Latar Belakang: Menyusui adalah salah satu investasi terbaik untuk hidup dan meningkatkan kesehatan, perkembangan sosial serta ekonomi individu dan bangsa, Meskipun angka inisiasi menyusu secara global relatif tinggi, namun hanya 40% dari semua bayi di bawah 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif dan 45% yang mendapatkan ASI sampai usia 24 bulan. Manfaat mempersembahkan ASI Esklusif diantaranya adalah perkembangan yang baik bagi anak, perncernaan, emosional, ekonomis, imunologi, sosial dan lainnya. Namun seperti praktiknya mempersembahkan ASI Esklusif terdapat hambatan-hambatan yang dialami oleh ibu menyusui untuk mencapai keberhasilan mempersembahkan ASI selama 6 bulan. Di Negara berkembang adalah yang paling banyak mengalami rendahnya Cakupan ASI Esklusif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan praktik pemberian ASI Esklusif.Metode Penelitian : Metode yang digunakan adalah scooping review menggunakan framework PEOS.Hasil Penelitian : Hasil dari studi literatur yang dilakukan terhadap hambatan praktik pemberian ASI Esklusif yaitu faktor pengetahuan ibu, persepsi kurangnya ASI, faktor susu formula, faktor ekonomi, faktor budaya, faktor sosiokultural, faktor lingkungan sekitar, dan hambatan sistem.Kesimpulan : ASI Ekslusif merupakan praktik pemberian ASI kepada anak selama 6 bulan tanpa memberikan makanan atau minuman lain. Namun, dalam praktiknya terdapat hambatan yang menjadikan peningkatan pemberian ASI Esklusif ini tidak berhasil yaitu faktor pengetahuan ibu, persepsi kurangnya ASI, faktor susu formula, faktor ekonomi, faktor budaya, faktor sosiokultural, faktor lingkungan sekitar, dan hambatan sistemik.