Ismail Adi Santoso
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kebijakan Luar Negeri Australia di Era Pemerintahan PM Tony Abbott Ismail Adi Santoso
GLOBAL INSIGHT JOURNAL Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gij.v5i2.4018

Abstract

ABSTRAKSetiap negara pasti memiliki arah dan tujuan negaranya. Untuk mencapai tujuan tertentu dibutuhkan sebuah kebijakan luar negeri. Sebagai sebuah negara Australia tentu memiliki tujuan dan kepentingan nasionalnya. Pada era pemerintahan Perdana Menteri Tony Abbott, Australia memiliki kebijakan luar negeri yang ditujukan untuk memenuhi kepentingan nasionalnya. Isu-isu ekonomi dan imigran merupakan isu yang menjadi pokok utama dalam pemerintahan Tony Abbott. Dalam meningkatkan perekonomian, Australia menjalin kerja sama dalam bentuk free trade agreement dengan Tiongkok dan Korea Selatan. Australia menerapkan kebijakan pencegahan imigran ilegal yang dinamai Operation Sovereign Borders yang dilakukan untuk mencegah imigran ilegal masuk ke dalam teritorial Australia.Kata Kunci: Kebijakan Luar Negeri, Australia, Free Trade Agreement, Operation Sovereign BordersABSTRACTEvery nation must have directions and objectives. To achieve certain objectives requires foreign policies. As a nation, Australia certainly has its own national goals and interests. In Tony Abbott’s government era, Australia had many foreign policies aimed at fulfilling its national interests. Economic and immigrant issues are the focus in Abbott’s government. Australia cooperates in the form of free trade agreements with China and Korea to improve its economy. Australia also implements an illegal immigrant prevention policy called Operation Sovereign Borders which is conducted to prevent illegal immigrants from entering Australian territory.Keywords: Foreign Policy, Australia, Free Trade Agreement, Operation Sovereign Borders