Acep Ruchimat
Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMODELAN GROUND PENETRATING RADAR MENGGUNAKAN SPLIT STEP DAN FREQUENCY DOMAIN TIME DOMAIN (FDTD) MODELLING PADA SALURAN AIR SUNGAI CIKAPAYANG Willy Hermawan; Acep Ruchimat
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.859 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v10i1.231

Abstract

Pemodelan kedepan Ground Penetrating Radar (GPR) diperlukan untuk membantu saat interpretasi data dari profil GPR. Pemodelan ini bertujuan untuk melihat respon GPR dan penjalaran gelombang medan listrik ketika menjalar pada saluran air dan melihat pengaruh keberadaan air dan tidak ada air dari saluran air. Pemodelan ini menggunakan software MATGPR buatan Tzanis dengan berbasis matlab. Pada penelitian ini dilakukan pemodelan berdasarkan algoritma metode split step modelling (Bitri dan Grandjean, 1998) dan Frequency Domain Time Domain (FDTD) modelling. (Irving dan knight, 2006). Pemodelan kedepan menggunakan 2 model kasus yaitu saluran air berisi air dan saluran air tidak berisi air. Pengukuran data dilaksanakan pada tanggal 16 Februari 2014. Lokasi pengukuran dilakukan di bagian barat komplek gedung perkantoran Pusat Sumber Daya Air Tanah dan Geologi Lingkungan (PAG) - Badan Geologi, Bandung Jawa Barat. Pada lokasi tersebut tersingkap saluran air sungai Cikapayang yang tersingkap akibat amblesan tanah. Dari hasil pemodelan dengan menggunakan algoritma split step modelling dapat memperlihatkan pola refleksi hiperbola dari batas atas dan batas bawah saluran air masing – masing pada waktu   t= 20 ns dan t = 50 ns dan keberadaan air ditunjukan dengan perlambatan waktu sebesar 5 ns sedangkan pada pemodelan algoritma FDTD dari Irving dan Knight dapat memperlihatkan batas-batas saluran air dari medan listrik Ey yang menjalar di dalam saluran air. Selain itu keberadaan air dapat dibedakan dengan melihat penurunan amplitudo medan listrik.