Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Logistik

PERANCANGAN TATA LETAK LAPANGAN PENUMPUKAN PETI KEMAS (STUDI KASUS PELABUHAN SORONG) Gita Kurnia; Adi Kurnia Prasetiyono; Andika Mochamad Refiawan; Marlene Hibatullah; Ferani Eva Zulvia
LOGISTIK Vol 14 No 2 (2021): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v14i2.21547

Abstract

Pelabuhan Sorong memegang peranan penting dalam kegiatan ekspor dan impor peti kemas khususnya di wilayah provinsi Papua Barat. Berdasarkan observasi di lapangan, kegiatan operasional di terminal peti kemas Pelabuhan Sorong belum berjalan dengan efisien karena tata letak lapangan penumpukannya belum dirancang dengan teratur. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan tata letak lapangan penumpukan untuk Pelabuhan Sorong. Usulan tata letak dirancang berdasarkan hubungan antara aktivitas-aktivitas pergerakan peti kemas di terminal dan ramalan permintaan peti kemas. Penelitian ini menerapkan metode peramalan untuk meramalkan jumlah peti kemas impor dan ekspor serta mengidentifikasi jumlah kapasitas yang dibutuhkan lapangan penumpukan. Hasil rancangan dari usulan tata letak dievaluasi utilitasnya menggunakan rumus Yard Occupancy Ratio (YOR). Berdasarkan perhitungan, usulan rancangan tata letak lapangan penumpukan dapat mengakomodir jumlah permintaan peti kemas Pelabuhan Sorong dengan nilai YOR yang mendekati standar kinerja pelabuhan yaitu 71,03% pada tahun 2025.
Evaluasi Efisiensi Kinerja Pelabuhan Petikemas Menggunakan Data Envelopment Analysis (Studi Kasus: PT Pelabuhan Indonesia) Intan Nur Widyah; Gita Kurnia; Harummi Sekar Amarilies
LOGISTIK Vol 15 No 02 (2022): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v15i02.29091

Abstract

Pelabuhan merupakan tulang punggung perdagangan internasional dengan lebih dari 90% perdagangan global menggunakan transportasi laut. Sehubungan dengan meningkatnya kontainerisasi, pelabuhan petikemas memiliki peran penting terhadap perdagangan maritim baik domestik maupun global. Pada rentang tahun 2016-2019, indeks transportasi laut Indonesia keseluruhan terus mengalami peningkatan. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan negara tetangga di Kawasan Asia Tenggara, pada tahun 2018-2019 posisi transportasi laut Indonesia menempati peringkat 77, dimana masih berada jauh di bawah Malaysia yang menempati peringkat 19 dan Thailand dengan peringkat 54 dari 141 negara. Indeks transportasi laut suatu negara dipengaruhi oleh efisiensi pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi pelabuhan petikemas yang berada pada wilayah operasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dengan menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) dan untuk menentukan target perbaikan untuk pelabuhan yang tidak efisien. Pada penelitian ini input yang digunakan terdiri dari luas lapangan penumpukan petikemas, panjang dermaga, jumlah quay crane dan yard crane dengan output yang akan dihasilkan berupa jumlah container throughput dan ship calls. Hasil penelitian menunjukkan Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Pontianak, Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Tanjung Perak sudah efisien, yang artinya pelabuhan sudah memanfaatkan sumber daya (input) yang dimiliki dengan optimal sehingga dapat menghasilkan output yang maksimal. Sementara Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Teluk Bayur dan Pelabuhan Palembang belum efisien dan membutuhkan tindakan perbaikan berupa penambahan jumlah container throughput sesuai dengan hasil proyeksi masing-masing sebesar 103%, 112% dan 38%.