Helmy Murwanto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh tektonik dan longsor lahan terhadap perubahan bentuklahan di bagian selatan Danau Purba Borobudur Helmy Murwanto; Ananta Purwoarminta; Darwin A. Siregar
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1353.548 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v5i2.70

Abstract

ABSTRAKBerbagai penelitian menyatakan bahwa Candi Borobudur dikelilingi oleh danau dan telah berubah menjadi dataran. Selama ini diketahui bahwa penyebab pendangkalan danau adalah aktivitas Gunung Merapi. Namun pada bagian selatan Danau Borobudur yang dibatasi oleh Pegunungan Menoreh, tidak ditemukan material Gunung Merapi tetapi ditemukan material batuan Old Andesite Formations (OAF) dari Pegunungan Menoreh. Data aktivitas tektonik terekam baik pada lembah-lembah sungai di bagian selatan dataran Borobudur. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis penyebab perubahan bentuklahan di sisi selatan Danau Purba Borobudur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pengukuran dan pengamatan lapangan yang didukung dengan data citra satelit, topografi, stratigrafi, dan analisis 14C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sisi selatan dataran bekas Danau Borobudur tepatnya di lembah Sungai Sileng banyak ditemukan singkapan batuan OAF dan endapan lempung hitam yang terpotong dan terangkat akibat aktivitas sesar. Berdasarkan pengamatan stratigrafi diketahui bahwa endapan lempung hitam tertutup oleh material hasil longsoran Pegunungan Menoreh. Hasil pengujian radiokarbon 14C menunjukkan bahwa endapan danau berumur 22,140 BP. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pada sisi selatan Danau Purba Borobudur pendangkalannya disebabkan oleh aktivitas tektonik yang mengakibatkan pengangkatan dan pensesaran memicu terjadinya longsor lahan.Kata kunci: tektonik, longsor, perubahan bentuk lahan, Danau Purba Borobudur, Pegunungan MenorehABSTRACTMany studies suggest the Borobudur Temple surrounded lakes and shallowed by materials from volcanic activities. In the southern part of Borobudur Lake didn’t find volcano material but founded Old Andesite Formations (OAF) material, thats come from Menoreh Mountain. Tectonic activities and avalanche material found on the Sileng river at southern of Borobudur plains. Purpose of this study are identify and analyze causes of landform changes in the  southern part of Borobudur Ancient Lake. The methods used are field measurements and observations, support by satellite imagery data, topography, stratigraphy, and radiocarbon 14C analysis. The results are in the southern part of Borobudur lake, found OAF materials and blackclay outcrops were cut and lifted by tectonics activities. Based on stratigraphy observations, known that blackclay deposits covered by the avalanche material results of Menoreh Mountains. Radiocarbon 14C test showed that lacustrine ages is 22,140 BP. The conclusion are in the southern part of Borobudur Ancient Lake, shallowed by tectonics activities than triggered by landslides.Keywords: tectonics, landslides, landform changes, Borobudur Ancient Lake, Menoreh Mountains
Jejak erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah Helmy Murwanto; Darwin A. Siregar; Ananta Purwoarminta
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3615.915 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v4i2.54

Abstract

ABSTRAKKabupaten Magelang merupakan kawasan yang paling sering terlanda bencana erupsi Gunung Merapi. Sejarah kejadian bencana tersebut menarik untuk diteliti, terutama daerah yang pernah terlanda aliran piroklastika dan aliran lahar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sebaran material gunung api dan alur sungaipurba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan survei lapangan, analisis laboratorium, dan wawancara dengan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Magelang terdapat banyak lembah sungai yang berhulu di Gunung Merapi dan berfungsi sebagai tempat aliran piroklastika dan aliran lahar. Keberadaan lembah sungai antara masa lampau dengan sungai sekarang telah mengalami perubahan. Indikasi adanya sungai purba adalah di sepanjang jalur lembahnya ditemukan bongkahbongkahmaterial gunung api. Bekas alur sungai tersebut saat ini digunakan oleh masyarakat setempat untuk permukiman, lahan pertanian, dan perikanan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa alur-alur sungai purba banyak ditemukan di Kabupaten Magelang dan berpotensi terlanda bencana erupsi Gunung Merapi.Kata Kunci: Kabupaten Magelang, Gunung Merapi, aliran piroklastika, sungai purbaABSTRACTMagelang regency is the area most which commonly affected by Merapi volcanic eruption disaster. History of Merapi volcanic disasters caused by pyroclastic flows and lahars is interesting to be studied. The purpose of this study is todetermine the distribution of volcanic material and the ancient river channel. Method used in this research are field surveys, laboratory analyses and interviews with the community. The results showen, that Magelang regency rivervalleys are tipped at the top of Merapi Volcano and as pyroclastic flow and lahar deposits. The river basins of the  ancient to the present river has changed. Indications channel of the ancient river valleys are found along channel of the blocks volcanic material. This condition is supported by the results of interviews with local people. Ancient river channel is currently used by local people for housing, agriculture and fisheries. From this study shown that ancient river channels are found in Magelang regency, and its potentially affected by Merapi volcanic eruption disaster.Keywords: Magelang regency, Merapi volcano, pyroclastic flows, ancient river.