Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERSEPSI MAHASISWA PROGRAM STUDI AKUNTANSI TERHADAP AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN SOSIAL PERUSAHAAN (SURVEI PADA MAHASISWA UNISRI DAN IAIN SURAKARTA) Djoko Kristianto & Suharno
Exsplorasi Vol. 27 No. 2 (2015): Eksplorasi
Publisher : Eksplorasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Didalam melaksanakan kegiatan opersionalnya, perusahaan secara langsung atau tidak langsung berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Menurut Usmansyah bahwa sumber-sumber ekonomi yang digunakan oleh perusahaan berasal dari masyarakat dan lingkungannya. Oleh sebab itu perusahaan harus memberikan pertanggungjawaban atas sumberdaya yang telah digunakan serta hasil-hasil yahng telah dicapainya.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis persepsi mahasiswa akuntansi terhadap pentingnya akuntansi pertanggungjawaban sosial perusahaan. Adapun hasilnya adalah bahwa variable regulasi pemerintah tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pentingnya akuntansi pertanggungjawaban social dengan nilai signifikasi di atas 0,05 yaitu 0,308. Untuk variabel tekanan masyarakat tidak berpengaruh terhadap pentingnya akuntansi pertanggungjawaban social dengan nilai signifikasi di atas 0,05 yaitu 0,308. Sedangkan untuk variabel tekanan organisasi tidak berpengaruh signifikan karena nilai di atas 0,05 yaitu 0,588 sedangkan variable tekanan media massa berpengaruh secara signifikan karena nilai signifikansinya di bawah 0.005 yaitu sebesar 0.013.Uji Independent Sample t-test digunakan untuk membuktikan signifikansi persepsi mahasiswa akuntansi terhadap pentingnya akuntansi pertanggungjawaban social, dari hasil perhitungan bahwa regulasi pemerintah dengan signifikasi sebesar 0,643 di atas 0,05 maka ini menunjukkan bahwa persepsi tersebut adalah sama atau tidak berbeda. Variabel tekanan kelompok masyarakat dengan signifikansi sebesar 0.538 diatas 0.05, Tekanan organisasi lingkungan sebesar 0,04 dibawah 0,05 yang berarti mahasiswa memiliki persepsi yang sama. Sedangkan untuk variabel tekanan mass media memiliki signifikansi sebesar 0.120 diatas 0,05 dan variabel pentingnya akuntasi pertanggungjawaban nilai signifikansi sebesar 0.884 di atas 0,05 yang berarti bahwa perpespsi mahasiswa IAIN Surakarta dan mahasiswa UNISRI adalah tidak berbeda atau sama.Kata Kunci : Akuntansi Pertranggungjawaban Sosial, persepsi, peraturan pemerintah
Analisis Pengaruh Kecerdasan Emosional Lingkungan Keluarga Sikap Mandiri Kesiapan Instrumen Terhadap Intensi Berwirausaha Mahasiswa Djoko Kristianto & Suharno
RESEARCH FAIR UNISRI Vol. 3 No. 1 (2019): RESEARCH FAIR UNISRI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.178 KB) | DOI: 10.33061/rsfu.v3i1.2592

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor apa sajakah yang berpengaruh terhadap intensi berwirausaha mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Slamet Riyadi Surakarta dan IAIN Surakarta. Objek penelitian ini adalah mahasiswa program studi akuntansi Universitas Slamet Riyadi Surakarta dan mahasiswa program studi akuntansi IAIN Surakarta.Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan dokumentasi. Dari hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa variabel kecerdasan emosi (X1), nilai signifikansinya sebesar 0,000 variabel sikap mandiri (X2) sebesar 0,038 ,variabel lingkungan keluarga (X3) sebesar 0.001, dan variabel kesiapan instrumen (X4) sebesar 0,000 sehingga dapat di simpulkan bahwa semua variabel secara parsial berpengaruh terhadap intensi berwirausaha. Dari hasil olah data dapat dijelaskan bawha hasil uij F nilai signifikansinya sebesar 0,00 dan di bawah 0.05 maka di katakana bahwa data layak/fit di gunakan dalam penelitian ini. Sedangkan hasil olah data di ketahui bahwa nilai R2 atau adjusted R square sebesar 0,465 atau bahwa variabel kecerdasan emosi (X1), variabel sikap mandiri (X2),variabel lingkungan keluarga (X3),variabel kesiapan instrumen (X4) memberikan sumbangan pengaruh sebesar 47% sedangkan sisanya adalah dari variabel yang tidak di teliti. Sedangkan untuk uji independent t test , dari hasil olah data dapat di ketahui bahwa hasil uji F untuk variabel kecerdasan emosional sebesar 0,120 dengan nilai signifikansi sebesar 0,729 yang berarti nilainya di atas 0,05 sehingga dapat di katakan bahwa kedua varian adalah sama atau tidak berbeda. Untuk variabel sikap mandiri, nilai yang di dapat adalah sebesar 0,144 dengan nilai signifikansi sebesar 0,709 yang berarti nilainya di atas 0,05 sehingga dapat di katakan bahwa kedua varian adalah sama atau tidak berbeda. Variabel lingkungan keluarga, nilai yang di dapat adalah sebesar 0,068 dengan nilai signifikansi sebesar 0,795 yang berarti nilainya di atas 0,05 sehingga dapat di katakan bahwa kedua varian adalah sama atau tidak berbeda. Pada variabel kesiapan instrumen, nilai yang di dapat adalah sebesar 0,243 dengan nilai signifikansi sebesar 0,622 yang berarti nilainya di atas 0,05 sehingga dapat di simpulkan bahwa kedua varian adalah sama atau tidak berbeda. Sedangkan variabel intens berwirausaha, nilai yang di dapat adalah sebesar 0,629 dengan nilai signifikansi sebesar 0,429 yang berarti nilainya di atas 0,05 sehingga dapat di katakan bahwa kedua varian adalah sama atau tidak berbeda.Kata kunci : Pengaruh Kecerdasan Emosional, Lingkungan Keluarga, Sikap Mandiri, Kesiapan Instrumen,Intensi Berwirausaha