M A Chozin
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Production, Competition Indices, and Nutritive Values of Setaria splendida, Centrosema pubescens, and Clitoria ternatea in Mixed Cropping Systems in Peatland A Ali; L Abdullah; P D.M.H Karti; M A Chozin; D A Astuti
Media Peternakan Vol. 36 No. 3 (2013): Media Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.603 KB) | DOI: 10.5398/medpet.2013.36.3.209

Abstract

This research was conducted to evaluate production, different competition indices and nutritive value of Setaria splendida, Centrosema pubescens, and Clitoria ternatea in monoculture and mix cropping system on peat soil land. The experiment was set up in a randomized complete block design with five treatments and three replications. The five treatments were:  S. splendida sole cropping (SS), C. pubescens sole cropping (CP), C. ternatea sole cropping (CT), S. splendida and C. pubescens mix cropping (SS/CP) and S. splendida/C. ternatea mix cropping (SS/CT). The DM yield of S. splendida in mixed cropping with C. pubescens increased 43.4% and in mix cropping with C. ternatea increased 15.7% compared to sole S. splendida. The value of land equivalent ratio of SS/CP (LERSS/CP) was >1. The LERSS/CT value was <1.  The crowding coefficient value of S. splendida (KSS) was higher than KCP and KCT. The total value of KSS/CP and KSS/CT were >1. The competition ratio (CR) values of S. splendida in both mix cropping were >1. The agressivity (A) values of S. splendida in both mix cropping were positive. The crude protein, NDF and ADF content of forage were not affected by mix cropping system. In conclusion, mix cropping in peatland do not affect productivity and nutritive value of S. splendida,  C. pubescens, and C. ternatea. S. splendida is more effective in exploiting environmental resources when intercropped with C. pubescens compared to C. ternatea on peatland.
Keefektifan Allelopati Teki (Cyperus rotundus L.) terhadap Penekanan Perkecambahan Biji Asystasia gangetica (L.) T. Anderson pada Berbagai Jenis Tanah Martika Andhini; M A Chozin
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 2 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.017 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i2.15018

Abstract

Beberapa penelitian terdahulu mengindikasikan bahwa allelopati pada teki (Cyperus rotundus) berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bioherbisida untuk menekan perkecambahan biji gulma berdaun lebar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai formulasi biomassa teki dalam menekan perkecambahan  biji  gulma  Asystasia  gangetica,  gulma  berdaun  lebar  yang menjadi masalah di berbagai perkebunan. Tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak teki dalam menekan perkecambahan   biji   A.   gangetica   pada   berbagai   jenis   tanah.   Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Oktober 2014 di Laboratorium Ekofisiologi Tanaman, Departemen Agronomi dan Hortikultura. Percobaan pertama menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan 5 formulasi biomassa teki yaitu mulsa basah, mulsa kering, butiran, tepung, dan kontrol. Percobaan  kedua  menggunakan  Rancangan  Acak  Lengkap  (RAL)  faktorial dengan perlakuan konsentrasi ekstrak teki 0 kg L-1, 1 kg L-1, 2 kg L-1, dan 3 kg L-1 dan perlakuan jenis tanah dengan perbedaan kandungan liat  yaitu kuarsa, regosol, andosol, latosol dan podsolik. Seluruh perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa  seluruh  formulasi  teki  yang  diuji  secara  nyata  efektif menekan perkecambahan biji gulma A. gangetica dibandingkan dengan kontrol. Jenis   tanah   sangat   nyata   mempengaruhi   persentase   perkecambahan biji A. gangetica. Aplikasi ekstrak teki menunjukkan kecendrungan   semakin   tinggi pada semua jenis tanah  konsentrasi   ekstrak   teki   semakin   menekan perkecambahan biji A. gangetica.
Manajemen Sortasi dan Pemecahan Buah Kakao (Theobroma cacao L.) di Jawa Tengah Ruswandi Rinaldo; M A Chozin
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 2 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.401 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i2.15022

Abstract

Theobroma cacao adalah tanaman tahunan yang bijinya banyak digunakan dalam industri makanan, minuman, dan pengobatan. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari salah satu tahapan penting manajemen dari pengolahan hasil, yaitu tentang kualitas kakao berdasarkan analisis biji kakao basah dan biji kakao kering di kebun Cilacap, Jawa Tengah mulai Februari – Juni 2011. Pengambilan data dilakukan melalui analisis biji kakao basah dan biji kakao kering. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas biji kakao basah tidak memenuhi standar perusahaan sedangkan kualitas biji kakao kering sudah memenuhi standar