Ully Nuzulian
Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NASIONALISME MASYARAKAT PERBATASAN DI KALIMANTAN BARAT INDONESIA Ully Nuzulian, Elyta, Abu Sofyan, Ishaq Rahman,
Jurnal Mandala Vol 1, No 2 (2018): Edisi Juli- Desember 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Pr

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.755 KB)

Abstract

Nationalism that develops in a country has various threats that are present from outside and inside, Indonesia, one of the countries that has a geographical area bordering Malaysia, needs to anticipate nationalism in the border communities so that they are not affected and tend to the progress of other countries. This study applies descriptive qualitative methods in analyzing the conditions of nationalism on the West Kalimantan border which is focused on the Sajingan Besar border area. The results of the study on the Sajingan Besar Sambas region showed two results from the point of view of nationalism conditions which refer to nationalism indicators, namely: (1). National identity, (2). The role of government in increasing national awareness; (1). The identity of the Sajingan Besar border community, based on awareness, identity and national ideology of the border communities where border communities depend on Malaysia and require access in and out of the country and can lead to multiple identities until citizenship is moved because of the weak development of the border region potentially weakening nationalism; (2). The role of the government in increasing national awareness, the dependence of border communities is due to weak development while the Malaysian border is already fairly developed which can affect border community nationalism which will tend to development in Malaysia. 
Diplomasi Indonesia Berbasis Program Cross Border Tourism dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Mancanegara Elyta Elyta; Ully Nuzulian
Insignia: Journal of International Relations Vol 7 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Laboratorium Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.463 KB) | DOI: 10.20884/1.ins.2020.7.1.2026

Abstract

Aruk Sajingan Indonesia telah menghadapi tantangan tentang minimnya kunjungan wisatawan mancanegara, hal ini dikarenakan aruk termasuk pintu masuk darat yang hanya mendapatkan no urut keempat dari lima pintu masuk darat yang ada di Indonesia., sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan manca negara melalui pintu masuk darat maka Indonesia melakukan diplomasi melalui program cross border tourism. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisa implementasi diplomasi Indonesia berbasis program cross border tourism dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara batas di wilayah border Aruk Sajingan Kabupaten Sambas Kalimantan Barat Indonesia. Peneliti menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara teknik observasi dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian teranalisa Implementasi diplomasi Indonesia berbasis program cross border tourism dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara di wilayah border Aruk Sajingan Kabupaten Sambas Kalimantan Barat Indonesia telah dilakukan oleh multi track diplomacy yaitu government; bussiness; dan private citizent. Implementasi diplomasi melalui government berlandaskan pada tiga tingkatan regulasi yaitu tingkatan lokal, nasional dan internasional. Lebih lanjut implementasi diplomasi melalui Bussines dilakukan oleh The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) dan dioperasikannya pasar belampar yang berlokasi dekat dengan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk Indonesia, Asita selaku pelaku bisnis telah mempromosikan daya tarik wisata yang dimiliki desa di Aruk Sajingan dan telah mengajak para wisatawan mancanegara untuk berbelanja di pasar belampar. Implementasi Diplomasi melalui private citizent dilakukan oleh komunitas Generasi Pesona Indonesia (GenPI) dan Generasi Wonderful Indonesia (GenWI) dengan menyebarkan potensi cross-border tourism melalui media digital. Dengan demikian multi track diplomacy telah menyebabkan wisatawan mancanegara tertarik berkunjung ke perbatasan Aruk Indonesia, hal tersebut menyebabkan meningkatnya sektor pariwisata lintas batas.