Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Koefisien Lintas Beberapa Sifat pada Plasma Nutfah Gandum (Triticum aestivum L.) Koleksi Baitbiogen Sri Gajatri Budiarti; Yuniar Risdiyanto Rizki; Yudiwanti W.E. Kusumo
Zuriat Vol 15, No 1 (2004)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v15i1.6821

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mempelajari korelasi genetik diantara karakter dengan menggunakan analisis koefisien lintas. Penelitian lapang ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Kuningan Balai Penelitian Padi, Jawa Barat pada bulan Juni sampai Oktober 2002, dengan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak, 3 ulangan. Sejumlah 27 genotipe, masing-masing ditanam dengan luas petak 1.0 m × 3.0 m (jarak tanam 25 cm × 10 cm, panjang baris 3 m, dan jumlah baris 4). Sifat –sifat agronomi yang diamati adalah: umur berbunga, umur panen, tinggi tanaman, jumlah anakan produktif per tanaman, panjang malai, jumlah butir per malai, bobot 100 butir, bobot malai basah, bobot malai kering, dan hasil biji per tanaman. Koefisien korelasi dihitung menurut Goulden (1959), dan analisis koefisien lintas mengikuti metode dari Dewey dan Lu. (1959). Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur berbunga, tinggi tanaman, panjang malai, jumlah butir per malai dan bobot 100 butir tidak berkorelasi dengan hasil biji per tanaman. Umur panen, jumlah anakan produktif per tanaman, bobot malai basah dan bobot malai kering mempunyai korelasi positif dan nyata dengan hasil biji per tanaman. Jumlah anakan produktif per tanaman, jumlah butir per malai dan bobot 100 butir, masing-masing mempunyai pengaruh langsung dan positif terhadap hasil biji per tanaman. Hubungan tidak langsung terhadap bobot biji per tanaman melalui jumlah anakan produktif merupakan salah satu sifat yang baik dan dapat digunakan ke arah perbaikan hasil gandum.
Skrining Plasma Nutfah Jagung terhadap Kekeringan Sri Gajatri Budiarti
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 29 No. 1 (2001): Buletin Agronomi
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.981 KB) | DOI: 10.24831/jai.v29i1.1536

Abstract

Most corn planted in marginal upland area which often experience drought. Early maturing and drought tolerant corn is needed for such environment. The objective of the experiment was to select genotype tolerant to drought. Experiment was conducted in Jakenan, Pati, Central Java during the dry season of year 2000. Split plot design was used, main plats consist of plant with drought and without drought strees. Subplots consist of 64 corn accessoris. Result of the experiment showed that based leaf rolling score (1.0), silk delay (1-3days), drought index greater than sensitive control (lkene 8149), 6 accessious were selected to be drought tolerant. Under drought condition, the 6 accessious yielded between 0.606 - 1.325 ton/ha and drought index between 0.73 - 0.92. Tolerant control (Wisanggeni) yielded 1.204 ton/ha and drought index 0.98 while sensitive control only 0.369 ton/ha. Days to harvest of the six accessious were between 71 - 85 days while the two control was 90 days.   Key words: Screening, Drought, Germ plasm, Maize