Yenni Mangoting
Department Of Tax Accounting, Petra Christian University, Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya 60236, Indonesia

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Akuntansi Multiparadigma

MEMAKNAI INDEPENDENSI AUDITOR DENGAN KEINDAHAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL SIRI’ NA PACCE Nur Alimin Azis; Yenni Mangoting; Novrida Qudsi Lutfillah
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.966 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2015.04.6012

Abstract

Abstrak: Memaknai Independensi Auditor dengan Keindahan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Siri’ na Pacce. Penelitian ini bertujuan memaknai  independensi auditor dalam perspektif nilai-nilai kearifan lokal siri’ na pacce. Pendekatan kualitatif melalui metode reduksi data dan interpretasi digunakan sebagai analisis data. Dalam upaya memperoleh pemahaman yang utuh, triangulasi sumber dilakukan melalui kasus yang berkaitan dengan independensi auditor. Hasil elaborasi kode etik dengan nilai siri’ na pacce mengindikasikan bahwa independensi dimaknai sebagai rasa malu, harga diri, dan solidaritas sosial. Nilai tersebut memiliki lima prinsip (lima akkatenningeng), yakni: ada’ tongeng (berkata benar), lempuk (jujur), getteng (teguh), sipakatau (memanusiakan), dan mappesona ri dewata seuae (berserah pada Tuhan).Abstract: Interpreting Auditor Independence by the Beauty of Siri 'na Pacce Local Wisdom Values. This study aims to interprete auditor independence in the perspective of siri' na pacce. Qualitative approach through data reduction method and interpretation were employed as dataanalysis. To obtain a full understanding, triangulation of sources in several cases relating to auditor independence were used. Results indicate that theelaboration of code of ethics with value of sirri na pacce were interpreted asshame, self-esteem, and social solidarity. This value has five principles (lima akkatenningeng), namely: ada’ tongeng (telling the truth), lempuk (honest), getteng (firm), sipakatau (humanizing), dan mappesona ri dewata seuae (surrender to God).
INTERAKSI KOMITMEN DALAM DINAMIKA KEPATUHAN PAJAK Yenni Mangoting; Christopher Christopher; Natasya Kriwangko; Winda Adriyani
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2020 - Desember 2020)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2020.11.2.16

Abstract

Abstrak: Interaksi Komitmen dalam Dinamika Kepatuhan Pajak. Riset ini berupaya membuktikan interaksi kekuasaan koersif dan legitimasi, kepercayaan wajib pajak, serta komitmen terhadap perilaku patuh wajib pajak. Metode yang digunakan adalah Structural Equation Modeling dengan total sampel 100 wajib pajak. Penelitian ini menunjukkan bahwa komitmen menjadi faktor utama yang dapat mempertahankan keharmonisan hubungan antara wajib pajak dan otoritas pajak di masa depan.Sebaliknya, kekuatan koersif dan kekuatan legitimasi cenderung tidak mampu mendorong ketaatan pajak. Oleh karena itu, otoritas pajak perlu merancang pendekatan kepatuhan pajak berdasarkan prinsip komitmen. Abstract: Commitment Interaction in Tax Compliance Dynamics. This study seeks to prove the interaction of coercive power and legitimacy, taxpayer trust, and commitment to taxpayer compliance. The method used is Structural Equation Modeling with a total sample of 100 taxpayers. This study shows that commitment is the main factor that can maintain harmonious relations between taxpayers and tax authorities in the future. On the other hand, coercive power and legitimacy power tend not to be able to encourage tax compliance. Therefore, tax authorities need to design a tax compliance approach based on the principle of commitment.
QUO VADIS KEPATUHAN PAJAK? Yenni Mangoting
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 9, No 3 (2018): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18202/jamal.2018.04.9027

Abstract

Abstrak: Quo Vadis Kepatuhan Pajak? Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai, dan memberikan interpretasi hasil penelitian kualitatif tentang kepatuhan pajak. Metode yang dijadikan alat analisis adalah meta sinstesis terhadap sejumlah temuan dalam penelitian kualitatif mengenai kepatuhan pajak. Hasil penelitian ini menjelaskan perlunya menciptakan model ketaatan pajak yang berkomitmen. Komitmen menjadi landasan wajib pajak dan otoritas pajak mengemban bagian peran dan kewajiban masing-masing secara proporsional. Kepatuhan pajak dengan komitmen akan mendukung pengumpulan pajak berbasis self assessment, yang meletakkan kewenangan penuh kepada wajib pajak untuk menjalankan ketentuan perpajakan sendiri secara sukarela. Abstract: Quo Vadis the Tax Compliance? This study aims to identify, assess and interpret the results of qualitative research on tax compliance. The method used as an analytical tool is meta-synthesis of a number of findings in qualitative research regarding tax compliance. The results of this study explain the need to create a committed tax compliance model. Commitment becomes the basis of taxpayers and tax authorities to carry out part of their respective roles and obligations proportionally. Tax compliance with a commitment will support the tax collection based on self assessment, which places full authority on taxpayers to carry out their own taxation terms voluntarily.
URGENSI DIFERENSIASI KEBIJAKAN PAJAK BERDASARKAN RISIKO KEPATUHAN Yenni Mangoting; Angela Agnes Iriyanto; Sherina Halim; Velisya Velisya
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2021 - Desember 2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2021.12.2.16

Abstract

Abstrak – Urgensi Diferensiasi Kebijakan Pajak Berdasarkan Risiko KepatuhanTujuan Utama - Penelitian ini berupaya untuk mengidentifikasi wajib pajak yang mempunyai sikap yang sama terhadap niat untuk patuh.Metode – Penelitian ini menggunakan metode k-means clustering untuk mengelompokkan data ke dalam beberapa kelompok yang memiliki tingkat kemiripan yang maksimum dan kemiripan yang minimum. Sejumlah wajib pajak menjadi sampel pada penelitian ini.Temuan Utama – Penelitian ini menghasilkan lima kelompok wajib pajak, yaitu kepatuhan pajak rasional, komitmen, situasional, agresif, dan pasif. Pengelompokan ini menghasilkan sisi pemahaman yang lebih baik tentang perilaku wajib pajak. Selain itu, pengelompokan ini menghasilkan kebijakan perpajakan berbeda oleh otoritas pajak.Implikasi Teori dan Kebijakan – Penelitian ini memberikan fakta empiris keberadaan wajib pajak mulai dari patuh sampai tidak patuh. Otoritas pajak dapat menggunakan temuan ini untuk menentukan diferensiasi dalam mengimplementasikan kebijakan perpajakan.Kebaruan Penelitian – Pendekatan kelompok memberikan pemahaman lebih baik mengenai perilaku kepatuhan. Abstract – The Urgency of Differentiating Tax Policy Based on Compliance RiskMain Purpose - This study seeks to identify taxpayers who have the same attitude towards complying.Method – This study uses the k-means clustering method to group data into several clusters with a maximum similarity and a minimum similarity. Several taxpayers were sampled in this study.Main Findings – This study resulted in five groups of taxpayers, namely rational tax compliance, commitment, situational, aggressive, and passive. This grouping results in a better understanding of the behavior of taxpayers. In addition, this grouping results in different taxation policies by tax authorities.Theory and Practical Implications – This study provides empirical facts on the existence of taxpayers ranging from obedient to non-compliant. Tax authorities can use these findings to determine differentiation in implementing tax policies.Novelty – The cluster approach provides a better understanding of compliance behavior.
MENGUAK DIMENSI KECURANGAN PAJAK Yenni Mangoting; Eko Ganis Sukoharsono; Nurkholis Nurkholis
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.935 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2017.08.7054

Abstract

Abstrak: Menguak Dimensi Kecurangan Pajak. Penelitian ini menguak pemahaman wajib pajak pribadi serta konsultan mengenai fenomena kecurangan pajak. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada informan, yang meliputi tiga wajib pajak dan dua konsultan. Analisis data dilakukan dengan interpretasi pemahaman subjektif  informan yang kemudian diikuti dengan refleksivitas peneliti. Penelitian ini mengindikasikan bahwa bagi wajib pajak, kecurangan pajak dimaknai sebagai keterpaksaan,  kesengajaan, ketidakrelaan, dan keagresifan petugas. Fenomena ini didukung oleh pemahaman konsultan bahwa kecurangan pajak adalah kebutuhan wajib pajak yang perlu didukung. Abstract: Reveals the Dimensions of Tax Fraud. This study reveals the notion of personal taxpayers and consultants about of tax fraud. Data collection methods were conducted by interviewing informants; there are three taxpayers and two consultants. The data analysis is done by interpretation of informants understanding which is then followed by the researchers' reflectivity. This study indicates that taxpayers think that tax fraud is interpreted as compulsive, deliberate action, unwillingness, and aggressive officers. This phenomenon is supported by the consultant's understanding that tax fraud is a need for taxpayers who must be supported.
APAKAH INTRUSI BUDAYA DALAM E-TAX SYSTEM DAPAT MENDETEKSI KECURANGAN AKUNTANSI WAJIB PAJAK? Yenni Mangoting; Jovanna Amaris Koerniawan; Michelle Ongkojoyo
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Akuntansi Multiparadigma (Agustus 2022 - Desember 2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jamal.2022.13.2.18

Abstract

Abstrak – Apakah Intrusi Budaya dalam E-Tax System Dapat Mendeteksi Kecurangan Akuntansi Wajib Pajak?Tujuan utama – Penelitian ini bertujuan menguji peran moderasi budaya dalam pengaruh penggunaan e-tax system untuk mendeteksi tindakan kecurangan akuntansi wajib pajak.Metode – Penelitian ini menggunakan Partial Least Square (PLS) sebagai metode. Sejumlah wajib pajak orang pribadi adalah sampel pada penelitian ini.Temuan utama – Intrusi budaya terbukti relevan dalam mendeteksi perilaku kecurangan wajib pajak. Wajib pajak dengan budaya maskulin tinggi akan melegalkan kecurangan akuntansi untuk menyejahterakan diri. Pada sisi lainnya, wajib pajak merasa penggunaan e-tax system sia-sia jika dana pajak disalahgunakanImplikasi Teori dan Kebijakan – Implementasi e-tax system dinilai sebagai suatu hal yang sudah seharusnya dilakukan oleh otoritas pajak sebagai bentuk adaptasi di era digitalisasi. Oleh karena itu, otoritas pajak perlu mengidentifikasi faktor budaya wajib pajak dan menentukan langkah-langkah mitigasi dampak negatifnya melalui kebijakan perpajakan.Kebaruan Penelitian – Penelitian ini menawarkan solusi membangun kepatuhan pajak berbasis sistem pajak elektronik berdasarkan pendekatan yang berorientasi pada budaya wajib pajak. Abstract – Can Cultural Intrusion in E-Tax System Detect Taxpayer Accounting Fraud?Main Purpose – This study aims to examine the role of cultural moderation in the effect of using an e-tax system to detect accounting tax fraud.Method – This study uses the Partial Least Square (PLS) as a method. A number of individual taxpayers are the sample.Main Findings – Cultural intrusion proved relevant in detecting fraudulent. Taxpayers with a high masculine culture will legalize the fraud for their own welfare. On the other hand, they feel that the use of the e-tax system is futile if tax funds are misusedTheory and Practical Implications – The implementation of the e-tax system should be done by the tax authorities as a form of adaptation in digitalization era. Therefore, the tax authorities need to identify the cultural factors of taxpayers and determine measures to mitigate the negative impacts through taxation policies.Novelty – This research offers a solution to build tax compliance based on an e-tax system based on an approach that is oriented towards taxpayer culture.
KONSTRUKSI TANGGUNG JAWAB AUDITOR PERSPEKTIF MAMAYU HAYUNING BAWANA Novrida Qudsi Lutfillah; Yenni Mangoting; Riesanti Eddi Wijaya; Darti Djuharni
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.181 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2016.04.7003

Abstract

Abstrak: Konstruksi Tanggung Jawab Auditor dalam Perspektif Memayu Hayuning Bawana. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengetahuan lokal berdasarkan mamayu Hayuning Bawana (MHB) untuk membangun tanggung jawab auditor. Penelitian ini difokuskan pada mengamati dan menginterpretasikan tanggung jawab auditor berdasarkan MHB. Hasilnya (1) Allah, (2) diri kita dan (3) lingkungan. Sinergi MHB dengan tanggung jawab auditor memiliki empat nilai, yaitu: (1) Tatas, Tutus, Titis, Titi Lan Wibawa, dan tidak ada ranglasakake gatra, (2) teliti setiti ngati-ati: tanggung jawab auditor dalam selalu berhati-hati menerapkan pekerjaan (3 ) Perilaku karyenaktyasing Sesama: tanggung jawab auditor dengan menempatkan collectiveinterests (4) Perilaku eling Dan Waspada: tanggung jawab auditor untuk menjalankan perannya sebagai makhluk Tuhan.  Abstract: Construction of Auditors Responsibilities in Perspective Memayu Hayuning Bawana. This study aims to explore the local knowledge based on Mamayu Hayuning Bawana (MHB) to construct responsibility auditor. Using the intepretive paradigm, this research is focused on observing and intepreting the profesional auditor responsibility based on MHB. The results are (1) God, (2) our selves and (3) the environment. The synergy MHB with the auditor's responsibility have four values, namely: (1) Tatas, Tutus, Titis, Titi Lan Wibawa, and no ranglasakake negara, (2) teliti setitingati-ati: auditor'sresponsibility for always cautious in implement job (3) perilaku karyenaktyasing sesama: responsibility auditor by putting collectiveinterests (4) perilaku eling dan waspada: auditor'sresponsibility to run its role as a creature of God.