This Author published in this journals
All Journal ENGINEERING
Wifakul Azmi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Sifat Mekanis Pada Mata Pisau Mesin Serut Kayu Berbahan Baja Karbon Sedang Hasil Proses Hardening Dengan Variasi Media Pendingin Wifakul Azmi
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 10 No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.291 KB) | DOI: 10.24905/eng.v10i1.1467

Abstract

Baja karbon sedang merupakan baja karbon dengan persentase kandungan karbon pada besisebesar 0,3% C – 0,59% C. Baja karbon ini memiliki kelebihan bila disbandingkan dengan baja karbon rendah, baja karbon sedang memiliki sifat mekanis yang lebih kuat dengan tingkat kekerasan yang lebih tinggi dari pada baja karbon rendah. Besarnya kandungan karbon yang terdapat dalam besi memungkin kan baja untuk dapat dikeraskan dengan memberikan perlakuan panas (heat treatment) yang sesuai. Baja karbon sedang biasanya digunakan untuk pembuatan poros, rel kereta api, rodagigi, baut, pegas, dan komponen mesinlainnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui untuk meningkatkan kekerasan, nilai kekuatan tarik dan nilai impack serta mengetahui pengaruh proses hardening dengan variasi pendinginan (Quenching) air tawar , air larutan garam dan Oli. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah eksperimen laboratorium, dibagi menjadi 3 pengujian dan 3 variasi pendinginan (quenching) antara air tawar, air larutan garam, dan oli..Spesimen kekerasan yang digunakan standart JIS Z 2243, specimen tarik yang digunakan standart JIS Z 2241 dan specimen pengujian impack yang digunakan standart JIS Z 2242. Hasil pengujian kekerasan yang dilakukan proses hardening suhu 915? dan tempering suhu300? dengan variasi pendinginan air tawar, air larutan garam, dan oli, pada pendinginan air tawar dan air larutan garam memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai kekerasan dimana pendinginan air larutan garam memiliki kekerasan yang tinggi yaitu 362,67 HB, sedangkan pendinginan air tawar mengalami penurunan yaitu 299,67 HB. Sedangkan pengujian tarik yang dilakukan proses hardening suhu 915? dan tempering suhu 300? dengan variasi pendinginan air tawar, air larutan garam, dan oli,pada pendinginan air tawar memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kekuatan tarik dimana pendinginan air tawar memiliki kekuatan tarik yang paling tinggi yaitu 1.698,68 N/mm2, , air larutan garam memliki kuat tarik 1.412,37N/mm2 dan oli 887,18N/mm2 . Sedangkan pengujian impack yang dilakukan proses hardening suhu 915? dan tempering suhu300? dengan variasi pendinginan air tawar, air larutan garam, dan oli ,pada pendinginan air tawar memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kekuatan tarik dimana pendinginan air tawar memiliki kekuatan impack yang paling tinggi yaitu 0,0416 J/mm2,