Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMIKIRAN ETIKA SUFISTIK MENURUT AL-GHAZALI DALAM KITAB MINHAJ AL-‘ABIDIN Aminudin Aminudin
PERADA Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/perada.v4i2.396

Abstract

Abstrak Tulisan ini membahas tentang konstruksi ataupun konsep tentang etika sufistik yang terdapat dalam salah satu karya al-Ghazali dalam kitab yang berjudul Minhaj al-‘Abidin. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dengan jelas bagaimana sebenarnya ajaran etika tasawuf (etika sufistik) al-Ghazali terutama yang terdapat dalam kitab Minhaj al-‘Abidin. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis, yaitu penulis memberikan gambaran dan menganalisis nilai-nilai/dimensi-dimensi etika sufistik yang terkandung dalam kitab Minhaj al-‘Abidin. Penelitian ini berbasis pustaka (library research). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa konsep etika sufistik yang dikemukakan oleh al-Ghazali dalam kitab Minhaj al-‘Abidin tentang anjuran untuk mengendalikan hawa nafsu dan taubat sebagai jalan menuju Allah Swt. Kata kunci: Al-Ghazali, Minhaj al-'Abidin, Etika Sufistik Abstract This paper discusses the construction or concept of sufistic ethics contained in one of al-Ghazali's works in the book entitled Minhaj al-'Abidin. This research aims to express clearly how exactly the teachings of sufism (sufistic ethics) al-Ghazali are mainly found in minhaj al-'Abidin. The method used is an analytical descriptive method, i.e. the author provides an overview and analyzes the values/dimensions of sufistic ethics contained in the book Minhaj al- 'Abidin. This research is library research. The results of the study concluded that the concept of sufistic ethics expressed by al-Ghazali in minhaj al-'Abidin is about the advice to control lust and repentance as the way to Allah Almighty. Keywords: Al-Ghazali, Minhaj al-'Abidin, Sufistic Ethics
PEMIKIRAN ABDULLAH SAEED TENTANG MUSLIM PROGRESIF SEBAGAI JALAN ALTERNATIF TANTANGAN ERA MODERN Aminudin Aminudin
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v2i1.267

Abstract

Pemikiran Islam mengalami stagnasi kurun waktu yang panjang, sering kali tidak bisa menjawab tantangan modernitas, maka hukum Islam perlu ditafsir ulang agar bisa menjawab kebutuhan masyarakat modern, gerakan inilah yang disebut Islam Progresif, Muslim Progresif atau Ijtihadi Progresif. Salah satu tokoh yang concern dengan dunia Islam kontemporer adalah Abdullah Saeed. Muslim progresif sebagai kelanjutan dari neo-modernis, beranggapan bahwa dinamika dan perubahan sosial, baik pada ranah intelektual, moral, hukum, ekonomi atau teknologi, dapat direfleksikan dalam hukum Islam. Titik-tekan muslim progresif isu-isu tentang keadilan sosial, keadilan gender, HAM dan relasi yang harmonis antara Muslim dan non-Muslim. Maka metode berijtihad Islam Progresif adalah context-based ijtihad, yaitu penafsiran teks-teks Alquran dan al-Hadis dengan perspektif maqasid al-syari’ah, social sciences, humanities kontemporer, multi-disciplinary approach dan filsafat kritis. Islam Progresif masih menuai pro-kontra, karena adanya tantangan “truth claim”, yaitu banyak anggapan bahwa hanya ada satu set hukum Islam yang dapat diterima sebagai kebenaran tunggal dan lainnya dianggap salah. Demikian juga adanya “regime of taqlid” menjadi fenomena global dalam dunia Islam hingga saat ini.
UMAT DAN KEWARGANEGARAAN (Suatu Tinjauan Konsep dan Hubungan antar keduanya) Aminudin Aminudin
JURNAL SETIA PANCASILA Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Setia Pancasila, September 2021
Publisher : PRODI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN STKIP PGRI SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36379/jsp.v2i1.176

Abstract

This paper aims to reveal how the Islamic view regarding the concept of ummah and citizenship in on country concidering that at the beginning of the 20th century there has emerged what is called the concept of a nation-state so that Muslims are required to be able to respond as a historical fact. The study of term of ummah so far has been carried out by well-know scholars such Ali Shariati, he prefers the term ummah compared to the term qoum, qabilah, syu’ub, thaifah, congregation and others. Because the ummah has the aventage of having meaning content, which means dynamic humanity, not frozen an static entities. While the study of term citizenship mean membership which shows the relationship or bond between the state an citizens. Citizens as supporters of a state are the basis for the existence of a state, in other words that citizens are one of the important elements for a state in addition to other elements. And lastly the relationship between the two is the relationship the ummah and citizenship.