Mohammad Hasan Bisryi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN TEORI MAQASID ASY-SYARI’AH DALAM IJTIHAD MAJELIS ULAMA INDONESIA Bisryi, Mohammad Hasan
Jurnal Penelitian Vol 7 No 1: Mei 2010
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.991 KB) | DOI: 10.28918/jupe.v7i1.204

Abstract

This research focuses on three fatwa of MUI that are regarded controversial, i.e. legal opinion on smoking, apolitical attitude, and under aged marriage. These three problems are viewed from maqâshid asy-syari’ah view. In legal opinion on smoking, maslahah that will be manifested is to avoid the negative effect of smoking. In this case, they used sad al-dzari’ah method. In legal opinion on apolitical attitude, they viewed that voters should vote their leader based on certain criteria. In this case they also used sad al-dzari’ah method. In legal opinion on under aged marriage, they tended to avoid under aged marriage practices to avoid madlarat, and, according to them, it is difficult to reach the objective of marriage. Under aged marriage, however, according to them, is still legal. To manifest this maslahah, they used maslahah al-mursalah, qiyas dan sadd adz-dzarî’ah altogether.
PENGGUNAAN HADIS DALAM TAFSIR AL-QUR’AN MENURUT MINARDI MURSYID Bisryi, Mohammad Hasan
Jurnal Penelitian Vol 6 No 1: Mei 2009
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.048 KB) | DOI: 10.28918/jupe.v6i1.216

Abstract

Penelitian ini mengkaji metode penafsiran al-Qur’an yang digunakan oleh Minardi dan pandangannya terhadap penggunaan hadis dalam penafsiran al-Qur’an, serta kaitannya dengan kaum Qur’aniyyun. Secara metodologis model penafsiran al-Qur’an Minardi  mendekati model tafsir maudlu’i tetapi mempunyai perbedaan dengan tafsir maudlu’i pada umumnya. Ada tiga prinsip yang dipegang yaitu kesempurnaan Al-Qur’an, pendekatan kebahasaan (Arab), dan takwil. Kronologi turunnya ayat (sabab nuzul), hadis nabi serta riwayat para sahabat, naskh dan takhsis tidak digunakan. Al-Qur’an hanya ditafsirkan dengan ayat al-Qur’an lainnya, selebihnya ia menggunakan akal dan ilmu pengetahuan kontemporer. Hadis hanya diakui jika sejalan dengan al-Qur’an, sehingga ia tidak merujuk langsung kepada hadis. Metode penafsirannya tersebut dapat dikatakan ia menolak penggunaan hadis sebagai hukum. Hal ini memiliki kesamaan dengan pemikiran kaum Qur’aniyyin (Ingkar sunnah), meskipun ia tidak mengutip pendapat-pendapat mereka.
PENERAPAN TEORI MAQASID ASY-SYARI’AH DALAM IJTIHAD MAJELIS ULAMA INDONESIA Mohammad Hasan Bisryi
Jurnal Penelitian Vol 7 No 1: Mei 2010
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v7i1.204

Abstract

This research focuses on three fatwa of MUI that are regarded controversial, i.e. legal opinion on smoking, apolitical attitude, and under aged marriage. These three problems are viewed from maqâshid asy-syari’ah view. In legal opinion on smoking, maslahah that will be manifested is to avoid the negative effect of smoking. In this case, they used sad al-dzari’ah method. In legal opinion on apolitical attitude, they viewed that voters should vote their leader based on certain criteria. In this case they also used sad al-dzari’ah method. In legal opinion on under aged marriage, they tended to avoid under aged marriage practices to avoid madlarat, and, according to them, it is difficult to reach the objective of marriage. Under aged marriage, however, according to them, is still legal. To manifest this maslahah, they used maslahah al-mursalah, qiyas dan sadd adz-dzarî’ah altogether.
PENGGUNAAN HADIS DALAM TAFSIR AL-QUR’AN MENURUT MINARDI MURSYID Mohammad Hasan Bisryi
Jurnal Penelitian Vol 6 No 1: Mei 2009
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jupe.v6i1.216

Abstract

Penelitian ini mengkaji metode penafsiran al-Qur’an yang digunakan oleh Minardi dan pandangannya terhadap penggunaan hadis dalam penafsiran al-Qur’an, serta kaitannya dengan kaum Qur’aniyyun. Secara metodologis model penafsiran al-Qur’an Minardi  mendekati model tafsir maudlu’i tetapi mempunyai perbedaan dengan tafsir maudlu’i pada umumnya. Ada tiga prinsip yang dipegang yaitu kesempurnaan Al-Qur’an, pendekatan kebahasaan (Arab), dan takwil. Kronologi turunnya ayat (sabab nuzul), hadis nabi serta riwayat para sahabat, naskh dan takhsis tidak digunakan. Al-Qur’an hanya ditafsirkan dengan ayat al-Qur’an lainnya, selebihnya ia menggunakan akal dan ilmu pengetahuan kontemporer. Hadis hanya diakui jika sejalan dengan al-Qur’an, sehingga ia tidak merujuk langsung kepada hadis. Metode penafsirannya tersebut dapat dikatakan ia menolak penggunaan hadis sebagai hukum. Hal ini memiliki kesamaan dengan pemikiran kaum Qur’aniyyin (Ingkar sunnah), meskipun ia tidak mengutip pendapat-pendapat mereka.