Reymand Hutabarat
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Euthanasia: Is It Morally Justifiable? Reymand Hutabarat
Jurnal Koinonia Vol 5 No 1 (2013): Koinonia
Publisher : Fakultas Filsafat Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.508 KB)

Abstract

The question of euthanasia is one of the most difficult moral problems that arise in the context of terminal medical care. It now occurs with greater frequency and is much more difficult to resolve because of advances in the art and science of medicine. Since the problem of euthanasia is still not clear to many church members in Indonesia, so the purpose of this study is to determine whether the Euthanasia is morally justifiable from the Christian perspective. The result of this study comes into conclusion that euthanasia is a kind of human effort to make a “good or painless death.”  There are two kind of Euthanasia:  active and passive. Active Euthanasia is taking human life and passive Euthanasia is simply allowing death to occur in order to avoid suffering. From the point of Christian perspective, active Euthanasia is morally unjustifiable, but passive Euthanasia may be morally justifiable, as long as it is natural and irreversible death. Also, the decision should be taken be consensus of pastor, doctor, lawyer, and family. God should be sought first in prayer and healing. And when the course of death is medically irreversible and no divine inter version is forthcoming, it is morally justified to stop unnatural efforts to prolong the process of dying.
PEMAHAMAN DAN ANALISA KATA “allah” DALAM MAZMUR 82:6 BERDASARKAN PENGERTIAN ANGGOTA JEMAAT GEREJA MASEHI ADVENT HARI KE-TUJUH DI DAERAH TAIWAN,KOTA MARUDU, SABAH, MALAYSIA Raypalmer Suning; Reymand Hutabarat
Jurnal Koinonia Vol 11 No 1 (2019): Koinonia
Publisher : Fakultas Filsafat Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.136 KB) | DOI: 10.35974/koinonia.v11i1.2297

Abstract

Dalam penelitian ini, penulis mencoba untuk meneliti pemahaman dan analisa kata “allah” dalam Mazmur 82:6 berdasarkan pengertian anggota jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ke-Tujuh di daerah Taiwan, Kota Marudu, Sabah, Malaysia. Secarasederhana, penelitian ini berbasis kepada lima indikator: Pengertian dari kata “allah” (Mazmur 82:6); pengertian dari kata “kamu adalah allah dan anak Yang Mahatinggi kamu sekalian”, pengertian anggota jemaat GMAHK tentang konteks perikop (Mazmur 82), pengertian anggota jemaat tentang menghakimi, dan pengertian anggota gereja tentang Mazmur82:6.Penelitian ini terbagi kepada dua bagian utama yaitu penelitian secara teori dan penelitian secara lapangan. Hasil penelitian daripada penelitian teori adalah, pengertian kata “allah” memiliki arti kata tuhan dan bisa diterjemahkan kepada beberapa terjemahan yang lain juga; pengertian dari kata”kamu adalah allah dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian” dapat difahami bahwa manusia menjadi wakil Allah di dunia dan merujuk juga kepada para hakim; Mazmur 82:6 juga sangat berkaitan dengan manusia karena manusia seringkali menjadi wakil Allah dan konteks tersebut berkaitan dalam hal penghakiman atau dalam bahasa sederhana adalah mengadili atau menilai. Berkaitan dengan hal menghakimi, manusia boleh menghakimi namun bukan sesuatu hal tanpa memandang motif yang, artinya adalah menghakimi berdasarkan motif dan bukan berdasarkan perbuatan mereka.