A Buchory
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Auksin dan Sitokinin terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Jaringan Meristem Kentang Kultivar Granola Karjadi, A K; Buchory, A
Jurnal Hortikultura Vol 18, No 4 (2008): Desember 2008
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Balai Penelitian Tanaman Sayuran mulai bulan Maret sampai September 2004 Perlakuannya adalah penumbuhan jaringan meristem kentang varietas Granola pada media MS ditambah suplemen sukrose 30 g/l, air kelapa 100 ml/l, CaP 2 mg/l, myoinositol 100 mg/l, agar 6,5 g/l, pH 5,7, serta zat pengatur tumbuh NAA (0,01, 0,05, dan 0,10 mg/l), BAP/2-ip (0,01 dan 0,05 mg/l). Rancangan menggunakan acak lengkap dengan 19 perlakuan dan setiap perlakuan menggunakan 20 tabung reaksi kultur tanaman yang berisi 3 ml media sebagai ulangan. Hasil yang didapat, 18% jaringan meristem dapat tumbuh menjadi plantlet pada umur 15 minggu setelah tanam. Pertumbuhan jaringan meristem dipengaruhi oleh ketersediaan zat pengatur tumbuh auksin dan sitokinin yang ditambahkan ke dalam media. Penambahan NAA atau sitokinin (BAP, 2-ip) secara tersendiri pada berbagai konsentrasi yang tidak dikombinasikan, memberikan pengaruh yang kurang menguntungkan pada pertumbuhan jaringan meristem. Jaringan meristem kentang Granola tumbuh baik pada media yang berisi kombinasi NAA dan BAP.ABSTRACT. Karjadi, A.K and Buchory A. 2008. The Effect of Auxin and Cytokinin on the Growth of Potato Meristem cv. Granola. The experiment was conducted in Tissue Culture Laboratory of Indonesian Vegetable Research Institute from March until September 2004. The treatments were MS medium with supplement of sucrose 30 g/l, coconut water 100 ml/l, CaP 2 mg/l, myoinositol 100 mg/l, agar 6.5 g/l, pH 5.7, and growth hormone of NAA (0.01, 0.05, 0.10 mg/l) and BAP/2-ip ( 0.01 and 0.05 mg/l). The experiment was arranged in a randomized complete design with 19 medium composition as treatments, and 20 replications of test tube culture with 3 ml medium each treatment. The results showed that 18% of meristem could develop plantlet within 15 weeks after planting. Meristem growth depended on the availability of auxin and cytokinin in the medium. The medium with NAA supplement or cytokinin (BAP, 2-ip) singly, gave negative effect on meristem growth. Granola potato meristem could develop well on combination media of NAA and BAP.
Pengaruh NAA dan BAP terhadap Pertumbuhan Jaringan Meristem Bawang Putih pada Media B5 Karjadi, A K; Buchory, A
Jurnal Hortikultura Vol 17, No 3 (2007): September 2007
Publisher : Indonesian Center for Horticultural Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang dari bulan Juni-Oktober 2004. U��������������������������������������������������������������Untuk mengetahui interaksi antara NAA dan BAP dalam beberapa konsentrasi yang berbeda terhadap jumlah daun, tinggi plantlet, dan jumlah akar dari penumbuhan jaringan meristem bawang putih kultivar Lumbu Hijau. Rancangan yang dipergunakan acak lengkap faktorial, setiap perlakuan menggunakan tanaman dalam 20 tabung reaksi dengan volume media 3 ml. Perlakuan yang diuji adalah penanaman jaringan meristem varietas Lumbu Hijau pada media dasar B5, NAA (0, 2,5, 5,0, 7,5, dan 10 mg/l), BAP (0, 2,5, 5,0, 7,5, dan 10 mg/l). Setelah jaringan meristem tumbuh dan berkembang, plantlet ditransfer ke media B5 ditambah zat pengatur tumbuh IAA 8 mg/l dan Kinetin 2,5 mg/l. Hasil analisis statistik terdapat interaksi antara perlakuan zat pengatur tumbuh NAA dan BAP terhadap jumlah daun, tinggi plantlet, dan jumlah akar per plantlet. Hasil terbaik dari masing-masing peubah yaitu perlakuan tanpa NAA dengan BAP 2,5-7,5 mg/l untuk jumlah daun, tanpa NAA dengan BAP 2,5 mg/l untuk tinggi plantlet dan NAA 2,5 mg/l dengan BAP 2,5 mg/l untuk jumlah akar per plantlet.ABSTRACT. Karjadi, A.K. and Buchory A. 2007. The Effe ct of NAA and BAP on Me ristem Growt h of Garlic in B5 Me dium. The experiment was conducted in Tissue Culture Laboratory of Indonesian Vegetable Research Institute from June-October 2004. The experiment design was RCD factorial with 20 test tubes per treatment, each test tube consist of 3 ml medium. The treatments were garlic meristem of cv. Lumbu Hijau, planted in B5 medium with supplement NAA (0, 2.5, 5.0, 7.5, and 10 mg/l), BAP (0, 2.5, 5.0, 7.5, and 10 mg/l). After the meristem have been proliferated then transfered to B5 medium with hormone IAA 8 mg/l and Kinetin 2.5 mg/l. The results indicated that there were interaction between treatment NAA and BAP on leaf number, plantlet height, and root number per plantlet. The best results were NAA 0 mg/l with BAP 2.5-7.5 mg/l for leaf number, NAA 0 mg/l with BAP 2.5 mg/l for plant height; NAA 2.5 mg/l with BAP 2.5 mg/l for number of roots per plantlets, respectively.
Pengaruh NAA dan BAP terhadap Pertumbuhan Jaringan Meristem Bawang Putih pada Media B5 A K Karjadi; A Buchory
Jurnal Hortikultura Vol 17, No 3 (2007): September 2007
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v17n3.2007.p%p

Abstract

ABSTRAK. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang dari bulan Juni-Oktober 2004. U��������������������������������������������������������������Untuk mengetahui interaksi antara NAA dan BAP dalam beberapa konsentrasi yang berbeda terhadap jumlah daun, tinggi plantlet, dan jumlah akar dari penumbuhan jaringan meristem bawang putih kultivar Lumbu Hijau. Rancangan yang dipergunakan acak lengkap faktorial, setiap perlakuan menggunakan tanaman dalam 20 tabung reaksi dengan volume media 3 ml. Perlakuan yang diuji adalah penanaman jaringan meristem varietas Lumbu Hijau pada media dasar B5, NAA (0, 2,5, 5,0, 7,5, dan 10 mg/l), BAP (0, 2,5, 5,0, 7,5, dan 10 mg/l). Setelah jaringan meristem tumbuh dan berkembang, plantlet ditransfer ke media B5 ditambah zat pengatur tumbuh IAA 8 mg/l dan Kinetin 2,5 mg/l. Hasil analisis statistik terdapat interaksi antara perlakuan zat pengatur tumbuh NAA dan BAP terhadap jumlah daun, tinggi plantlet, dan jumlah akar per plantlet. Hasil terbaik dari masing-masing peubah yaitu perlakuan tanpa NAA dengan BAP 2,5-7,5 mg/l untuk jumlah daun, tanpa NAA dengan BAP 2,5 mg/l untuk tinggi plantlet dan NAA 2,5 mg/l dengan BAP 2,5 mg/l untuk jumlah akar per plantlet.ABSTRACT. Karjadi, A.K. and Buchory A. 2007. The Effe ct of NAA and BAP on Me ristem Growt h of Garlic in B5 Me dium. The experiment was conducted in Tissue Culture Laboratory of Indonesian Vegetable Research Institute from June-October 2004. The experiment design was RCD factorial with 20 test tubes per treatment, each test tube consist of 3 ml medium. The treatments were garlic meristem of cv. Lumbu Hijau, planted in B5 medium with supplement NAA (0, 2.5, 5.0, 7.5, and 10 mg/l), BAP (0, 2.5, 5.0, 7.5, and 10 mg/l). After the meristem have been proliferated then transfered to B5 medium with hormone IAA 8 mg/l and Kinetin 2.5 mg/l. The results indicated that there were interaction between treatment NAA and BAP on leaf number, plantlet height, and root number per plantlet. The best results were NAA 0 mg/l with BAP 2.5-7.5 mg/l for leaf number, NAA 0 mg/l with BAP 2.5 mg/l for plant height; NAA 2.5 mg/l with BAP 2.5 mg/l for number of roots per plantlets, respectively.
Pengaruh Auksin dan Sitokinin terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Jaringan Meristem Kentang Kultivar Granola A K Karjadi; A Buchory
Jurnal Hortikultura Vol 18, No 4 (2008): Desember 2008
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v18n4.2008.p%p

Abstract

ABSTRAK. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Balai Penelitian Tanaman Sayuran mulai bulan Maret sampai September 2004 Perlakuannya adalah penumbuhan jaringan meristem kentang varietas Granola pada media MS ditambah suplemen sukrose 30 g/l, air kelapa 100 ml/l, CaP 2 mg/l, myoinositol 100 mg/l, agar 6,5 g/l, pH 5,7, serta zat pengatur tumbuh NAA (0,01, 0,05, dan 0,10 mg/l), BAP/2-ip (0,01 dan 0,05 mg/l). Rancangan menggunakan acak lengkap dengan 19 perlakuan dan setiap perlakuan menggunakan 20 tabung reaksi kultur tanaman yang berisi 3 ml media sebagai ulangan. Hasil yang didapat, 18% jaringan meristem dapat tumbuh menjadi plantlet pada umur 15 minggu setelah tanam. Pertumbuhan jaringan meristem dipengaruhi oleh ketersediaan zat pengatur tumbuh auksin dan sitokinin yang ditambahkan ke dalam media. Penambahan NAA atau sitokinin (BAP, 2-ip) secara tersendiri pada berbagai konsentrasi yang tidak dikombinasikan, memberikan pengaruh yang kurang menguntungkan pada pertumbuhan jaringan meristem. Jaringan meristem kentang Granola tumbuh baik pada media yang berisi kombinasi NAA dan BAP.ABSTRACT. Karjadi, A.K and Buchory A. 2008. The Effect of Auxin and Cytokinin on the Growth of Potato Meristem cv. Granola. The experiment was conducted in Tissue Culture Laboratory of Indonesian Vegetable Research Institute from March until September 2004. The treatments were MS medium with supplement of sucrose 30 g/l, coconut water 100 ml/l, CaP 2 mg/l, myoinositol 100 mg/l, agar 6.5 g/l, pH 5.7, and growth hormone of NAA (0.01, 0.05, 0.10 mg/l) and BAP/2-ip ( 0.01 and 0.05 mg/l). The experiment was arranged in a randomized complete design with 19 medium composition as treatments, and 20 replications of test tube culture with 3 ml medium each treatment. The results showed that 18% of meristem could develop plantlet within 15 weeks after planting. Meristem growth depended on the availability of auxin and cytokinin in the medium. The medium with NAA supplement or cytokinin (BAP, 2-ip) singly, gave negative effect on meristem growth. Granola potato meristem could develop well on combination media of NAA and BAP.