Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam proses pemahaman konsep limit pada mahasiswa calon guru matematika melalui pendekatan fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen tugas mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep limit dibentuk melalui interaksi antara representasi visual, simbolik, dan pengalaman diskusi kelas yang difasilitasi oleh dosen. Representasi visual seperti grafik dan animasi membantu mahasiswa memetakan proses limit secara intuitif. Intervensi dosen yang bersifat reflektif dan pemantik menjadi katalisator dalam proses rekonstruksi pemahaman konseptual. Beberapa mahasiswa menunjukkan perkembangan pemahaman yang baik, ditandai dengan kemampuan menjelaskan konsep limit dalam berbagai konteks, termasuk limit tak hingga. Namun demikian, miskonsepsi tetap muncul, terutama dalam mengaitkan konsep limit dengan kekontinuan dan nilai fungsi di titik tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa proses pemahaman konsep limit tidak bersifat instan, melainkan memerlukan strategi pedagogis yang mengintegrasikan pendekatan visual, reflektif, dan partisipatif. Implikasi dari hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi perancangan kurikulum dan metode pengajaran kalkulus yang lebih bermakna.