangan bukanlah fenomena yang bebas dari atribut gender. Peperangan juga berperan besar dalam mengkonstuksi hubungan antar gender.Kata kunci: Gender, Feminisme, Maskulinitas, Perang, Militerisasi.AbstractThis paper tries to make correlation between war and people, and to analyse the role of gender perspectives during wartime. Gender perspective plays a significant role not only in shaping and executing warfare, but also in giving the specific impact of war. In many cultures in the world, people determine social roles based on gender disparities, including roles during wartime. War and militarisation are products of the masculine and, at the same time, means of masculinizing people. However, Feminism bring different levels of perspectives on how to understand the war. Pacific or peace characteristics of women are often used to analyse the peace prospect after war. As result, this paper argues that, it is a significant attempt to create better understanding that war is not gender neutral. War plays a massive role in gender construction and impacts greatly on gender relations.Keywords: Gender, Feminism, Masculinity, War, Militarisation
KEBIJAKAN IMIGRASI PRESIDEN TRUMP TERHADAP MASYARAKAT IMIGRAN DI AMERIKA SERIKAT TAHUN 2017-2018 Made Fitri Padmi; Zaenab Yulianti
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v6i2.4763

Abstract

AbstrakTulisan membahas tentang kebijakan imigrasi Donald Trump pada 2 tahun pertama dan dampaknya terhadap masyarakat imigran di Amerika Serikat. Kebijakan imigrasi yang penulis bahas dalam tulisan ini adalah Executive Order di tandatangi Donald Trump pada tahun 2017 terkait larangan akses masuk masyarakat dari tujuh negara muslim yang menurut Amerika Serikat merupakan negara pendukung terorisme. Karya tulis ini menggunakan pendekatan kualitatif dan studi kepustakaan serta penyajian data secara eksplanatif. Dalam tulisan ini menunjukan bahwa kebijakan imigrasi Donald Trump mengakibatkan dampak terhadap imigran dari tujuh negara muslim yang ada dan calon imigran yang akan menuju ke Amerika Serikat. Selain dampak terhadap sasaran utama, kebijakan ini juga berdampak pada imigran-imigran lain diluar tujuh negara tersebut serta keamanan, tindakan diskriminasi dan fenomena Xenophobia dan Islamophobia di Amerika Serikat.Kata Kunci: Donald Trump, Executive Order, Imigran, Diskriminasi AbstractThis paper discussed the impact of Donald Trump's immigration policy in the first 2 years against immigrant communities in the United States. The immigration policy that the writer discussed in this paper was the Executive Orders which was signed by Donald Trump in 2017 related to the prohibition of entry into the United States from seven Muslim countries, which according to the United States is a country supporting terrorism. This paper used a qualitative approach and literature study as well as an explanatory data presentation. The results of this paper showed that Donald Trump's immigration policy has had an impact on immigrants from seven existing Muslim countries and prospective immigrants heading to the United States. In addition to the impact on the main targets, this policy also affected other immigrants outside the seven countries as well as security, acts of discrimination and the phenomenon of Xenophobia and Islamophobia in the United States.  Keywords: Donald Trump, Executive Order, Immigrants, Discrimination
THE ROLE OF NGOs IN LIBERAL PEACE ATTEMPTS Made Fitri Padmi
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.213 KB) | DOI: 10.52447/gij.v1i2.752

Abstract

Abstract The post-Cold War era has seen the expansion of involvement by non-state actors in the spreading of liberal peace principles. NGOs are one of the non-state actors which have been actively advocating the value of liberal peace. This paper would like to analyze the role of NGOs in spreading the value of peace throughout the world. The paper began in the concern of the rising number of civilian casualties during armed conflicts. This paper examines liberal peace as a pathway to global improvement and as a source of sustainable peace. NGOs take the grassroots approach to views of conflict, peacebuilding, development, and promoting liberal values by involving the local community and local authority. NGOs emerge to fill the gap of liberal peacebuilding projects that cannot be reached by the state. The legally-mandated neutrality of NGOs gives them more access to build peace as they are seen as less threatening parties. Despite the criticism of NGOs as the vehicle of state interests, NGOs are able to be good partners for the state to establish liberal peace. The case study of NGO involvement in Afghanistan describes how NGOs work to protect human rights, empower communities, and other humanitarian projects. Keywords: NGOs, liberal peace, democracy, peacebuilding Abstrak Era pasca-Perang Dingin telah menjadi saksi bagi perluasan keterlibatan aktor-aktor non-negara dalam penyebaran prinsip-prinsip perdamaian liberal. NGO adalah salah satu aktor non-negara yang telah secara aktif menganjurkan nilai perdamaian liberal. Tulisan ini ingin menganalisis peran NGO dalam menyebarkan nilai perdamaian di seluruh dunia. Tulisan ini mulai menjadi perhatian meningkatnya jumlah korban sipil selama konflik bersenjata. Penelitian ini mengkaji perdamaian liberal sebagai jalur menuju perbaikan global dan sebagai sumber perdamaian yang berkelanjutan. NGO mengambil pendekatan akar rumput untuk melihat konflik, pembangunan perdamaian, pembangunan, dan mempromosikan nilai-nilai liberal dengan melibatkan masyarakat lokal dan pemerintah daerah. NGO muncul untuk mengisi kesenjangan proyek pembangunan perdamaian liberal yang tidak dapat dicapai oleh negara. Azas netralitas yang diamanatkan pada NGO memberi mereka lebih banyak akses untuk membangun perdamaian karena dipandang sebagai pihak yang kurang mengancam. Meskipun ada kritik terhadap NGO sebagai alat bagi kepentingan negara, NGO dapat menjadi mitra yang baik bagi negara untuk mewujudkan perdamaian liberal. Studi kasus keterlibatan NGO di Afghanistan menggambarkan bagaimana NGO bekerja untuk melindungi hak asasi manusia, memberdayakan masyarakat, dan proyek kemanusiaan lainnya. Kata kunci: NGO, perdamaian liberal, demokrasi, peacebuilding
Politik Identitas dan Gerakan Black Lives Matter dalam Kampanye Politik Joe Biden – Kamala Harris pada Pemilu Amerika Serikat Tahun 2020 Made Fitri Padmi; Mahda Ayu Ningrum
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v7i1.5661

Abstract

AbstrakTulisan ini membahas mengenai fenomena politik identitas dan juga Black Lives Matter dalam kampanye Joe Biden – Kamala Harris dalam proses Pemilu Amerika Serikat di tahun 2020. Politik identitas dalam Gerakan Black Lives Matter menjadi dinamika politik bagi warga Afrika Amerika dalam mencari aspirasi dan keadilan politik. Namun juga, politik identitas dan Gerakan Black Lives Matter juga digunakan sebagai alat politik untuk meraih dukungan suara. Tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan studi kepustakaan. Dalam karya tulis ini dapat dilihat adanya keterkaitan antara politik identitas, gerakan Black Lives Matter dalam kampanye Politik Biden – Harris. Pasangan ini hadir sebagai kadidat yang lebih simpatik dan peduli terhadap masyarakat kulit hitam dan kulit berwarna lainnya daripada Donald Trump. Dan hal ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pemberian dukungan terhadap Biden – Harris dalam Pemilu Amerika Serikat 2020.Kata Kunci: Biden – Harris, Black Lives Matter, Politik Identitas, Kampanye AbstractThis paper discussed the politics of identity and Black Lives Matter movement in Joe Biden – Kamala Harris’political campaigns during the U.S. general election 2020. The politics of identity and Black Lives Matter movement became political dinamics for African Americans to seek for aspiration and political justice. However, the politics of identity and Black Lives Matter movement were used as a political tools to gain votes during the election. This paper were conducted with qualitative research method and literature study. In this paper, it showed that there was a connection between the politics of identity and Black Lives Matter movement, and Biden – Harris’ political campaign. These candidates emerged as more symphatetic and caring candidates towards Black people community and other people of colors compared to Donald Trump. This was one of the influential factors for people to vote for Biden – Haris in the U.S. General Election in 2020.  Key words: Biden – Harris, Black Lives Matter, Politics of Identity, Campaign