Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DESYMPHONICA VERITATE : THE CASE FOR PLURALISM IN A RELATIVISTIC ENVIRONMENT Bonazzi, Andrea
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 24 No. 1 (2008)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.077 KB) | DOI: 10.26593/mel.v24i1.956.11-27

Abstract

Artikel ini memertimbangkan kembali relativisme moraldalam hubungannya dengan pluralitas kebudayaan danposisi-posisi filosofis. Mengingat bahwa umumnyaHukum Hume dipakai sebagai dasar epistemologis bagirelativisme, maka pada “pars destruens” diajukan kritik atasHukum Hume yang memerlihatkan bahwa nalar manusiadapat melampaui penginderaan. Relativisme sebagaikondisi dasar bagi masyarakat pluralistik dan demokratisdikritik juga sebagai tidak benar. Sedang pada “parsconstruens” diajukan peran filsafat Katolik dalam dunia'glokal' kini sebagai ditandai pencarian 'kebenaran publik'warta Kristiani, sejenis bentuk baru “teologi natural(filosofis)”.
DESYMPHONICA VERITATE : THE CASE FOR PLURALISM IN A RELATIVISTIC ENVIRONMENT Bonazzi, Andrea
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 24 No. 1 (2008)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/mel.v24i1.956.11-27

Abstract

Artikel ini memertimbangkan kembali relativisme moraldalam hubungannya dengan pluralitas kebudayaan danposisi-posisi filosofis. Mengingat bahwa umumnyaHukum Hume dipakai sebagai dasar epistemologis bagirelativisme, maka pada “pars destruens” diajukan kritik atasHukum Hume yang memerlihatkan bahwa nalar manusiadapat melampaui penginderaan. Relativisme sebagaikondisi dasar bagi masyarakat pluralistik dan demokratisdikritik juga sebagai tidak benar. Sedang pada “parsconstruens” diajukan peran filsafat Katolik dalam dunia'glokal' kini sebagai ditandai pencarian 'kebenaran publik'warta Kristiani, sejenis bentuk baru “teologi natural(filosofis)”.