Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif Di Desa Pekan Kamis Kelurahan Tembilahan Barat Mulono Apriyanto; Marlina Marlina; Muhammad Arpah
Celebes Abdimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2020): April
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37541/celebesabdimas.v2i1.387

Abstract

The purpose of this community service program is 1) Providing new insights to youth in youth organizations about plant propagation 2) Providing insight to youth in youth organizations about garden development 3) Youth in youth organizations can provide seeds for ornamental plants and fruit plants independent. The stages in the implementation of community service programs are divided into pre-implementation and implementation. The pre-implementation stages include: 1) Field observations. 2) Stages of preparation of tools and materials. Is the preparation phase to prepare all the preparation tools and materials as training material for partners. The implementation stages include 1) Practice of making verticulture 2) Material about Propagation of ornamental plants with vegetative propagation 3) Propagation practices of fruit plants with cuttings and grafts. From the results of field observations, it is known that the problems of youth are 1) Lack of skills in park management and maintenance. The conclusion of this community service activity is that it has been able to solve the problem 1) the youth in the youth cadets are skilled in providing ornamental plant material and fruit for planting in the environment 2) the youth in the youth cadets are skilled in making a vertical garden.
ANALISIS KESIAPAN PETANI SWADAYA DALAM MENGHADAPI RANCANGAN PERATURAN PRESIDEN NO. 44 TAHUN 2020 TENTANG PENGELOLAAN KELAPA SAWIT BERKELANJUTAN DITINJAU DARI ASPEK STATUS LAHAN, LEGALITAS DAN SUMBER BIBIT DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Mulono Apriyanto; Muhammad Arpah; Amd Junaidi
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v8i1.970

Abstract

Salah satu upaya yang saat ini dilakukan oleh pemerintah Indonesia untukmemastikan keberlanjutan pengembangan industri kelapa sawit adalah menciptakanstandar keberlanjutan yang disebut Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dalamperaturan presiden no 44 tahun 2020. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmenentukan nilai kemampuan petani swadaya kelapa sawit di Indragiri Hilir untukmemenuhi standar Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan mengidentifikasimasalah yang dihadapi dalam mencapai standar-standar ini. Evaluasi kemampuanpetani swadaya untuk mencapai standar ISPO dilakukan dengan metode audit, hasilpenilaian dari semua parameter yang ditetapkan sesuai dengan Prinsip, Kreteria danIndaktor. Kriteria dan Indikator yang terkandung dalam ketentuan ISPO kemudiandinilai dalam satuan persen. Metode audit dilakukan secara analisis deskriptifkuantitatif kesesuaian antara prinsip, kriteria dan indikator ISPO denganmembandingkan pelaksanaan legalitas, organisasi dan pengelolaan, pengelolaan danpemantauan lingkungan yang diterapkan oleh petani swadaya. Kesiapan penerapanISPO pada petani sawdaya dengan melakukan penilaian terhadap empat prinsip, 20kriteria dan 47 indikator. Dari 47 indikator yang ditetapkan pada persayaratan ISPOpola swadaya, sebanyak 58,94% indikator ISPO belum pernah dijalankan petaniswadaya dan sebesar 42,06 % indikator ISPO sudah ada petani yang menjalananya.Dari indikator ISPO yang sudah dijalankan petani swadaya, hanya dijalankan olehsebahagian kecil petani swadaya.
PENINGKATAN KAPASITAS PETANI MELALUI PENDAMPINGAN PENERAPAN PUPUK ORGANIK CAIR BERBASIS LIMBAH LOKAL Yoyon Riono; Muhammad Arpah
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat FP Unila, Edisi Maret 2026
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v5i1.12304

Abstract

This community service activity was conducted in Pulau Palas Village, Indragiri Hilir Regency, with the aim of enhancing the capacity of horticultural farmers to utilize local organic waste as liquid organic fertilizer (LOF). The main problems faced by the partners included dependence on chemical fertilizers, limited farming capital, and the low utilization of organic waste. The implementation methods consisted of counseling sessions, hands-on training on the production of liquid organic fertilizer, and field assistance in the application of LOF to horticultural crops, involving 30 members of a farmers’ group. Data were collected through observation, interviews, documentation, and measurement of plant growth, and were analyzed using descriptive and thematic approaches. The results showed an improvement in farmers’ knowledge and skills in independently producing and applying liquid organic fertilizer. The application of LOF resulted in positive responses in plant growth and encouraged changes in farmers’ attitudes toward more environmentally friendly agricultural practices. This activity contributed to reducing farmers’ dependence on chemical fertilizers and supporting the sustainability of farming systems based on local resources.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kelompok Tani dalam Pembuatan Pupuk Kompos dari Batang dan Kulit Pisang sebagai Alternatif Pupuk Kimia Mahal Yoyon Riono; Muhammad Arpah; Marlina Marlina; Nursida Nursida; Intan Sari
Abdi Techno Vol 6 No 1 (2026): Jurnal AbdiTechno
Publisher : Departemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The high cost of chemical fertilizers often hinders optimal agricultural production. The solution lies in organic compost fertilizers made from local materials such as banana stems and peels. However, the farmer group partners have not yet mastered its production. This PKM aims to enhance the knowledge and skills of farmer groups in making compost from banana stems and peels. The method used involves training and mentoring through stages: discussion, site preparation, tools and materials, implementation of extension activities and practice, and monitoring. The results show that partners exhibited very good responses and participation, and felt that their knowledge and skills in producing such compost had increased.
Peningkatan Kapasitas Petani Melalui Pendampingan Penerapan Pupuk Organik Cair Berbasis Limbah Lokal Yoyon Riono; Muhammad Arpah
BHAKTI BHINNEKA: Jurnal Bina Harmoni dan Karya untuk Transformasi Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Pulau Palas, Kabupaten Indragiri Hilir, dengan tujuan meningkatkan kapasitas petani hortikultura dalam memanfaatkan limbah organik lokal sebagai pupuk organik cair (POC). Permasalahan mitra meliputi ketergantungan terhadap pupuk kimia, keterbatasan modal, serta rendahnya pemanfaatan limbah organik. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan praktik pembuatan POC, dan pendampingan lapangan pada tanaman hortikultura yang melibatkan 30 anggota kelompok tani. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengukuran pertumbuhan tanaman, kemudian dianalisis secara deskriptif dan tematik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memproduksi dan mengaplikasikan pupuk organik cair secara mandiri. Penerapan POC memberikan respons positif terhadap pertumbuhan tanaman serta mendorong perubahan sikap petani menuju praktik pertanian ramah lingkungan. Kegiatan ini berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia dan mendukung keberlanjutan usaha tani berbasis sumber daya lokal.